Arrabella

Arrabella
Chapter 19



Perlahan taxsi itu melaju menjauh dari gerbang utama mansion keluarga jonshon,arrabella pulang dengan keadaan hati berbahagia meskipun tak mengenali seperti apa isi hati nya sendiri,arrabella akan mencoba membuka hati nya jika difikir fikir ariel bukan pria jahat hanya saja sikap nya sangat menyebalkan.


gadis cantik itu melihat jam yang melingkar sempurna ditangan nya,mata nya membulat seketika ketika tertera 11:00 pm.sudah sangat larut selama itukah ia terjebak kemacetan tadi?.oke bukan waktunya membahas soal kemacetan arrabella,pikirkan saja bagaimana nasib mu selanjutnya.


Dengan langkah mengendap layaknya maling Ara berjalan perlahan,merapalkan doa dalam hati semoga tak ada yang melihat nya kali ini saja.satu tangga berhasil ia lewati,dua tangga,lalu ditangga ketiga...


"Baru pulang?"


Suara itu terdengar datar namun terdengar mengerikan bagi siapapun yang mendengarnya,diruangan elegan yang didominasi warna hitam dan abu ini suasana tiba tiba saja mencekam.tubuh arrabella terasa memanas dengan keringat dingin yang bercucuran memenuhi tubuhnya pendingin ruangan pun tak ada gunanya sekarang.



Ara reflek berbalik yang pertama ia lihat adalah wajah dingin Mr jonshon,dan yang semakin membuatnya merinding ngeri adalah tatapan yang sama seluruh keluarganya"Da-ddy"Cicit nya pelan tangan nya sedingin es bahkan sudah bergetar.


"Turun dan duduk lah kita perlu bicara"Pinta Mr jonshon tegas,dengan langkah ragu Ara turun dari atas tangga gadis cantik itu terlihat menguatkan diri dengan apapun yang akan terjadi.


"Ada apa?"Tanya arrabella ketika sudah mendudukan dirinya tepat disamping seana,ekspresi mereka tetap sama tenang namun menghanyutkan.


"Apakah aku mendidik dan menyekolahkan mu untuk menjadi wanita murahan arrabella?"


Bak disambar petir tiba tiba arrabella merasa sesak napas,benarkah yang baru saja mengatakan hal itu adalah ayahnya?..tunggu!apa maksud nya ini?Jangan jangan Mereka sudah tau apa yang baru saja ia lakukan dengan ariel.Wajah cantik arrabella sudah memucat seperti mayat karena jika iya Ara tak bisa mengelak lagi.


"Ma-ksudmu daddy?"Arrabella tercekat,tak menyangka kata kata menyakitkan itu akan keluar dari mulut seorang pria yang sangat ia cintai,dan yang lebih parah nya dia adalah ayahnya sendiri.


William menyodorkan sebuah tab kedepan nya dengan dingin,membuat arrabella mengerutkan alis tak paham ia melirik menatap seana dan Rose ibunya secara bergantian meminta penjelasan.namun yang ia dapat tetap sama wajah mereka datar tanpa eksresi.dengan ragu ara mengambil tab diatas meja itu,matanya membulat seketika benar dugaan nya alasan mereka bukan hanya karena terlambat pulang tapi karena ciuman nya dengan ariel tadi sore.


"Kau liar juga ternyata ya"cibir william,hingga membuat arrabella menatap nya tajam seolah mengatakan tutup mulut busuk mu brengsek!


Ara hendak membuka mulut namun seana sudah menyela cepat tak memberinya celah untuk membela diri"Kupikir berlian diantara taburan lumpur ternyata hanya kotoran menjijikan diantara tumpukan sampah"Seana terdiam sesaat ketika melihat wajah arrabella yang sudah menghitam membuat gadis itu tersenyum puas"Jika ingin bergabung dengan para bicht setidak nya jangan mengotori nama keluargaku ara!"


