
"Andini".nada pak pratama terkejut.
Untung saja semua para tamu sudah tidak ada,hanya ada keluarga andini dan arya.
Ketika pak pratama berteriak "andini".mereka yang sibuk sedang mengobrol teralihkan dan melihat kearah andini yang sudah tergeletak pingsan di bawah.
"Sandiwara apa lagi ini anak".tak pedulinya ella.
"Arya cepat kau bawa andini pulang".pak pratama
Arya tidak tergerak sama sekalipun untuk menolong andini.
"Kenapa harus aku ayah".jawab arya
"Kau adalah suaminya...memangnya kau tidak kasihan melihat istrimu yak sadarkan diri tergeletak seperti ini".teriak pratama
"Apa urusannya denganku,aku tidak peduli.memangnya siapa wanita ini,andai ayah tau pernikahan ini aku anggap hanya pernikahan diatas kertas.aku tidak akan pernah mencintai atau peduli padanya".
"Arya memang sama persis denganku,ayah bangga padamu arya karena kau memiliki titisan sifat seperti ayah,tapi aku harus masih bersandiwara baik didepan keluarga herman".
"ARYA!!sekarang kau berani melawan ayahmu".teriak pratama
Melihat ayahnya sudah marah,Arya pun terpaksa menggendong andini dengan kesal dan membawanya masuk ke mobil lalu pulang.
"Sebaiknya kita juga pulang sekarang".ajak pak pratama
"Iya ini sudah malam,arya juga sudah membawa andini pulang".jawab clarissa
"Em...em...maaf pak pratama,rumah kami kan sangat jauh dari gedung ini,sedangkan rumah anda lumayan dekat dari sini.lagi pula ini sudah malam sekali,apa saya dan keluarga saya bisa menginap semalam pak dirumah anda".dengan gugup ella memberi permintaan
"Ya...tentu saja kalian bisa menginap dirumah kami.ikutlah bersama kami.karena rumah kami cukup besar jadi masih bisa menampung kalian".ucap sombong pratama dengan langsung mengiyakan.
"Wah...bagus sekali.terima kasih pak".jawab ella kegirangan
Pak pratama pun langsung pergi
"Dasar ratu drama,bilang saja kalau kau ingin menikmati rumah mewahku itu".gumam pratama sambil berjalan
"Ibu...apa yang ibu lakukan".tanya shintia
"Sudah kau ikut saja.memangnya apa kau tidak ingin melihat dan menikmati rumah mewah pak pratama".
"Iya juga yah...wah ibu pintar sekali,yasudah ayo ibu".jawab shintia
"Otak ibu memang sangat brilian".ucap herman
Mereka pun pulang menuju rumah pak pratama.
Selama 20 menit menempuh perjalanan pulang,andini masih belum sadarkan diri.dan tak lama kemudian arya sudah sampai dirumah.dengan terpaksa arya harus mengangkat dan menggendong andini masuk kedalam rumah lalu menuju kamarnya dengan menaiki tangga.setelah sampai dikamarnya,arya langsung membaringkan andini ditempat tidurnya.setelah itu arya pergi begitu saja kekamar mandi untuk mandi membersihkan diri dimalam-malam.
Setelah 5 menit kesampaian arya,mobil pribadi yang ditumpangi pak pratama dan mobil pak herman sudah sampai.
Ketika sampai keluarga pak herman terkejut melihat rumah mewah milik pak pratama yang klasik modern besar bak istana.
"Wah ibu rumahnya besar dan mewah sekali,ini baru luarnya,bagaimana nanti didalam dan isinya".ucap shintia pelan
"Iya shintia rasanya ibu ingin merebut pak pratama dari istrinya itu...hahahh".jawab ella dengan pelan sehingga herman tidak mendengar ucapan istrinya.
"Ibu ini...hahah".shintia
"Mari silahkan masuk".ucap clarissa
Semua nya pun masuk kedalam.
Ketika didalam shintia dan ella terkagum-kagum melihat semua isi nya yang sangat mewah.
"Sebaiknya kita melihat andini mungkin mereka sedang berada dikamar arya".ucap pratama
Dikamar andini masih tak sadarkan diri.dan arya keluar habis mandi dengan telanjang dada,arya ingin mengambil pakaian dilemarinya.tanpa mengetuk pintu semua orang masuk ingin melihat keadaan andini.
