Andini

Andini
02.peringatan



Andini pun pulang sangat malam dengan pakaian yg tak karuan dan rambut acak-acakkan.tak ada yang memperdulikannya semua keluarganya sudah tertidur jadi tidak ada yang tahu. Itu juga membuat andini tenang karena tidak ada yang tau apa yang sudah terjadi pada dirinya sehingga dia dapat menyembunyikan kebenaran apa yg sudah terjadi.


Dia pun berjalan menuju kamar dengan tatapan mata kosong.


Setelah dikamar ia langsung kekamar mandi dan membersihkan dirinya malam-malam di atas pancuran shower dengan air yg dingin.


Andini menggosok-gosok badannya dan bibirnya dengan mengingat kejadian itu oleh ansel.


Andini semakin frustasi dan kesal kenapa ini terjadi padanya, dia pun terus menggosok-gosok badan dengan kasar dan tidak memperdulikan apapun sambil menangis.


"Kenapa ini terjadi padaku.kau jahat...".terduduk diatas pancuran shower air dingin,dengan menangis keras.


Tangisan andini yang keras tidak membuat keluarganya risih sekalipun mereka masih tertidur lelap tidak ada yg bangun siapapun itu,pembantu,ayah,ibu,dan adik tirinya pun seolah-olah seperti orang terbawa alam sadar.


Disaat itu andini merasa sangat kesepian.


~PAGI~


hari pun sudah pagi dan semalaman andini tertidur didalam kamar mandi dengan keadaan basah dan kedinginan,tapi dia tidak sakit sama sekali.


Semua keluarganya pun sudah bangun dan bersiap melakukan aktifitasnya masing-masing.


Dan setelah itu semua keluarga sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.sedangkan andini dia masih bersiap-siap kembali kuliah dengan pikiran masih membayangkan kejadian kemarin.


"Non,?".panggil bibi sumi pembantu asisten rumah tangga dirumah andini.


Seketika membuat andini sadar dalam lamunanya.


"Bibi".sambil menghapus air matanya


"Non,,,ada apa?kelihatannya non bibi liatin melamun terus".tanya bibi


"Tidak ada apa-apa bi.sarapannya sudah siap yah,aku akan turun".dengan tegar mengalihkan pembicaraan dan berjalan turun kebawah menuju meja makan.


"Mah kok dihabisin sih,bukannya si andini belum makan".tanya Shintia adik tiri andini yg tidak sopan menyebut kakaknya dengan andini saja.


"Alah nggak usap dipikirin,suruh siapa nggak turun-turun.udah makan aja,dia nggak butuh makan kali".jelas Ella ibu tiri andini sambil makan


Tertawa "iya mamah bener juga yah,,untung ayah udah pergi kerja jadi kita bisa makan puas".ucap shintia


"Tapi kamu nggak boleh makan banyak harus atur pola makan kamu,kamu kan model dan artis terkenal.apa kata orang kalau kamu gendut".ucap ibunya


"Yaelah mah makan ini nggak boleh makan banyak nggak boleh".merengek


Andina pun sudah sampai dimeja makan dia melihat semua makanan di meja sudah bersih habis tidak ada yang tersisa sebuah roti pun tidak ada,padahal dia sangat lapar.


"Ngapain lo,makanannya udah habis udah sana pergi".bentak shintia


Tidak nafsu untuk menjawab andini pun langsung pergi begitu saja dengan perut yang kelaparan.


"Kenapa tuh orang,,,nggak biasanya".ujar shintia


"Kasihan non andini pasti dia lapar,disini malahan enak-enakan nyonya sama non shintia makan.padahal hari ini bibi masaknya banyak.tapi nggak ada yg tersisa buat non andini".gumam bi sumi yg melihat andini pergi begitu lemas


~DIUNIVERSITAS~


"heh sel,Lo kemarin kemana tiba-tiba ngilang gitu aja".tanya malik


"G..gue...gue.kemarin buru-buru nyokap sama bokap suruh gue cepet pulang.sorry yah nggak ngabarin kalia bertiga".menjawab dengan gugup dan menstabilkannya dan katanya yang bohong dari kenyataan


"Oh kirain lo kenapa bro,,,".kata malik


"I-iya".jawab ansel dengan gugup


"Yaudah kita masuk ar,man".kata malik sambil mengajak arya dan daman


"Kalian masuk aja duluan,Gue mau ngaso dulu sebentar".jawab ansel


"Gile ngaso teruss...".canda daman


"Yaudah kita masuk".jawab malik


Mereka pun masuk,sedangkan Ansel masih diluar.


Tak lama kemudian Andini pun sudah sampai di kampus dan masuk berjalan sambil menundukkan kepalanya.


Ansel yang sedang duduk-duduk dengan tenang melihat Andini yang baru datang,dia langsung menghampiri andini.


"Heh,,,cupu".kata ansel yang menyakitkan andini


Andini pun terkejut melihat ansel dan ketakutan berada didekatnya.


"Ma-mau ngapain lagi".jawab andini sembari ketakutan


Ansel meraih tangan dan memegang tangan andini dengan paksa dan menariknya membawa ke tempat yang sepi.


"Lepasin...lepasin".memberontak


Sampai ditempat yang sepi dimana tidak ada mahasiswi/mahasiswa disana,ansel pun langsung melepaskan tangan andini dengan kasar.


"Aww".memegang pergelangan tangannya yang memerah karena tarikan dan pegangan ansel yg kuat


Melihat tangannya "alah nggak usah lebay deh lo".kata ansel


"Gue kesini mau peringatin lo.jangan pernah lo katain ke semua orang dan jangan ngebongkar rahasia gue kesiapapun atas apa yg gue buat ke lo kemarin".terusnya dengan kasar


Ketika sudah mengatakan itu pada andini,ansel pergi begitu saja.dan andini masih menahan sakit hatinya atas apa yg dikatakan ansel tadi.


"Demi kehormatanku yg sudah hilang satu aku sendiri tidak ingin membuat kehormatan orang lain hilang karena kesalahannya sendiri.aku merelakan kehormatanku demi kehormatan orang lain".dengan nada sendu dan air mata yang tidak bisa terbendung.


Lalu andini menghapus air matanya dan berjalan untuk masuk ke kelas karena pelajaran akan segera dimulai.