Andini

Andini
05.Episode 5



Didalam kamar andini sendiri.tak lama kemudian ayah nya datang menemuinya.


"Ayah pasti ingin membujukku kan agar aku menikah dengan anak teman ayah".jawab andini yang sudah menduganya


"Itu kau tau sendiri,ayah ingin menjelaskan kalau ayah melakukan ini karena ayah sayang padamu".kata herman


"Apa ayah sayang padaku (tertawa) ayah mana yang sayang pada anaknya dengan melakukan perjanjian perjodohan dengan anak teman ayah itu pada anaknya sendiri,sama saja ayah menjual aku".ucapnya dengan nada getir


"Ayah tau nak tapi ayah terlanjur berjanji pada orang itu,apa yang dikatakan ibumu tadi itu ayah rasa benar".kata herman


"Selain aku ayah juga sudah membohongi keluarga mereka.aku tidak mau ikut dalam kebohongan ayah dan ibu.pepatah ada yang bilang sepandai-pandai nya tupai melompat ia akan terjatuh juga.bagaimana jika suatu saat mereka tau kalau aku sebenarnya hamil diluar nikah".


"Itu berarti tergantung dirimu melompat kalau kau pandai menutupi rahasiamu sendiri pasti tidak akan terbongkar".ucap herman


"Aku tidak tau jalan pikiran ayah bagaimana,aku sudah lelah mendengar ayah terus mendesakku".jawab andini


"Aku akan setuju jika aku tau apa maksud ayah menjodohkanku dan apa isi perjanjian ayah dengan teman ayah itu".sambung andini dan meminta ayahnya menjelaskan


"Baiklah kau juga sudah besar,kau harus tau yang sebenarnya juga".ucap herman menyetujuinya


"Ayah akan menceritakannya padamu,dulu waktu kau masih umur 9 tahun perusahaan ayah diambang kebangkrutan ayah tidak bisa membayar hutang perusahaan pada bank,tapi ada seorang yang membantu membayar hutang perusahaan ayah, disaat itu juga perusahaan ayah bangkit kembali sampai sekarang ini".jelas herman


"Tapi bukankah ayah tidak bisa membayar hutang ayah pada bank,bagaimana ayah bisa membayar hutang pada orang itu juga".tanya andini heran


"Ayah tidak membayarnya ayah tidak memiliki hutang lagi,malah orang itu sadar jika ayah tidak bisa membayar hutang ayah bagaimana mungkin ayah mengembalikan uangnya dalam 1 tahun.maka dari itu ia bertanya "apa kau mempunyai anak perempuan" ayah jawab "ya saya punya usia nya masih 9 tahun",lalu di menjawab "saya juga memiliki anak laki-laki yang usianya 11 tahun" yang mungkin usiamu sekarang kau 18 tahun dan dia 20 tahun".


"Lalu apa lagi".ucap andini heran


Dia menjawab:"aku sudah tahu kau tidak bisa mengembalikan uangku untuk membayar hutangmu padaku yg banyak itu dalam satu tahun"


Ayah:"maaf kan saya pak,tapi saya berjanji akan berusaha melunaskannya sebelum 1 tahun"


Dia menjawab:"kau tidak perlu berusaha,hutangmu padaku bisa lunas tanpa kau harus membayar"


Ayah:"bagaimana caranya"


Dia menjawab:"ketika anakmu sudah besar nanti kau harus menikahkannya dengan putraku,anggap saja kau membayar hutangmu dengan putrimu itu untuk mengabdi pada putraku nanti"


"Begitulah ceritanya disaat itu juga ayah menyetujui perjanjian itu,dan perusahaan ayah kembali bangkit sampai sekarang ini".kata herman


Dengan mendengarkan perkataan ayahnya membuat andini mendengarnya saja sedih dan kecewa pada ayahnya sendiri.


"Itu tandanya Ayah sudah menjualku kepada mereka".jawab andini dengan nada getir kepada ayahnya.


"Terserah kau mau bilang apa,yang terpenting perjanjian itu sudah tertulis dan tersetujui diatas matrai 6000.ayah tidak bisa mengelaknya lagi".kata herman tidak peduli.


"Baiklah ayah nasi sudah menjadi bubur,sesuai perjanjian ayah dengan mereka aku rela menyerahkan diriku untuk mengabdi pada mereka.aku setuju".kata andini dengan pasrah


"Ya baiklah ayah senang mendengarnya kalau begitu ayah akan menemui teman ayah itu sekarang".jawab herman senang dengan langsung pergi ketika mendengar andini menyetujuinya


Saat ayahnya pergi ia tidak bisa membendung air matanya lagi.tangis pun keluar.dan rasanya ia rindu dan ingin menyusul ibunya di syurga.


"Andai saja ibu masih hidup,,,pasti ibu akan membela dan memelukku membuatku merasa tenang,sekarang aku benar-benar sendiri tidak memiliki teman untuk menyurahkan isi hatiku.ibuuu bawa aku pergiii...".kata andini yang sedih dan terus menangis