Andini

Andini
10.Episode 10



Waktu pun berlalu dengan cepat tidak terasa sudah mulai pagi.andini dan arya dibangunkan pukul 04.00 pagi dimana arya yang tidak biasa bangun di jam segini susah dibangunkan.sedangkan andini ia langsung bangun sendiri karena sudah terbiasa dia bangun dijam 04.00.


"Arya cepat bangun,kau harus siap-siap nak".kata clarissa membangunkan arya


"Ah,ibu ini masih malam,aku masih mengantuk,jangan bangunkan aku".jawab arya suara mengantuk dengan masih mata tertutup


"Ayo cepat bangun,sebelum ayahmu marah,apa kau tidak ingat ini hari apa dan apa yang akan kamu lakukan".sambil mengganggu arya yg sedang tertidur


"Memangnya apa?.sudah bu beri 5 menit lagi saja aku masih mengantuk,setelah ibu bangunkan aku lagi".


Ibu nya pun membiarkan arya tidur 5 menit lagi.sikap arya memang dingin dan cuek tapi ia sangat manja pada ibunya.


~DIRUMAH ANDINI~


dari pukul 04.00 andini sudah bersiap-siap lalu didandani oleh tata rias.


"Ibu hari ini aku akan menikah,tapi aku tidak tau ibu apa pernikahan ini benar aku merasa berdosa pada keluarga mempelai bu,karena pernikahanku membawa kebohongan dariku.saat ini aku sedang hamil,aku sendiri tidak ingin menerima ini,tapi ayah sudah menjualku sejak kecil,andai ada ibu disini ibu akan melihatku menikah secara langsung.tapi untuk apa ibu melihat ini ibu pasti malu mempunyai anak yang hamil diluar nikah sama seperti ibu tiriku,ibu diatas sana doakan aku ya semoga pernikahan ini bertahan lama dan mereka bisa menerima anak ini".gumam andini sambil ditata rias


"Mba knp kelihatannya sedih.mba nggak suka yah dijodohkan".tanya salah satu tata rias


"Pernikahan dijodohkan tanpa dasar cinta memang menyakitkan mba,dan menikah dengan orang yg tidak kenal aku kita cintai terkadang membuat diri kita sendiri selalu bertanya kenapa kita harus menikah dengan cara seperti itu...mba yang sabar yah".sambungnya


"Nggak kok,,,saya nggak sedih.cuman saya ingat ibu saya yang sudah meninggal".jawab andini


"Owh,,,kalau begitu saya minta maaf mba.saya nggak tau,mba nggak perlu sedih pasti ibu mba diatas sana ikut senang karena anaknya mau menikah".


"Malahan aku tidak tau ibu senang atau tidak atas pernikahan ini,aku rasa ibu malah malu dan sedih.anaknya menikah tidak normal ia sedang hamil dan malah menyembunyikannya".gumam andini dengan sedih


"Iya terima kasih".jawab andini pada tata rias dengan berusaha tegar


Hampir 30 menit andini ditata rias pengantin.dan 30 menit itu juga Arya masih belum bangun,dan sekarang bukan ibunya tapi ayahnya yang membangunkan arya.


Sesampainya dikamar arya pak pratama langsung membangunkan arya dengan kasar,ia menendang arya yang sedang tertidur pulas sehingga arya jatuh dari atas kasur,dengan itupun arya terkejut dan langsung bangun.


"Ayah,,,".kejut arya dan langsung berdiri kesal pada ayahnya tapi ia menurutinya


"Cepat bersiaplah".kasar dan cuek ayahnya dengan menyuruh arya cepat bersiap.


"Baik ayah".sambil menganggukkan kepala dan wajah datar


Arya pun siap-siap mandi,setelah itu memakai baju pengantin laki-laki yang sudah disiapkan ayahnya lalu di tata rias seperti pengantin laki-laki oleh seorang tata rias.


Selain arya dan andini,,,semua orang dari keluarga andini atau arya sedang bersiap-siap.seperti pak herman terutama bu ella dan anaknya shintia sedang berdandan dan didandani oleh tata rias juga.


Di rumah arya,pak pratama dan bu clarissa juga sedang bersiap-siap semua beserta para pembantu dan pelayan dirumah mereka,sehingga semuanya sibuk mempersiapkan diri atas pernikahan arya.terkecuali 2 anaknya yang sedang ada diluar negeri arfan berkuliah di dubai baru saja masuk kuliah sedangkan safira anak ke 3 dia Belajar SMA di dubai juga.Arfan dan safira tidak mengetahui jika arya kakak mereka akan menikah tidak ada yang memberitahu mereka jadi mereka tidak pulang.


~DIRUMAH ANDINI~


"Shintia bagaimana dengan penampilan ibu?".tanya ella sambil berputar


Karena sibuk dan bingung masih memilih baju yang akan dikenakan shintia cemberut dan menghiraukan ibunya.


"Ibu tanya kau tidak menjawabnya,,,ada apa sih".tanya ella


"Ibu tolong bantu aku,baju mana yang harus aku kenakan,aku juga tidak ingin kalah cantik dari andini dipesta pernikahannya nanti,aku ingin melihat semua para tamu terpesona melihat penampilanku".kesal shintia


"Memangnya mana saja baju yang ingin kamu kenakan".ella


"Aku sudah memvotingnya dan sudah mendapatkan 2 baju yang menurutku bagus,ada gaun ini yang berwarna maroon dan satu lagi bewarna biru muda aku suka kedua tapi yang mana".ujar shintia


"Hemm...karena sekarang ibu memakai baju bewarna merah maroon juga terus ayah memakai jas hitam,gaun andini berwarna putih dan kau sama saja seperti ibu yang warna merah maroon saja.supaya kita apa itu namanya kata orang.em... koper".


"Koper...couple bu bukan koper,memangnya ibu ingin mengemas baju".shintia membenarkan


"Owh iya itu maksud ibu...heheh".


"Awalnya sih aku ingin memakai baju yang ini juga.dan kalau ibu juga menyarankan,yaudah aku pakai yang ini".


Shintia pun memutuskan memakai baju yang berwarna maroon.dan langsung bersiap-siap.



D


an shintia menganggapnya sangat cantik dengan penampilan baju maroon dan gaya rambut sanggul modern.



Yang membuat shintia percaya diri dan merasa paling cantik.yakin semua orang akan terpesona melihatnya nanti.


*Pukul 06.00*


Andini sudah selesai didandani dan sudah memakai gaun pernikahan berwarna putih yang mewah dan panjang,ia pun sangat kesusahan memakainya sehingga dibantu oleh para tata busana.


"Gaunnya mewah sekali pasti harganya sangat mahal,kenapa harus mewah padahalkan pernikahan ini perjodohan". Gumam andini



Dan andini sudah siap dan selesai juga terlihat sangat cantik mempesona tidak seperti biasanya penampilannya yang sederhana dan juga cupu.ia tinggal berangkat dan menunggu mobil pengantin yang menjemputnya menuju gedung pernikahan