Andini

Andini
03.memalukan



1 minggu kemudian...


Andini melamun dikasurnya sambil memeluk bantal.dan tiba-tiba ia mual dan ingin muntah.ia terus menahannya tapi mualnya itu tidak dapat terbendung lagi,andini pun lari ke toilet untuk memuntahkannya.dan setelah selesai memuntahkannya beberapa kali andini sangat lemas dan disertai pusing.


"Apa yang terjadi denganku".tanyanya


"Akhir-akhir ini aku merasa tidak enak badan apa mungkin aku sakit".terusnya


Dan tak lama melintas dipikiran andini kalau dia hamil.


"Nggak...nggak mungkin kalau aku hamil.nggak mungkin".tidak menerima kalau dia hamil


Dan andini teringat sesuatu bahwa 2 hari kemarin seharusnya 1 bulannya datang.tetapi sudah 2 hari melewati batas seharusnya datang.


"Nggak mungkin kalau aku hamil.aku nggak mau ini sampai terjadi".andini pun bangkit dan segera pergi ke apotek untuk membeli test pack.


Test pack pun sudah ia beli dan andini segera pulang untuk mengeceknya.dia pun langsung mengeceknya dan menunggu beberapa menit dengan perasaan was-was.


2-3 menit pun berlalu andini langsung melihat test pack dengan pelan-pelan dan ketika ia melihatnya ia terkejut dan hasilnya POSITIF.


"Nggak...ini nggak mungkin".terduduk dan tidak bisa menerima kenyataan test pack itu terjatuh tanpa andini sadari,dia masih menangis dengan frustasi.


"Aku nggak mau, apa kata orang-orang nanti.kenapa tuhan...kenapa sejak kecil aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan padaku sedikit saja.hanya sedikit kau pun tak pernah membuat aku senang".menangis keras


Dirumah sedang tidak ada siapa-siapa,shintia dan ibunya sedang syuting di luar kota dan bi sumi pergi kepasar,apalagi ayahnya ia sibuk bekerja di perusahaannya.disaat itu andini benar-benar sendirian


Dengan terus menangis membuat andini tertidur.dan ia bangun esok harinya.


~PAGI~


Hari minggu...shintia dan ella sudah pulang dari mengantar shintia syuting diluar kotanya.


"Aduh kemana lagi tuh anak...bukannya beres-beres.kayaknya dia enak-enakan tidur ".gerutunya bu ella sambil naik keatas menuju kamar andini


"Andini...andinii".panggilnya


Tapi andini tidak mendengar kata-kata apapun dia masih tertidur dengan sangat lelap.


Membuka pintu


"ya allah...ini anak bukannya bersih-bersih malah enak-enakan tidur disini yah".marah


"Heh andini...bangun lo".geram bu ella sambil menendang andini denganĀ  kaki dan kasar padanya yg sedang tidur.


Tapi tendangan sekeras itu tidak membuat andini bangun.


"Ya allah ini anak...mati kenapa sih,,,heh andini".sangat geram dan ingin menyeret andini tapi tak sengaja ia melihat test pack dilantai dan ella pun mengambilnya.


"Test pack siapa ini".mengambilnya


"Apa jangan-jangan andini hamil".terkejutnya


"Kalau iya ini sudah memalukan.heh andini bangun dasar anak kurang ajar".menendang-nendang andini dan menjambak rambutnya


Dan baru andini sadar.


"Aww,,,sakit bu,,,sakit".suara andini dengan nada lemas dan wajahnya pucat pasi


"Apa ini heh".kata ella dan tidak melepaskan jambakannya dan menunjukkan sebuah test pack


Terkejut "i-itu...i-tu".berusaha menjawab


Tanpa mendengar penjelasannya ella pun menyiksa andini.karena ella tau kalau anak tirinya sedang mengandung.


"Dasar anak kurang ajar yah...Dimana harga dirimu.kau sangat memalukan".menjambak rambut andini dengan keras


"Sakit bu,,,sakit".menahan rambutnya sambil menangis


"Ayo ikut...".menyeret andina


Mendengar keributan Shintia dan Ayahnya pun keluar.


"Ada apa ini bu".tanya pak herman ayahnya andini


"Lihat ini saja pak".memberikan test pack


Pak herman pun langsung melihatnya.dan terkejut melihat hasilnya.


"K-kau hamil".tanya herman terbata-bata.


"Maafin andini ayah...andini juga tidak mau ini terjadi".sambil menangis


"Dalam keadaan seperti ini kau masih saja bisa menjawab.dasar anak yang tidak tau diri,kau sudah memalukan keluargamu sendiri.apa kau tidak memikirkan harga dirimu sendiri".marah herman


"Maaf ayah aku juga tidak mengerti kenapa ini semua bisa terjadi".sambil menjawab dengan menangis.


"Lalu bagaimana ini ayah,,,mah.popularitasku sebagai artis dan model terkenal bisa-bisa hancur begitu saja karena kesalahan kakak ini".potongnya shintia


"Kamu yang sabar ya shintia anak mamah yang paling cantik.mamah yakin kamu akan tetap jadi artis terkenal".kata ella membujuk shintia


"Tapi bagaimana caranya mah...pasti kebohongan ini nggak akan bisa tertutupi".kata shintia


"Pak kamu mau ngelakuin sesuatu gitu,lihat nih anak kamu shintia masa nanti popularitasnya hilang gara-gara anak kamu yg satu ini".pintanya ella


"Ya kamu benar,Shintia adalah anak yang baik diusianya yang terpaut 2 tahun denganmu sudah bisa menghasilkan uang.tapi kau Andini yang lebih tua dari shintia malah menghasilkan malu".bentak dan jelasnya herman pada andini.


Perkataan ayahnya itu membuat andini menangis tertunduk dan langsung sakit hati.sedangkan shintia dan ella mereka tersenyum sinis.