Andini

Andini
07.Episode 7



Hari pun sudah berganti menjadi senin dan andini mulai kembali kuliah.


Didalam perjalanan menggunakan angkutan umum andini melamun.


"Kenapa ayah tidak menanyakan siapa orang yang menghamiliku,bukannya mencari siapa orangnya dan menikahkannya dia malah menikahkan aku dengan laki-laki lain.Tapi aku juga tidak mau kalau aku harus menikah dengan kak ansel dia sudah memberi peringatan padaku juga agar aku tidak memberitahu pada siapa pun,percuma saja aku memberitahu kalau aku hamil pasti dia malah menghina dan menolaknya padahal ini kesalahannya sendiri".gumamnya didalam angkutan umum.


"De ini sudah sampai apa ini tempat kuliahnya".tanya supir angkot


Tersadar dan melihat "iya ini tempat kuliahku.terima kasih".sambil turun dan membayar


Andini pun langsung masuk ke universitas.


~DIKORIDOR~


Arya masih melamunkan perkataan ayahnya kemarin 1 hari lagi adalah pernikahannya.


"Hey bro,,,".daman yang mengkagetkan arya yang sedang melamun sambil menepuk pundaknya


Arya pun langsung tersadar dan kaget


"Hahah...kenapa lo arya ngelamun aja lo.pengen kesambet lo".kata daman


"Tidak papa,,,Gue masuk dulu".jawab arya yang dingin dan langsung pergi masuk kelas".


"Kenapa tuh si arya".tanya malik


"Nggak tau gue juga bingung kenapa".daman


"Nggak Ansel,,,nggak Arya ngelamun aje kebanyakannya".malik


"Hahahah...heh bro jangan ngelamun lo".kata malik yang melihat ansel juga melamun


"Siapa juga yang ngelamun,,,gue ke toilet sebentar".ansel pergi


"Ah nggak seru...ayolah masuk aja".ajak daman pada malik


Daman dan malik pun masuk.


Dikoridor Andini berjalan dan ingin masuk kelas dengan menunduk,dan disisi lain ansel berjalan juga dan mereka berlawanan arah.


Karena sama-sama berjalan menunduk tidak ada satu pun yang melihat dan tidak ada yang menyadarinya.dan pada akhirnya pertemuan pun tidak bisa dihentikan mereka saling bertabrak dan ansel menabrak andini sehingga andini terjatuh.


"Aduh...".ucap ansel terkejut


"Aww,,,".sebut andini ketika terjatuh,dan rambutnya menghalangi wajahnya.


"Maaf...maaf aku tidak sengaja.Ayo gue bantu".kata ansel yang tidak tahu menahu itu andini


"Ti-tidak papa,,,aku bisa sendiri".andini pun bangkit sendiri dan terkejut melihat ansel ketika menyingkirkan rambut yang menghalanginya.sama seperti ansel ia pun terkejut.


"Andini??...lo bisa jalan nggak sih,owh apa lo sengaja nabrakin lo ke gue biar lo dapet perhatian dari gue".kata ansel yang tegas, membuat andini benci dan jijik pada ansel.


Andini memendam amarah wajahnya sudah memerah dan matanya berkaca-kaca.dan tiba-tiba andini tidak sengaja mual dihadapan ansel.andini berusaha menahannya tapi mualnya terus keluar beberapa kali.


"Kenapa lo..."tanya ansel heran


Tanpa menjawab Andini pun berlari pergi begitu saja ke toilet.


Melihat andini pergi berlari menahan mualnya membuat ansel kebingungan bertanya-tanya.


"Kenapa...apa dia lagi sakit".herannya


"Ah...ngapain juga gue urusin memangnya apa peduli gue dia sakit atau nggak".sambungnya lagi.


~DIRUMAH PAK HERMAN~


Pak pratama datang tanpa kabar kerumah pak herman.


Sesampainya dirumah pak herman.pratama langsung mengetuk pintu,dan pak herman yg sedang bekerja dirumah langsung membukakan pintunya.


