Arrabella

Arrabella
Chapter 4



"Arrabella"


Suara itu terdengar begitu lantang membuat seluruh bulu kuduk ditubuh nya merinding.seperti dugaan nya tadi siang mr.jonshon akan murka hanya karena kesalahan yang sama sekali tidak dia lakukan.tolong siapapun bantu jelaskan kepada mr jonshon jika yang membuat masalah tadi siang itu adalah nona muda keluarga smith,dia hanya ada ditempat perkara jadi salahnya dimana?.


"Bukan kah sudah kukatakan jangan membuat masalah karna itu akan merusak nama baik keluarga"


Ara mendengus..lihat siapa yang membuat masalah dan siapa yang terkena amukannya!lagi dan lagi nama keluarga yang menjadi alasannya.apakah Mr jonshon lupa jika dulu william jonshon pernah terlibat kasus pembunuhan,bukankah itu juga merusak nama baik keluarga?bahkan lebih parah dari arrabella yang sama sekali tak tau apa apa.jadi kenapa dia harus semarah itu?oke baginya itu terlalu berlebihan.


"Daddy aku tidak membuat masalah"


Ara mencoba membela diri karna memang dia sama sekali tak salah disini,itu hanya kesalahpahaman kecil tapi kenapa dia juga yang harus terkena imbasnya?


"apakau pikir orang orang kepercayaan ku akan berbohong padaku,apakah itu yang kau maksud arrabella?!"Bentak Mr jonshon,Ara sempat bingung apakah faktor umur bisa mempengaruhi pikiran seseorang?kenapa Mr jonshon lebih percaya pada orang lain dari pada putrinya sendiri?terlebih dia adalah anak yang memiliki darah yang sama dengan nya.


"Kenapa daddy selalu saja percaya dengan apa yang daddy dengar dan yang tidak daddy sendiri lihat?kenapa?"Ara menangis,menangisi takdirnya yang selalu saja di nomer duakan.tidak ada satupun keluarga yang percaya padanya,apakah mereka lebih suka mendengar dari pada melihat?mereka lebih suka menyimpulkan daripada mencari tau kebenarannya.


Terlihat mrs smith memasuki ruang santai diikuti oleh william dan seana,Ara berharap akan ada salah satu dari mereka yang menyelamatkan nya dari cengkraman lucifer yang bersemayam diraga ayahnya.namun semua harapan nya sia sia karna mereka hanya berlalu melewatinya tanpa sepatah kata.Bangunn Ara!..mereka tak peduli padamu.


Sepertinya Mr jonshon sudah berada dipuncak kemarahannya karena sedari tadi arrabella terus saja membalas kemarahannya"Cukup!!Ini peringatan terakhir untukmu arrabella,jika kau sampai berani terlibat masalah lagi.daddy tidak akan segan segan mengasingkan mu"


Damn!..alasan itu lagi tidak ada kah alasan yang lebih menguntung kan seperti memberikan nya tiket liburan?itu adalah ancaman andalan mr jonshon yang selalu membuat ara tunduk.karena satu hal yang paling ara benci didunia ini adalah hidup sendiri.


Tunggu!..alasan yang cukup absurd Ara bukahkah selama ini kau hidup sendiri?jadi apa yang kau takuti?


"Apa dia membuat masalah lagi sayang"Mrs jonshon mengusap lembut pundak Mr jonshon seolah itu adalah cara cepat untuk meredam emosi pria yang sudah menguasai hidupnya itu.


Mr jonshon tersenyum hangat ekspresinya jauh berbeda ketika dia sedang memberikan kata kata mutiara nya kepada ara,dan itu terlihat dari pancaran matanya"Hmm..dia selalu saja membuat ku malu"


"Seharusnya mommy tidak perlu bertanya,bukankah gadis itu memang terlahir sebagai biang masalah"Cibir wiliam ikut menimpali,seperti nya dia berniat menjadi minyak tanah yang bisa membuat api kemarahan Mr jonshon semakin berkobar.


"Jika saja ibuku tidak memberikan seluruh saham kepemilikan kepadanya,aku pasti sudah membuang nya dari dulu"Ucap Mr jonshon dengan tatapan yang sulit diartikan.


Benar!Itulah alasan mengapa mereka membenci arrabella.alasan yang cukup klise bukan?Mereka membenci arrabela dan bahkan melupakan fakta bahwa Ara juga memiliki darah dan keturunan yang sama hanya karna uang!


Hanya uang?sungguh ironis


"Bagaimana jika dia tau mengenai ini daddy?"seana menatap ayahnya dengan cemas,meraka terlalu terbuai dengan kemewahan yang sama sekali bukan hak nya.


"Daddy pastikan dia tidak akan tau"ucap Mr jonshon dengan tegas,bahkan tak ada sedikit pun keraguan disana.


"Hei apa kalian lupa?"William menatap sekitar memastikan orang yang sedang mereka bicarakan tidak ada sekitar sana"Kalau dia itu naif dan begitu bodoh"Ucapan william mampu mengundang gelak tawa semua yang ada disana pecah.


Jika dilihat dari sudut lain mereka tampak seperti keluarga yang harmonis.namun jika sudah tau bagaimana kebusukannya,mereka itu tak jauh lebih dari sekumpulan lucifer yang bersemayam ditubuh malaikat.


Ara wajib hati hati.