
Udara lembab menyeruak masuk membuat kenyamanan abadi didalam rooftop south bank tower penthouse ini,termasuk salah satu apartement dengan harga fantastis didunia.lihat saja setiap sudut inci ruangan yang didominasi warna gold and white ini dihiasi dengan kemewahan.belum lagi matamu akan dimanjakan dengan pemandangan alam matahari terbit dilangit tanah kelahiran ratu elizabeth dari atas ketinggian.
Ariel menyesap rokok nya dalam dalam seraya terus mendengarkan pembicaraan seseorang didalam telfonnya.
"Batalkan saja semua jadwalku hari ini"Ariel mengatakan kalimat itu dengan begitu enteng nya seolah apa yang baru saja dia ucapkan bukanlah suatu kesalahan.
"Tapi Ariel kit--"
Sambungan telfon terputus sepihak Ariel terlalu malas berhadapan dengan orang orang yang terlalu mengambil untung darinya,Ariel bukan type manusia yang lari dari tanggung jawab,tapi pertemuan dengan Arrabella membuat ia sadar jika hidup bukan hanya sekedar tentang bisnis dan pekerjaan.Ariel juga butuh sedikit hiburan seperti menggoda arrabella contohnya.Dasar laknat
Johny tergelak keras mendengar apa yang baru saja ariel ucapkan"Dia pasti marah marah lagi"
"Aku tak peduli,untuk itu dia dibayar mahalkan?"
Ariel tahu jika berhadapan dengan orang penting terlalu sulit,makanya dia memilih Audy gadis tahan banting itu untuk menjadi benteng nya.
"Tapi seseorang dulu pernah mengatakan padaku,jika tak ada hal yang lebih penting selain uang dan pelepasan"
"Wanita!"Tegas ariel mengoreksi ucapan johny.
"Maksudmu?
"Sekarang aku memiliki hal yang lebih penting dari keduanya"Ucap ariel seolah menjelaskan jika saat ini ia sudah tidak hidup pada porosnya,tak ada hal yang lebih penting selain wanita.padahal semua terasa sama saja sebab pelepasan pun akan terasa nikmat jika dilakukan bersama wanita.
"Jangan bilang kalau kau sedang jatuh cinta?"Johny mencondongkan wajah nya menatap ariel dengan penuh selidik.
Ariel terkekeh seraya mendorong pelan kening johny untuk menjauh darinya,ia tidak mau ada yang melihat dan disangka yang tidak tidak.demi tuhan itu pasti akan benar benar merusak citra nya"Memang nya kenapa kalau aku jatuh cinta?"
Berbeda dengan ekspresi yang ariel tampilkan johny seakan baru saja mendengar kalimat paling horor didunia,Membuat ariel tertawa keras ia tahu apa yang baru saja diucapkan itu tidak benar terlebih untuk Ariel seorang pria yang notabenya adalah pemain wanita.tentu saja kata cinta akan mamatahkan karir nya didunia keplayboyan.
Johny menepuk pipinya cukup keras pria itu mengaduh kesakitan membuktikan bahwa apa yang baru saja ia dengar adalah nyata"Kau tidak sedang becanda kan?"
"Aku tidak becanda,untuk itulah aku membatalkan kegiatanku hari ini"Balas nya enteng yang lagi lagi membuat johny terpaku seakan benar benar tak percaya.
"Tapi kenapa--?"
"Apa nya yang kenapa?"
Ariel nampak tak terima dengan ucapnnya pria itu melemparkan bantal sofa tepat mengenai kepalanya,sial ini benar benar penghinaan!"Setidaknya aku masih mampu mencari wanitaku sendiri"Ariel menjeda kalimatnya seringai jahil mulai tercetak diujung bibirnya"Daripada kau jatuh cinta saja harus dipaksakan"
Damn!Ariel selalu saja bisa mematahkan omongan semua orang,pria itu memang tak terlalu banyak bicara tapi sekali mengeluarkan kata akan mampu membuat johny ingin sekali menghancurkan apartement ini karena kekesalannya.
"Siapa nama wanita itu?"Mengalihkan topik sebab jika masih membicarakan hal yang sama johny yakin jika hari ini adalah hari terakhirnya menghirup udara segar.
"Arrabella jonshon"
Perkataan itu memutar keras otak yang ada dikepala johny untuk berpikir"Siapa?"
"Kau tak tau?"
Ariel seakan tak percaya jika johny pria asli keturunan inggris tak mengenali siapa itu arrabella jonshon,ah ariel lupa jika hidup johny hanya seputar mabuk dan bercinta ia tak heran akan hal itu.
"Seperti tidak asing"
Ariel menghembuskan nafas kasar berbicara dengan johny sama saja dengan berjalan tanpa busana Johny mendengar tapi tidak mengerti padahal ariel sudah kehilangan 'harga'.
Iima detik kemudian raut wajah johny berubah drastis menjadi terkejut dengan mulut yang sedikit terbuka,yang ariel yakini jika sekarang johny sudah menyadari siapa itu arrabella jonshon"Apa yang aku maksud adalah putri dari michael jonshon"
"Hmm"Ariel hanya bergumam sangat malas meladeni johny yang sedikit berlebihan menurutnya,ariel hanya akan mengencani seorang jonshon bukan dewi fortuna.
"Kudengar dia sangat cantik,bahkan dia menjadi salah satu central of view diuniversitas oxford"
Terbesit sedikit rasa tidak suka ketika telinga ariel menangkap apa yang baru saja johny ucapkan,Dia sedikit tidak rela jika wajah cantik arrabela selalu dinikmati banyak pasang mata apalagi pria.apakah ini yang dinamakan cemburu?
"Tapi sayang nya mulai sekarang,kecantikan nya hanya miliku"Ucap ariel dengan pandangan mata yang tak terbaca,sepertinya tidakn akan mudah mendapatkan gadis itu pikirnya.
"Terserah kau saja"
Ariel berdiri lalu berjalan kearah cermin pria tampan itu mematut dirinya,memastikan jika penampilan nya sudah sempurna.ariel tak mau sampai kejadian arrabella menyebutnya lagi sebagai preman.tak ada yang kedua sebab satu kali pun sudah terasa cukup untuknya.
"Sudahlah tuan Ariel tak ada celah untuk melihat kejelekanmu,kau sudah dikutuk menjadi tampan"