"Pak pratama...kau datang kenapa tidak mengabariku dulu.mari silahkan masuk pak".kata herman


Pak pratama pun masuk.


Pak pratama pun duduk.ella pun turun dan terkejut melihat pak pratama.


"Eh...pak pratama berkunjung kerumah".ucap Ella istri herman


Mereka pun duduk.


"Ingin minum apa pak".sambung ella


"Teh saja".jawab pratama


"Bi...bibi,buatkan minum teh".teriak ella


"Baik nyonya".jawab dari dapur


"Heheh...maaf pak saya teriak-teriak".


"Tidak papa".


"Ada apa pak.anda datang kemari".tanya herman


Bi sumi pun mengantarkan minum teh dan menyajikannya kepada semua,lalu kembali kedapur lagi.


"Saya kemari hanya ingin mengingatkan bahwa besok adalah hari pernikahannya putraku sudah menyetujuinya apa  kalian tidak lupa tentang ini".tanya pratama


"Tentu saja tidak pak".ucap herman dan ella


"Baguslah...dari kemarin saya sudah menyiapkan semuanya dari gedung pernikahan,resepsi,kartu undangan,makanan dan semua nya sudah diatur oleh asisten saya.dan akan dilaksanakan dengan meriah,sekarang dimana Andini".


"Wah...andini sedang kuliah pak".jawab Ella


"Kenapa dia kuliah seharusnya dia istirahat sekarang,besok kan adalah hari dan acara yang panjang untuknya,panggil dia cepat pulang dan izin tidak perlu kuliah".perintah pratama


"I-iya baik pak...bu ayo suruh andini pulang".kata herman


"Iya baik pak".pergi untuk menelpon.


"Aku juga akan menyuruh arya untuk pulang dan menyuruhnya untuk kemari".berdiri ingin pergi menelpon


"I-iya silahkan pak".masih duduk


~DILUAR~


Menelpon arya


Mengangkatnya "Ada apa ayah".jawab arya


"Em...nak tolong kau segera pulang dan izin untuk tidak kuliah sampai beberapa hari kedepan,dan ayah sudah mengirimkan share lokasi datanglah langsung kemari".


"Tapi ada apa ayah".


"Sudah kau datang saja,,,ayah tunggu".langsung menutup telepon


"Ayah ini kenapa".langsung menuruti ayahnya dan pergi keruang dosen untuk izin tidak kuliah untuk hari ini sampai beberapa kedepan.


Sama halnya dengan Andini ibu tirinya menelpon dan menyuruhnya untuk segera pulang.sama seperti arya awalnya andini bertanya-tanya kenapa harus pulang tapi ia juga langsung setuju.dan pergi langsung keruang dosen untuk izin pulang sampai beberapa hari kedepan,dan andini izin lebih dulu dibanding arya dan ketika arya baru sampai andini sudah mendapatkan izin dan pergi keluar berjalan kearah berlawanan.jadi mereka tidak saling bertemu.


Arya pun masuk.


"Arya ada apa?ini sudah jam pelajaran kau masih ada disini".kata dosen ketika melihat arya


"Maaf pak,,,tapi saya kesini ingin ayah meminta saya izin untuk pulang dan tidak masuk sampai beberapa hari kedepan,apa bapak mengijinkannya".pinta arya


"Ada apa ini baru saja ada mahasiswi yang izin sama hal nya sepertimu.baiklah saya izinkan kebetulan kau adalah anak dari pendonatur universitas ini makannya saya ijinkan km,kalau tidak saya tidak akan mengijinkan mahasiswa/siswi izin lebih dari satu".tegas dosen


Mendengar ada orang yang sama sepertinya arya pun bingung.


"Baiklah pak terima kasih".pergi


Arya dan andini sama-sama berjalan dikoridor tapi dikoridor yang berbeda menuju luar universitas.andini menunggu angkutan umum dan arya menuju parkiran kuliah mengendarai mobil mewahnya.