Arrabella mencoba tetap tenang gadis cantik itu menghela nafas panjang untuk meredam emosi yang bergejolak hebat didalam diri,meski harus mati matian menahan diri untuk tak berlari dan menampar keras seana saat ini.Ara tetap tenang seperti air,tenang tapi mematikan"Bukankah kata kata itu lebih pantas untuk mu anna?"Dengan penuh percaya diri arrabela menumpangkan kakinya.."Oh ya kudengar putri seorang jonshon terlibat kasus bercinta dengan seorang petinggi perusahaan"


Kata telak tak bisa dibantah itu meluncur mulus dari bibir tipis arrabella,benar seana lupa berkaca sehingga bisa menilai buruk orang lain tanpa melihat dirinya sendiri.lalu apa guna nya mata jika kau masih menilai seseorang dengan telinga?Membuat semua yang ada disana melongo tak percaya jika yang baru saja berbicara adalah seorang arrabella.


Seana tertawa hambar"Yang kau lihat belum tentu benar Ara"Ucap seana dengan tatapan mematikan nya,tapi tak membuat arrabella gentar sedikitpun gadis cantik itu justru menatap semua orang dengan tatapan menantang.


"Tapi apa yang kami dengar sudah benar ara"Rose menatap arrabella dengan tatapan mencemooh seolah menjelaskan jika ara tak akan menang lagi kali ini.


"Dan yang aku lihat belum tentu salah juga--"Arrabella menghentikan kalimat nya sejenak menatap satu persatu orang yang ada diruangan yang sama dengan nya"Dividio itu tertera jelas wajah cantik seana mu mom,jadi sekarang sudah tau kan siapa yang lebih memalukan?"


"Cukup!!"


"Kenapa dad?"


"Kau tak pantas berbicara seperti itu pada adikmu ara!apa kau mau dad--".


"Lalu siapa yang pantas?"Suara arrabella tak kalah tinggi dari mr jonshon,pokoknya ia tak boleh kalah kali ini"Daddy mau mengasingkanku?Aku tidak takut!lebih baik aku hidup sendiri daripada terus menerus berada dilingkaran setan seperti kalian!"


Arrabella membentak sekuat tenaga,mengesampingkan fakta bahwa mr jonshon adalah ayahnya.memang nya kenapa ia sedang mempertahankan harga dirinya sebagai manusia!mau sampai kapan ia akan terus diinjak seperti ini?persetan dengan masa depan arrabella sudah tak peduli lagi.hidup menjadi gelandangan mungkin lebih baik daripada hidup dineraka jonshon.


"Jaga bicaramu apakau lupa jika dia itu ayahmu?"William yang sedari tadi diam kini mulai angkat bicara,sepertinya pria itu benar benar murka.


"Aku tidak lupa"Ucap arabella dengan tersenyum miris"Aku juga tidak ingat sejak kapan dia menjadi ayahku"arrabella menatap william dengan tatapan perang,bahkan pria itu sampai tak mengenali arrabella saat ini.


"Tapi kau tidak bisa lupa diri siapa yang sudah menjadikan mu seperti ini!"


Tanpa sadar arrabella tertawa keras membuat semua yang ada disana naik pitam sekaligus bingung disaat yang sama,apakah pria itu sudah mencuci otaknya hingga seperti ini?


"Jangan kalian pikir aku tidak tau.."Ara menghentikan kalimat nya seraya berfikir"Harta yang kalian nikmati adalah Milikku itu semua adalah hak ku"


"Bagaimana kau bisa tau?"Ucap Mr jonshon pelan seakan tak percaya dengan kenyataan yang ada.


"itu tidak penting"Arrabella tergelak pelan melihat wajah mereka yang sudah sepucat kapas"sekarang Anggap saja aku sedang membuat kalian merasakan kenikmatan hingga nanti aku akan melempar kalian keluar layaknya gelandangan dan jika kalian mengucapkan maaf maka aku akan mengatakan Terlambat"Arabella menekankan kata terlambat diakhir kalimat.


Dengan langkah angkuh dan penuh percaya diri arrabella berjalan menaiki undakan tangga,berjalan cepat karena air mata ini benar benar tak bisa diajak kompromi saat ini.gadis cantik itu benar benar sudah tak terlihat menyisakan beberapa orang dengan wajah sepucat mayat.