
"Ternyata benar apa yang kudengar,jika kecantikan Arrabella jonshon benar benar tak bisa diragukan.dia bagaikan dewi yang turun dari khayangan benar benar menakjubkan"
Suara Johny terdengar ketika pria bermata grey itu menjatuhkan dirinya didudukan sofa,bersebelahan dengan Ariel yang tampak sibuk dengan macbook nya.Pria tampan yang terduduk dilantai itu tampak tak peduli dengan sahabatnya yang sedari tadi hanya mengatakan tentang keluarga jonshon.
"Hmm"Gumam Ariel seolah setuju dengan ucapan johny kali ini,jika berbicara tentang paras wajah.memang tak diragukan lagi seolah keluarga itu benar benar diberkati tuhan yang maha esa.memang sejak kapan keluarga jonshon buruk rupa?
"Dan kau adalah pria beruntung yang mendapatkan dewi super cantik itu".
Johny tergelak pelan memikirkan bagaimana cara pria sedingin gunung es ini bisa mendapatkan hati seorang arrabella,yang notabenya adalah gadis polos dan sama sama amatir dalam urusan cinta.
Ariel memutuskan kontak pada laptop nya lalu menyimpan kertas putih itu diatas meja"Kau lihat aku..Kau lihat arrabella!Jadi mustahil jika dia mau dengan pria buruk rupa sepertimu"
Itu adalah pemikiran paling absurd yang pernah bersarang dikepala ariel,jelas saja keturunan billionaire itu akan selalu cantik dan tampan.bukankah uang merubah segalanya?
Johny mengambil sebuah majalah yang tergeletak diatas nakas,lalu menoyor kepala ariel cukup keras berharap pria itu mendapat kembali kewarasan nya"Hei pria kutub!kurasa kau harus memperbaiki sedikit ucapan mu.buruk rupa?tolong jelaskan bagian mana dari wajah ini yang mampu membuat wanita menolakku"Sargah Johny yang tak terima dengan ucapan nya teman nya itu.
"Itu"Ariel menunjuk wajah johny dengan jari nya hingga membuat pria itu mengernyit heran"Otakmu tak ada kabelnya"Ariel tergelak pelan setelah mengatakan hal itu ia kembali pokus pada laptop nya,sebisa mungkin ia harus bisa mengelabui orang orang nya keluarga jonshon jika ingin arrabella ikut bersamanya.
"Bangun brother"Johny mengambil salah satu bantal sofa lalu dengan sengaja melemparnya pada ariel"Kurasa kau lupa berkaca"secepatnya johny menaikan kaki nya keatas sofa menghindari balasan yang akan ariel berikan.
"Tak akan kubiarkan kau membawa wanitamu kemari lagi johny"
Ternyata dugaan johny salah,Ariel masih terpokus pada layar laptop nya padahal Johny tau ariel sangat membenci hal itu.
"Kau sudah melihat scandal putri jonshon?"Ucap johny seraya mengambil kembali bantal sofa itu untuk ia tiduri di sofa lainnya.
"Tentang kepergian arrabella?"Tanya ariel tanpa melepas pandangan dari benda electronik itu sepertinya ada yang lebih menarik perhatian nya saat ini.
Johny meletakan ponsel itu diatas perutnya lalu menoleh untuk menatap Ariel"Bukan"Elak cepat seraya membuka ponsel untuk melihat berita yang tertera jelas disana"Scandal ini mengenai putri bungsu keluarga joshon"
"Lalu?"Ucap ariel tak begitu peduli,karena saat ini jemari nya sedang menari diatas keyboard menuliskan kata yang bisa menyelamatkan masa depan nya bersama arrabella.
"Kau masih ingat dengan wanita yang pernah bermain dengan ku dirazmatazz tempo hari?"Ucap johny mengingatkan ariek tentang wanita tempo hari yang membuat johny menjadi bahan bullyan ariel karena pria tampan itu'gagal manjat'.wanita yang johny benci karena telah memberikan kesan buruk diliburan pertama nya dinegri matador itu.
