
Pepohonan tertata rapi,sinar bulan memancarkan aura indahnya.membuat kaindahan mansion keluarga jonshon tertutupi oleh gelapnya malam.Ariel mengedarkan pandangan sejauh mata memandang gerbang belakang mansion tampak sepi,yang terlihat hanyalah sinar keoranyean yang menyelusup lewat jendela mansion.
Ariel berdecak pelan pelaku utama yang membuatnya hampir gila ternyata tak ada,tidak mungkin kan arrabella membohongi nya jelas jelas tadi ariel mendengar dia seperti ketakutan.ariel mengambil ponsel yang terletak diatas jok mobil hendak menghubungi arrabella.namun ia urangkan ketika mendengar cicitan suara dibelakangnya.
"Ariel"Suara itu berasal dari sebuah pohon menjulang tinggi yang berdiri tepat dibelakang ariel,pria itu berbalik yang pertama kali ia lihat adalah seorang gadis cantik duduk meringkuk layaknya kucing dibelakang pohon melihat itu ariel berusaha kuat menggigit bibir nya untuk tak tertawa.
Arrabella melambaikan tangan nya,persis seperti anak kecil yang mengajak teman nya ikut bersembunyi saat sedang bermain petak umpet.Ariel berjalan kearah nya dengan kekehan kecil awalnya ia akan terkejut tapi setelah melihat ekspresi menggemaskan arrabella semua perlahan sirna.
"Kenapa kau ada disini?"Ariel berjongkok mensejajar kan tubuh nya dengan arrabella,ariel menaikan satu alis nya keatas bingung dengan apa yang arrabella lakukan dan yang membuatnya semakin bingung adalah dua koper besar yang berdiri kokoh disampingnya.
Arrabella hanya menjawab dengan gelengan kepala,lalu air mata dengan senang hati mengambil peran menjawab semua.ariel tau sesuatu pasti terjadi entah arrabella diusir atau melarikan diri.Arrabella berhambur memeluk ariel membuat pria itu membatu.ini pertama kalinya perempuan itu memeluknya biasanya ariel lah yang gencar memeluk tubuhnya.
"Don't cry, everything will be fine if you are with me"Ariel mengusap lembut rambut pirang itu membiarkan wanita nya menangis,menumpahkan semua beban dipundaknya.
"Aku tak kuat lagi"Suara arrabella tertahan diiringi isak tangis nya"Bawa aku pergi,aku menyerah"Gadis itu semakin mengeratkan pelukan nya,menghirup dalam dalam wangi maskulin ariel.benar benar menenangkan
"Aku bersama mu baby"Ariel melepas rengkuhan nya,memandang lekat lekat manik mata biru arrabella.tangan nya terangkat menghapus sisa airmata yang membekas diwajah cantiknya lalu tersenyum memberiman kekuatan lewat senyum nya.
"Bisakah kau membawa ku pergi dulu?"Ucap arrabella lalu mengedarkan pandangan takut takut ada bodyguard yang menemukan mereka"Aku takut ada yang menemukan kita"
"Ayo masuk"Ucapnya seraya membuka pintu mobil,mempersilahkan princes arrabella masuk.
"Terimakasih"Mendapat perlakuan manis seperti itu membuat arrabella tersipu,untuk saat ini ia merasa tenang setidaknya ariel bersamanya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan gerbang mansion keluarga jonshon,arrabella hanya terdiam tampak berfikir apakah keputusan nya kali ini sudah benar?Ara hanya terdiam mata biru itu menatap kearah luar jendela.ariel sendiri tampak gusar sesekali pria tampan itu mencuri pandang kearah gadisnya yang tampak sibuk dengan pemikirannya.
"Kau baik baik saja?"Tanya ariel dengan menolehkan pandangan pada gadis cantik disamping nya,membuat arrabella menoleh lalu menjawab dengan gelengan kepala dan senyum tipis sekilas.
Ariel menghembuskan nafas pasrah mungkin ini bukan saat nya ia bertanya,ia akan bersabar sampai arrabella lah yang mengatakan semuanya.
****
"Kau tinggal disini?"
"Tidak,aku hanya menumpang pada pembantuku"Ucap ariel santai yang mengundang decakan meremeh dari arrabella,lihat baru saja beberapa saat mereka bertingkah layaknya pasangan normal.sekarang sudah kembali pada wujud yang sesungguhkan.
Arrabella tak menghiraukan ariel yang akan membuat nya semakin gila jika terus dilayani.untuk apa ariel berkata seperti itu?mana mungkin ada pembantu yang memiliki apartement super mewah seperti ini.apa ariel sedang berniat merendah untuk meroket?
