Arrabella

Arrabella
Chapter 7



Sinar matahari jatuh menyinari bumi dengan cahayanya.sinar itu begitu terang ditambah udara panas yang begitu terasa.angin panas bertiup lirih menerbangkan daun kering yang berceceran ditanah.


Walau cuaca panas terik dengan udara yang membakar kulit,manusia yang berlalu lalang tetap terlihat banyak dan tidak berkurang.


Arrabella duduk dibangku taman menikmati semilir angin yang perlahan menyapa lembut wajahnya,ditemani beberapa makanan ringan yang tertumpuk rapi disebelahnya.pada umumnya para wanita akan berbelanja atau pergi keclub malam hanya untuk sekedar menghilangkan penat,namun itu semua tak berlaku untuk seorang arrabella jonshon!makan adalah salah satu cara ia melampiaskan kejenuhannya.


Tsk!Berbelanja?,Uang dari mana?Masih ingat dengan uang semester waktu itu?Hell..jangan kan berbelanja jika untuk hal sepele seperti itu saja masih harus meminta.Ck,Percuma saja kau terlahir dari keluarga kaya Ara!


"Hemm"Suara deheman itu menarik keras kepala ara untuk melihat keasal suara,Ara berbalik mendapati seorang pria yang berdiri kokoh tepat dibelakang kepala nya dengan senyum manis yang terpatri apik diwajahnya"Sendirian?"


Mata biru itu celingukan memperhatikan sekeliling taman,Damn!..sangat sepi dan hanya ada mereka berdua ditempat itu.lalu sekelebat adegan difilm film muncul kepala cantiknya.Buang jauh jauh pikiran jelek mu Ara.


"Buang jauh jauh pikiran jelek mu itu nona!Aku bukan orang jahat"Ucap Pria itu seakan sudah tau apa yang sedang bersemayam dikepala wanita yang berdiri didepannya.


Jika dilihat dari sudut pandang manapun pria ini memang tak terlihat seperti seorang penjahat,atau lebih pantas disebut seorang malaikat yang baru saja turun dari khayangan.seolah tuhan mengatakan sempurna saat menciptakannya,tak ada celah untuk nya melihat kejelekannya.


Ara melongo bagaimana bisa pria ini membaca pikirannya,bukan salahnya kan jika berpikir seperti itu?apalagi disini sangat sepi dan hanya ada mereka berdua"aku tidak mengatakan kalau kau itu orang jahat"Ara mengambil satu bungkusan snack dan mulai melahapnya.mencoba mengabaikan pria itu seolah dia adalah mahkluk tak kasat mata.


Pria itu mendengus menatap takjub pada wanita didepannya,hell..seorang wanita mengabaikan nya?Ck,sulit dipercaya"boleh kah aku duduk disini nona?"Pria itu mendudukan dirinya bahkan sebelum mendengar persetujuan dari ara.


"Untuk apa bertanya,kalau masih duduk juga"Ara mencibir sembari memasukan satu persatu snack kedalam mulut nya,cibiran itu tidak membuat pria itu marah dan malah tergelak pelan seolah itu adalah hal yang lucu.


"Kau galak juga ternyata ya"Pria itu tergelak mendapat tatapan tajam dari Ara,Kau sangat so kenal tuan!"Aku tau aku tampan,tapi matamu bisa jatuh jika terus menatap ku seperti itu nona"


Tiba tiba pergerakan tangannya terhenti saat pria itu mencekal tangan nya"Mau kemana?"Ara melepaskan cekalan tangan nya tanpa berbicara sepatah kata"Aku bertanya padamu!bukankah seharusnya kau menjawabku nona?"Pria itu kesal karena Ara terus saja mengabaikannya,satu penilaian lagi untuk gadis didepannya.Wanita ini begitu dingin dan tak mudah didekati.


"Tunggu!"Ara bersidekap melipat tangan didepan dada nya"Berikan alasan kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu"Ara menjeda kalimatnya mencondongkan wajah sedikit mendekat kearahnya"Kau siapa?"Dua kalimat singkat itu meluncur bebas yang mampu membuat siapapun langsung jatuh jauh kepusara bumi terbawah.


Pria itu tersenyum bisa diakui jiwa debat wanita ini patut diacungi jempol,selain galak mungkin hanya wanita ini satu satunya yang tak tertarik pada rupanya"Baiklah karna kau sudah bertanya maka aku akan menjawabnya"Senyum manis tercetak jelas disudut bibir nya yang Ara yakini jika saja pertemuan mereka baik mungkin ia bisa jatuh pada kakinya,namun satu hal yang ara tak suka dari pria ini..Kepercayaan dirinya sangat tinggi"Perkenalkan namaku Giovanni Arielda Fernandes,sekarang kau tau kan siapa aku?"Ariel menekankan nama Fernandes berharap wanita itu akan mengenalinya hanya dengan menyebut marga nya.


Siapa yang tak kenal dengan Fernandes real estate Perusahaan raksasa yang bergerak dibidang properti dunia,Bahkan semua orang akan langsung tau dengan hanya menyebut nama nya saja.


"Hem"Ara mengetuk dagunya mempersiapkan kata yang tepat untuk kembali bersuara"Perkenalan yang cukup baik"Mengundang decakan keras dari pria itu.


Ariel melongo takjub bahkan ia sempat berfikir dimana sebenarnya wanita ini hidup?Apakah dia berasal dari jaman batu?Reaksinya jauh dari apa yang sempat ara bayangkan tadi,Tsk sulit dipercaya"Kau benar benar tidak tau siapa aku?"Tanya ariel yang benar benar merasa tak percaya didunia ini ternyata masih ada manusia yang tak mengenal dirinya,kau tidak seterkenal itu tuan.


"memangnya kau siapa?"Ara meneliti pria itu dari atas hingga bawah"Apakau seorang artis?"Ara terdiam sebentar memikirkan ucapannya,Oh tidak!"No Kau bukan artis!Karena dari tampilan saja kau itu lebih layak disebut sebagai seorang preman"


Benar siapapun yang melihat ariel saat ini pasti akan berfikir hal yang sama,lihat saja pakaian nya celana jeans sobek sobek yang dipadukan dengan jaket senada dengan kaos putih oblong sebagai dalamannya.memang terlihat seperti seorang preman dan tidak akan ada yang berpikir jika dia itu seorang CEO perusahaan.


"Itu pernyataan atau penghinaan nona?"Ariel benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran wanita ini,astaga!jelas ia tak terima dengan ucapan nya,bagaimana bisa seorang CEO yang disegani dunia dijatuhkan harga dirinya oleh seorang wanita?


Wahh Ara Kau Benar Benar Luar Biasa.