
Pukul 05.00 andini pun tersadar dan bangun.sambil bangun ia melihat ia sedang tidur diranjang seseorang dan melihat kamarnya berbeda.
"Dimana ini".tanya andini yang masih lemas
Ketika andini bangun Arya yang sudah bangun di awal dan langsung kekamar mandi di kamarnya ia baru selesai mandi langsung keluar dan melihat andini sudah bangun.
"Sudah bangun kau rupanya,bagaimana tidurmu apakah nyenyak.bagaimana tidak kau tidur dikasurku ini sedangkan aku pemiliknya malah tidur disofa".sinis arya
Mengingat kemarin kalau andini pingsan.
"Jadi semalam aku tidur dikasurnya arya,dan ini sebabnya dia marah padaku dan menyindirku".
"Maaf,,karena aku kau jadi tidur di sofa.aku berjanji tidak akan tidur dikasurmu lagi".
"Baguslah jika kau sadar kalau kau tidak pantas tidur denganku".
"I-iya".sambil menunduk
Ketika andini ingin pergi untuk mandi,ia terkejut pakaiannya sudah diganti.andini heran siapa yang menggantikan baju pengantinnya itu ketika sedang tidak sadarkan diri.
Arya pun yang melihat andini.langsung mengetahui apa yang sedang dilamunkan andini
"Ada apa?kau heran kenapa bajumu sudah diganti!".tanya arya
"I-iya,apa kau...".sambil menunduk.tanpa melanjutkan pertanyaannya karena arya langsung memotong pertanyaan andini.
"Pelayanku yang menggantikan pakaianmu semalam itu.kau berpikir aku yang menggantinya.jangan berharap!!sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu".ucap arya tegas dan langsung pergi kebawah untuk sarapan
Perkataan arya membuat andini ingin menangis.tapi ia bisa menahannya dan pergi kekamar mandi untuk mandi.
Dibawah ayah dan ibunya beserta keluarga pak herman sudah berkumpul di meja makan.arya pun turun sambil menyusuri anak tangga menuju meja makan lalu duduk ditempat duduk miliknya makan.
"Arya kau sudah bangun,bagaimana istrimu dia sudah sadarkan diri".tanya clarissa
"Sudah".jawab singkat arya dengan wajah datar
"Dimana dia sekarang.kenapa kalian tidak turun bersama".
"Dia sedang mandi".
"Bagaimana tidurnya dan apa anda menjaga putri kami dengan baik".tanya herman
"apa bisa jangan terus menanyakan wanita itu.ini saatnya makan.bukan acara talkshow".kesal arya dengan tegas
"Sajikan aku makanan".perintah arya pada pelayan yang biasa menyajikan makanan.
"Tidak boleh ada yang menyajikan makanan pada arya.mulai dari sekarang andini istrinya yang akan mengurus arya mulai dari menyajikannya makanan".ucap pak pratama
Pelayan yang ingin menyajikan makanan pada arya langsung mundur.sedangkan arya menjadi sangat marah dan kesal.
Tak lama kemudian andini turun dan menuju meja makan dimana semua orang sudah berkumpul.
"Maaf kalian harus menungguku".bicara andini lembut dan sopan sambil menunduk
"Jangan basa-basi lagi cepat sajikan makanannya aku sudah lapar.jangan membuatku mati kelaparan karena harus menunggumu berpikir".sinis arya pada andini
"Andini arya suka sekali dengan Rendang,lebih baik kau sajikan itu padanya".jawab clarissa lembut
"Baik".andini pun langsung menuruti perintah ibu mertuanya dan menyajikannya pada arya.
Ketika makanannya sudah tersedia membuat arya semakin tidak bernafsu lagi untuk makan.tapi karena lapar juga ia pun memakannya.dan semua orang pun langsung makan,kecuali andini yang sesuai peraturan rumah pak pratama,seorang istri 'tidak boleh makan bersama suaminya,jika mereka makan harus menunggu suaminya selesai makan terlebih dahulu'.dan disitu sebagai istri hanya ada andini dan ibu mertuanya clarissa.
Andini belum banyak tau bagaimana kehidupan dan peraturan keluarga pratama,tapi ia anggap ini adalah penghinaan pada seorang istri makan saja harus memastikan suaminya makan dan selesai dulu.
Semua orang sudah selesai sarapan.dan lanjut berbincang untuk resepsi pernikahan.
"Resepsi pernikahan sudah ayah pesankan dan siapkan.acaranya akan dimulai pukul 10.00 masih lama sekarang baru jam 07.00 ada waktu untuk bersantai".ucap pratama
"Oh iya baik pak".herman
Semuanya pun bubar.begitu pun arya langsung pergi kekamarnya.
Dimeja makan hanya ada clarissa dan juga andini.
"Mari andini, sekarang kita yang akan makan".sambil duduk
"I-iya tante".ucap andini sambil menunduk
"Apa yang tadi kau bilang?jangan panggil itu.aku kan ibu mertuamu.dan aku sudah menganggapmu sebagai anakku,jadi panggil saja ibu yah".
"Ba-baik tante!! Maksudnya ibu".
"Nah begitu.kalau begitu silahkan makan".sambil memulai makan
Clarissa dan andini pun mulai sarapan hanya berdua saja.
Setelah sarapan lebih dari 10 menit.akhirnya mereka sudah selesai.
"Bagaimana apa kau sudah kenyang".tanya clarissa sopan dan lembut
"Iya bu,aku sudah kenyang".
"Ibu mertuaku sangat baik aku merasa senang.rasanya dia hadir sebagai ibuku sendiri".
"Ibu apa aku boleh menanyakan sesuatu".tanya andini
"Tanyakan saja nak,ada apa?".
"Maaf jika ini lancang,kenapa dirumah ini ada peraturan kalau seorang istri tidak boleh makan bersama dengan suaminya,dan tidak boleh makan kalau suaminya sendiri belum makan".
Pertanyaan andini menyentuh hati clarissa.
"Itu karena,ayahnya arya senang dengan peraturan jadi ia menerapkan apapun dirumah ataupun dikantor".
"Tapi ibu,bukankah ini hal penindasan pada seorang wanita terutama kita sebagai istri"
"Em...emm,ibu tidak bisa menjawab pertanyaanmu.tapi yang jelas kita harus menerima peraturan ayahnya arya,ibu permisi".pergi
"Kenapa seolah-olah ibu sangat takut pada pak pratama.seakan dia sudah diancam oleh suaminya".pikir andini heran