
KISAH dimulai ketika andini masuk kuliah...
"Andini,,,?"panggil seorang lelaki
Andini mendengar ada orang yang memanggilnya ia pun langsung membalikkan badan dan meliriknya.
"Maaf,,siapa yah".jawab andini heran karena belum tahu laki-laki itu siapa.
"Kamu belum kenal aku yah,Aku senior kamu.kenalin aku Ansel Nitcholas".sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Oh kak Ansel,maaf kak tadi aku nggak tau siapa kakak.dan aku,,,".menjabat tangannya.sebelum menjawab namanya Ansel langsung memotongnya.
"nama kamu Andini fela agesti kan".jawab ansel
"bagaimana kak ansel bisa tau nama aku bahkan kepanjangannya dia juga tau.padahal kita baru saling bertemu".
Guman andini bertanya-tanya
"Iya kak".jawab andini tanpa ingin memperpanjang masalah namanya
Andini pun langsung melepaskan jabat tangannya dengan Ansel.
"Maaf kak ansel,ini sudah sore saya harus pulang,,,permisi".beranjak pergi
Baru saja andini berjalan 1 langkah.Ansel malah menghentikannya.
"Tunggu".menghentikan andini
Andini pun memberhentikan langkahnya dan berbalik lagi.
"Ada apa ya kak".tanya andini
"Maaf kalau aku lancang,boleh tidak aku mengantarmu".tanya ansel
"Em...tidak perlu kak,aku sudah biasa naik angkot.lagi pula tidak baik jika kakak terlalu dekat dengan saya.kakak pasti sudah tau tentang cerita saya".
"Ya,kau adalah mahasiswi yang pintar dan mendapatkan beasiswa disini sampai lulus kuliah".
"Bukan...bukan itu kak,,,tapi soal saya cupu dan tidak menarik.makannya saya sering dibully".menjelaskan kenyataan
"Gadis ini memang lugu dan juga cupu".gumam ansel
"Alah kamu nggak usah dengerin perkataan mereka,aku nggak peduli.Kamu mau yah".
"Hm...gimana ya kak".bingung
"Udah nggak papa,aku nggak bakalan berbuat jahat kok sama kamu".memaksa
Andini pun bingung dengan ajakan ansel.karena dia tidak mengenal sikap dan sifatnya ansel,malahan baru saja dia bertemu.
"Bagaimana yah,apa aku harus menerima ajakan kak ansel,tapi aku takut.tapi kayaknya dia orang yg baik dan tutur katanya pun sangat sopan".gumamnya
Dan andini pun memutuskan.
"Yaudah kak,saya mau".jawab keputusannya
"Nah gitu donk,,ayo mobilnya ada disana".ajak ansel sambil berjalan dan andini mengikuti langkahnya.
Andini pun sedang berada dimobilnya ansel yang mewah itu untuk diantarkan pulang.
"Bener kata orang dia ini cupu dan juga lugu...nggak salah gue".gumamnya dan senyum sinis
Didalam mobil pun sangat hening.dan ansel terus melajukan mobilnya,tapi ansel melewati jalan kearah rumah andini.tapi ia sengaja tidak bertanya pada andini dimana rumahnya.
"Maaf kak,,,jalan kearah rumah sudah terlewat.seharusnya tadi belok kanan".suruhnya
"Owh,belok kanan yah.tidak papa tidak perlu putar balik,jalan kesini bisa saja dan lebih dekat aku tahu setiap jalan.jadi kau tenang saja".jawab ansel berbohong dan melanjutkan perjalanannya.
"Owh begitu ya kak,saya baru tau kalau ada jalan pintas".jawab andini dengan begitu lugu dan polosnya ia tidak curiga sama sekali dan langsung mempercayai perkataan ansel.
~DITEMPAT KULIAH~
"Kemana tuh si ansel,ngilang gitu aja".tanya malik
"Iya,,,dari tadi gue nggak liat batang hidungnya.apa dia udah pulang duluan".jawab daman
Sedangkan arya tidak menjawab sama sekali pertanyaan malik dan daman tentang ansel.dia hanya diam saja.
