Arrabella

Arrabella
Chapter 2



"Ara!"


Suara yang sangat familiar itu terdengar begitu nyaring membuat arrabella yang tengah duduk dibangku taman menikmati sekotak es crim ditangannya melirik sekilas,gadis cantik itu memasang wajah datarnya kembali setelah melihat siapa sipemilik suara itu.


"Ada apa?"


"Kau?"Danes menatap arrabella dengan seksama,tapi yang menjadi pusat perhatiannya bukan lah gadis itu,melainkan sekotak es crim yang duduk manis diatas pangkuannya.mengenal arrabella cukup lama membuatnya tau jika gadis bermata biru didepannya ini tak suka makanan manis.dia hanya akan memakannya ketika suasana hatinya sedang tidak baik"Ada apa?"


"Harusnya itu pertanyaanku danes!"


"Oh"Balas danes sekenanya,gadis itu mengalihkan pandangannya karna sudah dipastikan jika saat ini arrabella sedang berada dipuncak kemarahannya,karna ulahnya.


Sepertinya hanya danes lah yang berani berbuat seperti itu padanya,karena tidak ada satu orang pun yang berani mengusiknya mengingat siapa ayahnya.bahkan arrabella tak ingat jelas kenapa ia bisa berteman dengan nona muda keluarga smith yang sangat menyebalkan ini.


Karna selain mahir membuatnya murka gadis disampingnya ini benar benar berisik.


"Kau sedang ada masalah?"


Pertanyaan sederhana itu membuat arrabella terdiam menghembuskan nafas lemah,percuma saja menyembunyikan sesuatu dari seorang danesya smith yang notabenya adalah teman masa kecil yang tau segalanya tentangnya.


"Apa ini tentang keluargamu lagi ara?"Tanya nya lagi ketika menyadari keterdiaman ara.


Arrabella mengangguk lemah sebagai jawaban,manik mata indah itu menatap lurus kedepan.bahkan ia sudah tak menghiraukan bohkahan es crim yang sudah mulai mencair diatas pangkuannya"Aku membutuhkan uang"lirih nya dengan suara pelan bahkan nyaris tak terdengar.


Danes menghela nafas frustasi gadis cantik itu tak habis pikir dengan apa yang menimpa temannya itu,ia mempunyai segalanya bahkan uang yang ia yakini tak terhitung jumlahnya.mungkin jika danes berniat menghitungnya ia harus melakukannya dalam keadaan tidak waras.


"Untuk?"


"Membayar uang persemester"


Astaga"Hanya untuk uang persemester saja mereka tidak memberikan padamu ara?"Desis danes seakan tak percaya bahwa yang saat ini berbicara adalah seorang arrabella jonshon,seorang putri billionaire yang bahkan bisa membangun sepuluh universitas jika ia mau.


"Hmm"Ara hanya membalas dengan gumaman,memang apalagi yang bisa ia katakan toh memang itu kenyataannya.


"Kau lupa siapa ayahmu ara?"


Dan itu membuat danes menyesal karna telah bertanya,karena tanpa bertanya pun ia sudah tahu jawabannya.mungkin didunia ini hanya danes lah yang paling tau mengenai seluk beluk kehidupan seorang arrabella jonshon.


"Tapi ara ini hanya uang persemester yang bahkan jumlahnya saja tidak seberapa,astaga"Danes menggelengkan kepalanya beberapa kali tak habis pikir dengan jalan pikiran keluarga jonshon yang dikagumi seluruh penjuru inggris karna kebaikannya.sayang nya itu tak berlaku bagi seorang danes yang sudah tau buruk nya mereka dibalik topeng kebaikan itu.


Sepertinya danes juga harus segera menghapus rasa kagum nya terhadap william smith hingga tak bersisa,jika memanusikan keluarganya saja mereka tak bisa bagaimana dengan orang lain?danes tak mau mempertaruhkan hidupnya untuk memasuki keluarga mengerikan seperti itu.


"Sudahlah danes jangan dipikirkan lagi aku baik baik saja"Ara menampilkan senyum terbaiknya yang seakan mengatakan jika dia baik baik saja.meskipun sebenarnya hati nya benar benar tercabik kuat.


"Tapi ara ka--?


"Tapi apa danes?"Ara menyela secepat yang ia bisa ia tak mau memperpanjang masalah dengan terus membicarakan nya,ia tak mau buang buang suara hanya untuk hal yang sudah sering terjadi padanya"Kau sudah tau kan mereka itu seperti apa?"


"Jangan pikirkan soal apapun,aku akan membantumu"Ara sudah membuka mulutnya hendak mengeluarkan kata namun danes menyela cepat tak memberikan ruang untuk nya bersuara"Kau bisa menggantinya saat kau punya uang nanti,dan aku tak terima penolakan apapun!"


Bukan tanpa alasan danes mengatakan hal itu wanita itu sudah tau jika ara akan menolak bantuannya.bagi danes tak diganti pun tak masalah bahkan jika ara mau ia bisa membiaya kuliahnya sampai ia lulus sarjana.mengingat orang tuanya pun berasal dari kalangan berada,mekipun kastanya sedikit lebih rendah dari keluarga jonshon.


"Terimakasih danes kau memang sahabat terbaikku"Arrabella berkata dengan memeluk tubuh danes dari samping.


"Aku belum mencuci rambutku dari kemarin"


Arrabella jonshon menyesal karna telah memeluk perempuan itu,ia tak habis pikir kenapa tuhan harus mengirim orang seperti ini yang menjadi temannya.karna selain menyebalkan dan berisik danesya smith juga sangat jorok.luar biasa


"Apakau benar benar seorang perempuan danes?"


Tak menghiraukan perkataan arabella gadis cantik itu tampak fokus pada ponsel yang lebih menarik perhatian,dan ketenangan nya benar benar membuat ara meradang.


"Aku berbicara padamu danes"sungut nya kesal


"Sudah berapa lama kau mengenalku ara?"


Arrabella tergelak pelan bahkan ia tak ingat sudah sejak kapan ia mengenalnya,yang jelas mulutnya sudah hampir berbusa dikarena kan terus menasehatinya tentang kebersihan.dan bukan danesya namanya jika ia mau mendengarnya.