Pak pratama melihat arya yang habis mandi dgn telanjang dada.
"Arya cepat pakai bajumu itu".tegas pak pratama
"Iya sabar ayah aku sedang mencari pakaian ku".menjawab dengan santai dan tidak memperdulikan semua orang melihat ia tidak memakai baju.
"Apa kau tidak punya rasa malu,disini ada keluarga pak herman".
Arya pun kesal dengan ayahnya dan langsung kembali ke kamar mandi untuk memakai baju.
"Huss,,,kau ini tidak bisa menjaga perkataanmu apa.disini ada pak pratama".jawab ella mengingatkan
Mendengar perkataan shintia.
"Siapa dia".tanya pratama menunjuk pada shintia
"Em...ini anak kami namanya shintia pak adik tiri andini".jawab ella gugup
"Owh,maafkan arya yah terkadang dengan sifat cuek nya itu sampai dia sengaja seperti tadi padahal disini sedang banyak orang".
"Oh tidak perlu dipikirkan pak,,,heheh".
"Kamu sih".sambungnya lagi ella berbicara pelan sambil menyikut shintia
"Memangnya apa salahku mah".cemberut
"Sudah diam".bentak ella pada shintia
"Apa sebaiknya kita panggilkan dokter yah.dari tadi andini tidak sadarkan diri".tanya clarissa
"Iya kau benar.sebaiknya suruh dokter datang kesini untuk memeriksa keadaan andini".jawab pratama
"Aduh gawat jangan sampai dokter datang kesini.kalau dokter tau pas meriksa andini dan dia lagi hamil,semuanya bisa gawat".gumam ella
"Eh...em...tidak perlu pak pratama,andini memang seperti ini dari kecil kalau dia kecapean sekali suka pingsan.dan pagi baru sadar,jadi nggak perlu dipanggilkan dokter pak,bu".ucap ella dengan sigap
"Owh,,,seperti itu yah.ia sih andini pasti sangat kecapean sekali,dari pagi sampai malam tidak berhenti".jawab clarissa
"I-iya bu jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan andini.saya yakin pagi dia akan sadar".
"Baiklah...kalau begitu lebih baik kita biarkan andini istirahat dan kita juga harus istirahat,besok acara resepsi andini jadi kita tubuh kita harus vit untuk esok hari.biar arya yang menjaga andini".
"Ia benar...ayo semuanya".jawab pak pratama
"Arya...berapa lama lagi kau akan diam dikamar mandi,keluarlah...".teriak pak pratama
Arya pun langsung keluar.
"Jaga istrimu baik-baik dia sedang tidak sadarkan diri,jadi kau harus disini bersamanya".
Tanpa basa-basi arya langsung menyetujuinya.
"Baik ayah".dengan terpaksa
Semua orang pun kembali kekamarnya masing-masing untuk tidur karena sudah larut malam.keluarga pak herman pun menginap tidur dikamar tamu.
Dikamar hanya ada Arya dan andini.dan tak lama kemudian pelayan datang.
"Maaf permisi den arya".sopan berbicara dengan arya dengan menunduk
"Ada apa?".tanya arya
"Saya diperintahkan nyonya besar untuk mengganti pakaian non andini,den".
"Yasudah lakukan saja".pergi memalingkan wajah kearah jendela dengan melihat bintang.
"Baik den".
Pelayan itu pun menghampiri andini dan segera menggantikan baju andini yang sedang tidak sadar.
10 menit kemudian pakaian pengantin andini sudah diganti dengan baju biasa oleh pelayan itu dan selesai.
"Saya sudah mengganti pakaiannya den,saya permisi".pergi
Arya langsung berbalik dan melihat kearah andini.
"Masalah sekarang adalah dimana aku harus tidur".ucap arya
Andini yang tertidur ditempat tidur arya,membuat arya bingung ia akan tidur dimana padahal arya sudah mengantuk sekali.
"gara-gara wanita kampungan ini,gue mau tidur aja susah.kalau gue tidur seranjang sama dia ogah banget.
Melihat sofa.
"Sudahlah tidur disofa saja".arya pun memutuskan tidur disofa langsung menuju sofa itu membaringkan diri.tak lama kemudian ia memejamkan matanya dan tertidur.