Entah sejak kapan mereka ada dibalkon kamar,Ariel dan Ara sama sama saling menikmati keindahan london diatas ketinggian tepatnya dilantai lima puluh tiga.sesekali ariel melirik kesamping melihat arrabella yang tampak bahagia dengan suasana saat ini.begitupun sebaliknya.
"Kau menyukainya?"Tanya ariel dengan menyelipkan satu batang rokok kedalam mulutnya,pria tampan itu membiarkan asap nikotin itu memenuhi paru paru nya.
Ara menolehkan kepala nya kesamping untuk menatap ariel yang sedang menghembuskan asap rokok itu keudara,membuat gadis cantik itu terkesima sebab ariel benar benar terlihat menawan"Aku sangat menyukainya"Buru buru mengalihkan lagi pandangan nya tak mau sampai ariel besar kepala jika ia mengagumi nya.
Ariel tersenyum setidaknya gadis itu tak menangis lagi seperti tadi"Baguslah"Ariel menyenderkan tubuh nya pada pagar besi pembatas mata nya menatap lekat lekat arrabella yang masih setia dengan wajah sendu nya"Apa yang membuatmu menangis ara"
Menarik keras kepala arrabella untuk kembali menatap nya,pertanyaan itu bagaikan bom waktu.haruskah Ara mengatakan semuanya?Tapi sepertinya jujur lebih baik,arrabella menarik napas dalam seraya mempersiapkan kata yang pas untuk kembali bersuara.
"Daddy marah padaku"Ucap nya pelan dengan suara parau seperti seseorang yang sedang menahan tangis,Ariel hanya terdiam membiarkan wanita itu mengeluarkan beban nya"Dia melihat saat kita--"
"Ciuman tadi?"Ariel menyela cepat,mengundang anggukan kecil dari kepala arrabella sebab tebakan ariel tepat pada sasarannya"Hanya karena itu?"Yang kembali dibalas anggukan,membuat ariel berdecak takpercaya hanya ciuman?Oh shit disini hal itu sudah termasuk lumrah.apakah selain ingin terpandang sebagai keluarga kaya mereka juga ingin terpandang sebagai keluarga naif?ariel benar benar tak habis pikir.
"Ya"Balas Ara sekenanya"Mereka cenderung suka sekali mencari kesalahan ku agar mereka punya alasan untuk menghukum dan membentak ku"Ucap ara enteng seolah tanpa beban,namun ariel masih bisa melihat kejujuran didalam matanya.
"Tapi kenapa?"
"Uang merubah segalanya ariel termasuk menusia"
"Aku tak mengerti"
Arrabella menyampirkan senyum tipis ketika melihat raut kebingungan ariel,pria itu benar benar tampan"Sebenarnya seluruh saham milik keluarga joshon adalah milikku,nenek dan kakek mempercayakan semua nya padaku"Suara nya terdengar berat seolah itu adalah beban terbesar dalam hidupnya,arrabella menarik nafas panjang"Karena merasa tak adil mereka semua cenderung selalu mencari kesalahanku agar mempunyai alasan untuk menyiksaku,seperti hari ini"
dua alis ariel tampak berkerut pria tampan itu mencoba mencerca menyatukan puzzle yang diberikan arrabella,Joshon dan arrabella?...itu berarti harta yang keluarga jonshon nikmati adalah milik arrabella.tapi mereka membiarkan hidup arrabella menderita?sempurna.
"Tapi itu sangat konyol untuk dijadikan alasan ara"Ariel tak habis fikir ternyata dunia masih saja menyimpan para manusia sampah yang gila harta.
"Dan itulah kenyataan nya"
"Bukankah seharusnya kau mempertahannya?Itu milikmu!"Ariel berjalan mendekat dengan satu tangan yang menyelusup dibalik pinggang ramping nya,dan satu lagi melingkar dilehernya.membuat arrabella risih namun menikmati diwaktu yang sama"kenapa kau malah--"
"Uang bukan segalanya untukku"Ucapnya dengan senyum tulus,seketika membuat ariel merasa beruntung karena sudah dipertemukan dengan gadis sebaik arrabella"Sebanyak apapun uang yang kau miliki akan terasa percuma jika kau tak bahagia"
Arrabella benar benar menghantam seorang ariel tepat dihatinya,benar yang ia katakan uang bukan segalanya.bahkan ariel pun merasakan nya.ia hidup bak pangeran yang bergelimang harta namun tetap saja semua itu kurang sebab ariel tak pernah merasakan kasih sayang orang tua nya.keegoisan mereka berhasil mengantarkan ariel menuju gerbang kepahitan dunia.