Andini

Andini
09.Episode 9



Dalam perjalanan pulang arya tidak langsung pulang kerumahnya ia malah pulang ke rumah 3 sahabatnya.


Malik,Daman dan Ansel tinggal bersama di dalam 1 rumah dan mereka selalu menghabiskan waktunya bertiga dirumah itu.karena dirumah mereka masing-masing sepi hanya ada pembantu,ayah nya sibuk bekerja tidak ada waktu sama sekali dan ibu mereka juga selalu ikut  menemani suaminya kemanapun ia pergi dan bekerja.dan orang tua mereka terkadang pulang 6 bulan sekali dan setelah itu sibuk lagi,jadi orang tua mereka pulangpun tidak peduli.dan rumah mereka yang mewah ditempati oleh para pembantunya saja.


Memiliki nasib yang sama mereka bertiga pun memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah rumah milik Arya yang satunya lagi untuk ditempati saja dari pada terbengkalai.


Arya pun masuk.


2 sahabatnya yakni ansel dan daman sedang bermain vs diruang tengah dan terlihat senang sekali.


Malik yang tidak ikut bermain melihat arya datang.


"Heh arya...lo datang kesini,kenapa lo nggak biasanya lo diusir".tanya malik


Mendengar Kata arya,daman dan ansel yang sedang bermain langsung melihat arya.


"Eh...bro dateng lo".kata daman sambil masih sibuk bermain vs


"Nggak biasanya lo dateng kesini Ar,tadi kemana lo Ar pulang gitu aja".kata ansel


Dengan wajah yang sedikit pucat,karena terus memikirkan pernikahannya itu besok.Arya pun langsung duduk dan berkumpul bersama sahabatnya


"Tau ah gue lagi pusing".jawab arya dengan malas


"Kenapa lo,habis main komedi putar lo bilang pusing gitu".canda malik


Daman dan ansel pun tertawa.


"Kalau pusing minum obat aja Ar,,,gitu aja ribet".sambung ansel


"Pusing gue beda,bukan pusing karena gue sakit,gue pusing mikirin hidup gue gimana".ucap arya dengan raut wajah kusut


"Hidup lo kan enak Ar,apalagi yang harus dipusingin,orang tua lo ada nggak kaya kita,uang ada,rumah ada,mobil mewah juga ada.apalagi kebutuhan hidup yang harus dipusingin lo sekarang".kata malik


Sedangkan Ansel dan daman sibuk bertarung bermain vs.


"Gue besok mau nikah".tegas arya


Mendengar perkataan Arya semuanya terkejut,daman dan ansel pun memberhentikan bermain vs nya.


"Apa".jawab serentak dengan keras dan terkejut


Malik Mengecek suhu badan arya dikeningnya dengan punggung tangannya.


"Lo nggak Sakitkan Ar".kata malik tidak percaya


"Gue nggak salah denger kan Ar,,,".sambung arya dengan tidak percaya juga


"Gue serius gue nggak lagi becanda.malahan besok hari pernikahan gue,makannya gue pusing".jawab arya dengan tegas


"Yang bener lo,,,sama siapa,sama cewe lo dulu".kata malik


"Bukan,bokap gue jodohin gue sama anak temennya".jawab arya


"Ya allah,,,ini bukan masalah kecil bro.bahaya kalau lo nikah sama pilihan bokap lo.kalian kan nggak saling cinta".ucap daman


"Makannya gue bingung,,,mau ngebatalin tapi gue udah setujuin perintah bokap gue.dilanjutin Gue kan nggak cinta.disisi lain gue cinta sama temen masa kecil gue.kalau gue nikah gimana perasaan kisah cinta gue sama temen masa kecil gue".ucap arya


"Terus gimana yah gue yang dengerin cerita lo aja jadi ikutan bingung juga apalagi lo yang ngalamin".malik


"Tapi dia cantik kan Ar".Ucap ansel


"Lo tau siapa namanya,usia nya berapa,kuliah dimana?".tanya malik


"Gue nggak sempet nanya usia atau kuliah dimana,karena gue males nanyanya,tapi gue tau namanya siapa?".jawab arya


"Siapa Ar,,,".tanya Alex


"Andini!!".jawab tegas arya


Mendengar kata Andini...Ansel terkejut dan teringat pada andini yang sudah ia lecehkan.


"Andinii!".nama itu pun bergeming dipendengaran dan bergema diotak Ansel.


"Iya,namanya itu setau gue".jawab arya


"Arya lo tau kepanjangannya apa".dengan cepat menanyakan rangkaian namanya pada Arya


"Sayangnya gue nggak tau kepanjangannya apa gue nggak nanya nama dia sebenarnya,itu juga tau karena keluarganya memanggil dengan sebutan andini".arya


"Emangnya kenapa nsel  lo nanyain kepanjangan namanya...serius banget kayaknya".tanya daman pada ansel


"Nggak,,,nggak papa gue heran aja".jawab ansel tidak meyakinkan


"Apa andini itu adalah andini yang sama yang sudah aku hilangkan kehormatannya.semoga saja bukan dia,tapi kenapa".gumam ansel


"Terus gimana selanjutnya Ar?".tanya malik


"Ya gimana lagi terpaksa gue terima pernikahan gue sama dia".jawab arya pasrah


"Lo yakin,,,gimana nanti cerita cinta lo sama cewe yg lo suka itu.apa setelah cewe itu kembali dan lo udah nikah lo akan selingkuh dibelakang istri lo nanti".tanya daman


"Ntahlah Gue sendiri bingung,gimana kisah hidup gue selanjutnya".jawab arya


"Hidup lo pedih amat Ar...untung bokap gue sibuk kerja keluar kota terus".ledek malik


Tidak menanggapi dan malas menjawab lagi


"Yaudahlah lo bertiga besok dateng yah kepernikahan gue kalian bisa liat betapa cupu nya cewe itu,gue pergi pulang dulu kita ketemu besok".kata arya dan pergi.


"Yaelah Ar...katanya lo nggak suka sama pernikahan ini tapi lo antusias banget pake acara promosiin lagi".ledek malik


Arya tidak menanggapinya ia pun pulang dengan mengendarai mobil mewahnya.Daman dan malik pun tertawa.sedangkan ansel dia sedikit melamun.


"Heh,,,nsel lo kenapa sih tadi baik-baik aja sekarang malah ngelamun".tanya kaget daman


"Nggak ada...gue nggak papa...gue kekamar duluan yah".jawab ansel dan pergi kekamar


"Ah...nggak Arya,nggak Ansel sama aja suka gitu,hidup mereka miris sekali".jawab dan ledek malik


Arya pun sudah sampai dirumah.


Baru datang ayahnya pun langsung menyuruhnya.


"Arya kau sudah pulang,makanlah,bersihkan dirimu,dan setelah itu kau istirahat.karena besok adalah hari yang sangat panjang untukmu.dan jangan mengelak".perintah ayahnya


"Baik ayah".arya pun melakukan apa yang dikatakan ayahnya satu persatu.


setelah selesai ia pun istirahat dan tidur sedangkan jam masih menunjukkan pukul 17.00.


Sama halnya dengan andini ia pun disuruh ayahnya untuk istirahat dan andini pun istirahat,dan berusaha menerima kenyataannya saat ini.