"Wanita yang sama yang--"
"Ya"Sela johny cepat karena jika sudah membahas perkara itu pasti akan berakhir dengan ariel mengejeknya tiada henti"Sekarang gadis itu terkena scandal karena tidur dengan seorang petinggi perusahaan,aku bingung untuk apa--"
"Menaikan popularitas"
Dahi Johny mengernyit mendengar perkataan ariel selanjutnya"Kurasa tanpa melakukan semua itu pun dia akan tetap menjadi central of view dengan nama jonshon dibelakangnya"Johny tak mengerti dengan perjalanan hidup manusia,yang selalu menganggap seseorang itu tinggi hanya karena uang melindunginya.seperti seana johny yakini jika gadis itu bisa bersinar seperti saat ini bukan karena kerja keras nya,melainkan karena jonshon dibelakang nya.
"Dari sana kau bisa berpikirkan jika uang itu bukanlah segalanya"
Ucapan Ariel menyadarkan jika pada dasarnya manusi diberikan bentuk pemikiran yang berbeda dan semua itu tergantung bagaimana cara kau menyikapinya.Terlihat pria tampan itu menutup laptop nya sepertinya ariel sudah selesai dengan pekerjaan nya.
Ucapan johny terhenti ketika melihat seorang gadis berdiri tak jauh darinya sedang berkacak pinggang dengan tatapan mata tajam nya,membuat johny meneguk ludah nya yang terasa sekeras batu karena arrabella benar benar terlihat menakutkan.menyadari perubahan raut wajah johny yang terlihat begitu cepat reflek membuat ariel berbalik melihat dalang yang sebenarnya.
"Sejak kapan kau berdiri disana baby?"Ucap Ariel terlalu santai untuk arrabella yang kini tengah menampilkan senyum yang penuh dengan ancaman.
"Ya"Arrabella berjalan kearah dua pria tampan yang baru saja berhenti menggunjingkan salah satu keluarganya"Sejak kalian berdua menggunjingkan nama adikku"Ucapnya setelah menjatuhkan tubuhnya bersebelahan dengan kekasihkan ariel.
Lalu bola mata biru itu menatap johny dan ariel secara bergantian,yang hanya dibalas cengiran kuda oleh keduanya.Ara tak habis pikir pria macho seperti ariel dan johny ternyata mempunya jiwa ibu-ibu komplek yang hobi mengawasi dan mengorek kesalahan orang lain.dan akan terlihat sempurna jika tubuh itu dibalut oleh daster dari pada kaos oblong.
"Kami tidak menggunjingkan"Elak ariel cepat"Kami hanya membahas fakta nyata,apakah itu salah?"
Bukan ariel namanya jika tak bisa membalas ucapan orang lain,lagipula apa yang ia ucapkan itu benar.bukankah sudah resiko nya menjadi public figur yang hidupnya menjadi sorotan media?yang harus menutup mata dan telinga ketika banyak serangan tak terduga belum lagi yang memandangnya sebelah mata.
"Sama tuan"Ucap Ara yang sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa gemasnya"Kau sama sama mengorek lalu membuka kesalahan orang lain"
"Tentu sa--"
"Ara coba kau lihat ponsel mu"
Suara johny terdengar ditengah ariel yang belum selesai menyampaikan kalimatnya,membuat pria tampan itu memasang wajah datar.namun sayang nya johny tak bisa melihat ekspresi menakutkan itu sebab perhatian nya benar benar diambil alih oleh benda pipih itu.
"Aku tak membawa ponsel"Ucap arrabella seolah tak peduli,gadis cantik itu mengambil makanan ringan diatas meja yang sudah disiapkan oleh maid tadi.mungkin makan lebih baik menurutnya.
"Memang nya ada apa?"Tanya ariel yang sudah kembali pada kewarasannya,karena jika prince charming McMillan ini sudah angkat bicara pasti ada hal yang tidak biasa.
Johny menunjukan layar ponsel yang tertera berita didalamnya,membuat ariel mau tak mau mengambil ponsel itu untuk melihat apa yang membuat tuan muda McMillan ini terusik.sedangkan sicantik arrabella tampak acuh dengan makanan ditangan nya seolah tak peduli dengan meeting kali ini.
"Itu namanya pers,membuat scandal untuk menutupi scandal"Ucap ariel setelah melihat apa yang sebenarnya terjadi,lalu mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya karena hal itu sudah biasa terjadi didunia entertaiment.
"Tapi ini tak baik untuk seseorang bernama alex itu,bisa saja popularitas nya hancur bersamaan dengan scandal wanita itu"
"Memang apa pedulimu?"
Mendengar suara tak asing melintas tak sengaja diindra pendengarannya membuat arrabella menghentikan kalimatnya"Siapa katamu tadi?"
"Alex"
Damn!"Apa?!"