
"Pak bagaimana selanjutnya".tanya ella yg masih memperdebatkan andini
"Ayah akan mengeluarkan andini dari keluarga dan mengusirnya jauh-jauh dari sini".jelasnya herman
"Kau dengar sendiri kan andini.ups...maksudku kakak andini kau sudah dikeluarkan dari keluargamu sendiri".jelas lagi shintia yg meledeknya
"Hm...pak sepertinya nggak usah begitu deh.bukannya bapak sudah membuat perjanjian dengan pak siapa itu ibu lupa namanya".kata Ella
"Perjanjian...perjanjian apa dengan siapa".tanya herman
"Dulu bapak pernah bilang kalau andini sudah dijodohkan dengan anak teman bapak itu.dan ketika mereka sudah besar nanti kalian akan menikahkan mereka".mengingatkan
"Apa??perjodohan".gumamnya andink
"Mah...kok mamah jadi belain si andini sih".gerutu shintia
"Diamm,,,km liatin aja akting mmh".jelasnya dengan berisik
"Ihh...mamah".kesal
Mengingat "owh...iya ayah baru ingat sekarang.terus apa yg mau kita lakukan".tanya herman
"Bagaimana kalau andini kita nikahkan saja dengan anak teman bapak itu.pasti mereka setuju apalagi kan mereka sudah besar sudah pantas menikah.apalagi andini sedang hamil".kata ella
"nggak mungkin bu,mereka pasti mengurungkan niatnya untuk perjodohan ini dulu,dan susah menerima andini yg sedang hamil diluarnikah seperti ini".kata herman
"Ya itu gampang ayah.kita tutupin saja kebenarannya pasti mereka setuju.kalau mereka setuju dan menikah.setelah menikah 1 atau 2 minggu kita ungkapkan kalau andini sedang mengandung pewaris dari anaknya,dengan begitu mereka tidak curiga dan malah percaya kalau andini sedang hamil darah daging suaminya dan mereka secepat ini mendapatkan seorang cucu,bukannya orang bilang orang tua senang jika anak laki-lakinya menikah dan setelah itu menantu nya sudah mengandung".jelasnya ella.
"Ya...ya.ibu benar juga,apalagi mereka keluarga kaya raya dan ternama kita bisa memanfaatkan kekayaannya itu juga".kata herman
"Iya kan apa ibu bilang.jadi ayah setuju".tanya erika
"Ya pasti setujulah".jawabnya dengan senang
"Aku nggak setuju".andini
"Kenapa kau tidak setuju".tanya herman pada andini
"Ayah,aku tidak setuju dengan perjodohan dan perjanjian ayah ini.apa yg dikatakan ibu itu salah sama saja kita membohongi mereka.aku tidak mau dijodohkan biarkan aku melahirkan anak ini tanpa seorang ayah".kata andini
"Pokoknya kau harus setuju...setuju tidak setuju ayah tidak peduli yang terpenting kau harus menikah titik".tegas ayahnya
Perkataan ayahnya tadi membuat andini sedih,ia ingin terus memberikan pengarahan tapi ayahnya malah menyuruhnya untuk diam.dengan begitu andini pergi kekamar meninggalkan mereka begitu saja.
"Dan kau Shintia kenapa kau tidak setuju".tanya herman
"Aku tidak setuju karena tadi ayah bilang keluarganya sangat kaya raya dan ternama.aku juga ingin menikah dengan orang yang terpandang itu.bagaimana ayah bisa memberikan suami dari anak kaya raya dinikahkan dengan dia.aku tidak setuju,lebih baik aku yang dinikahkan dengannya".Gerutu shintia
"Shintia...shintia dengar nak,kamu pasti belum tau asal-usul mereka keluarga mereka,bagaimana kehidupannya dan sikap keluarganya".bicara ella lembut dan berusaha menenangkan
"Aku tidak ingin tau mah...pokoknya dia tidak boleh menikah dengan anak orang kaya itu".menunjuk andini dan keras kepala
"Dengar shintia apa yang dikatakan ibumu itu benar,Kehidupan keluarganya sangat keras pembantu saja mereka perlakukan tidak pantas sering kali mereka mendapat cambukan dari tuannya,dan ayah pernah dengar ada 2 anak nya yang sangat nakal karena kenakalan mereka juga para pembantunya sering mendapatkan amarah".jelas herman
"Oleh karena itu ayah tidak ingin kau masuk dalam keluarga mereka,bisa-bisa kau babak belur disana.dan profesimu sebagai artis dan model akan direnggut begitu saja kau tidak boleh bekerja itu lagi.sepanjang malam kau harus hidup dalam tatanan keluarga mereka".sambungnya
Mendengar perkataan ayahnya membuat shintia menelan salivanya.
"Kau dengar sendiri kan nak,itu sangat mengerikan ibu tidak mau kalau kau harus merubah cita-citamu hanya kau memaksa untuk menikah dengan anak keluarga mereka".ujar ella
"Iya ibu,tapi ayah kenapa ayah membiarkan andini maksudnya kak andini harus menikah dan masuk dalam keluarga mereka".tanya shintia
"Karena mereka kaya,kita bisa memanfaatkan andini keluarga mereka sangat terkenal jika kita menjadi besan mereka kita juga akan terkenal.ayah tidak peduli bagaimana andini disana apa dia disiksa atau bagaimana ayah tidak peduli".kata herman yg tidak peduli dengan andini
"Ayah yakin diluaran sana masih banyak orang kaya raya dan ada laki-laki yang menginginkanmu. lebih dari hidup andini".sambungnya
"Baik ayah kalau begitu aku setuju sekarang".mendengar perkataan ayahnya yang meyakinkan membuat shintia merasa senang.