Ansel,Arya,malik,daman adalah geng.geng nya bernama fantastic four mereka sangat terkenal di tempat kuliahnya karena mereka semua adalah anak dari keluarga kaya raya.para mahasiswi sangat mengagumi ketampanan mereka terutama ansel dan arya.
"Yaudahlah,kita juga pulang deh".ajak malik
"Yaudah,ayo.gue juga pengen cepet-cepet pulang nih".daman
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang.sedangkan arya hanya diam dan mengikuti kedua temannya saja.
~DISISI LAIN~
Andini pun masih bersama ansel,hari pun sudah mulai gelap dan ansel masih setia melajukan mobilnya.dengan sikap ansel tidak membuat andini merasa curiga terhadap ansel.tapi ketika ansel memberhentikan mobilnya disebuah tempat yang dipinggirnya rumah kosong membuat andini bertanya-tanya.
"Loh kak kok berhenti disini,ini bukan rumah andini".tanyanya polos
"Ahh udah jangan banyak tanya".seketika sikap nya berubah dan berbicara sangat tinggi.dan pada saat itu juga ansel langsung memegang dengan paksa andini agar mau keluar dan ikut bersamanya.
Sedangkan andini dia terkejut dan langsung ketakutan
"Kak...kakak mau ngapain.kenapa kakak tiba-tiba jadi gini.aku nggak mau kak anterin aku pulang sekarang juga kenapa kita ada disini.dan kakak kenapa".memberontak tidak mau dibawa dan ketakutan.
"Udah lo diem aja".membuka pintu mobil dan membawa andini masuk ke rumah kosong itu di waktu yg sudah gelap.
"Kak lepasin,,kakak mau apa.aku nggak mau ada disini.ternyata kakak jahat".air matanya sudah keluar ditambah ia ketakutan dan terus memberontak ingin lepas dari cengkraman tangan ansel yang terus menyeretnya dibawa masuk rumah kosong itu.
Dan ansel pun sudah membawa andini masuk kedalam rumah kosong itu.saat itu juga ansel langsung mendorong andini dengan keras hingga andini tersungkur jatuh.dan ansel menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat.
Andini dia menangis ketakutan dia tidak tau apa yg ingin ansel lakukan padanya.dia berharap tuhan menolongnya.
"Ya tuhan,,,ntah apa yg ingin dilakukan kak ansel saat ini.aku berharap tidak terjadi sesuatu denganku dan kau melindungiku saat ini".doanya dalam hati sambil air mata yg terus mengalir
Ansel pun terus berjalan mendekati andini dengan penuh nafsu,sedangkan andini dia mundur merangkak ketakutan yg melanda dirinya.
"Kak tolong jangan lakukan sesuatu padaku".permintaannya dengan nada sendu
Tanpa menjawab dan tanpa memperdulikan andini.ansel terus berjalan mendekat dengan penuh nafsu.dan andini terus mundur dengan melihat ansel dengan waspada,dan saat itu andini sudah
Bentrok menempel dengan dinding tembok dan semakin membuatnya ketakutan.
"Hahahahah,,,,mau lari kemana lagi kamu heh".dengan suara tinggi
"Jangan kak,andini mohon".masih menangis
Tanpa menunggu lama ansel pun langsung mendekati tubuhnya dengan tubuh andini.lalu ******* bibir andini dengan nafsu dan lidahnya menari dimulut andini.membuat andini kelabakan dan kehilangan nafas.
Disaat itu andini hanya menangis dan berusaha melepaskannya tapi ansel mejepit badannya dengan sangat kuat sehingga andini tidak kuat untuk melepaskan ansel.dan andini pasrah begitu saja.dan saat itulah ansel melakukan pel****an pada andini lebih dari tadi yang tidak seharusnya dilakukan.