Andini

Andini
11.Episode 11



~DIGEDUNG PERNIKAHAN~


gedung pernikahan arya dan andini dipesan dan didesain pak pratama dengan sangat mewah,bertema warna putih.



Dan tempat para tamu undangan yang datang pun disajikan dengan mewah dan tertata rapi.para tamu itu semuanya berisi teman2 arya,teman dan klien pak pratama yang VVIP.



Digedung pernikahan,semua para tamu undangan sudah mulai berdatangan.


Ansel,daman dan malik sudah ada di tempat pernikahan mereka sibuk melihat-lihat dan mencicipi makanan.sedangkan ansel tidak sabar ingin melihat wanita yang dinikahi arya, dia masih heran dengan nama andini itu.


Sedangkan dirumah andini,yang sudah menunggu mobil pengantin selama 20 menit yang membuat andini gelisah akhirnya sudah datang.


"Permisi pak saya asisten dari pak pratama,nama saya Haris.pak pratama memerintahkan saya untuk menjemput pengantin mempelai wanita.apa semua sudah siap".Ucap asisten haris


"Owh,,,anda asisten pak pratama yah.iya semuanya sudah siap.mempelai wanitanya juga sudah siap dari tadi".jawab herman dengan senang


"Bisa dipanggilkan pak,kita akan berangkat ketempat upacara pernikahannya dilaksanakan".


"I-iya baik saya akan panggilkan andini sekarang".pergi keatas untuk membawa andini berangkat


Selepas sampai.


"Andini kau sudah siap".dengan suara lembut dan raut wajah senang tidak biasanya memperlakukan andini seperti itu.


Andini melirik keayahnya.


Melihat andini sangat cantik dan terkagum-kagum.


"Wah,,,putri ayah ternyata sangat cantik,ayah yakin calon suamimu tidak akan memalingkan wajahnya darimu.kau sangat cantik nak".dengan suara lembut


"Aku merindukan ayah berkata lembut dan memujiku seperti ini.rasanya aku senang sekali.andai ayah bersikap terus seperti ini padaku".


"Terima kasih ayah".jawab andini senang sambil tersenyum


"Mobil pengantinnya sudah datang mereka ingin menjemputmu.sebaiknya kita berangkat sekarang".


"Ayah apa yang kita lakukan ini benar,aku merasa takut".


"Semua pasti akan baik-baik saja.kau tenang saja ikuti alur ayah dan ibumu nanti setelah kau menikah".


"Baiklah ayah".dengan perasaan sedih


Andini pun turun kebawah digandeng ayahnya dengan hati-hati karena gaunnya sangat panjang dan juga besar, sepatu hak tinggi yang baru pertama kali andini memakai sepatu seperti itu membuat andini kesusahan berjalan.dibelakang para pelayan membantu memegang ujung gaun itu untuk membantu andini.


"Apa kau bisa berjalannya nak".tanya herman yang melihat andini kesusahan berjalan


Semua para tamu yang sebagian untuk pihak pengantar dari mempelai wanita yang berkumpul dibawah terpesona melihat andini yang sangat begitu cantik membuat semua orang melihatnya terkagum membicarakan andini.


Dibawah juga ada shintia dan ibunya yang melihat andini kesusahan berjalan.


"Cih...jalan begitu saja tidak bisa dasar kampungan".jealous shintia sambil membulatkan matanya


"Namanya juga anak cupu jadi ya  harus bagaimana lagi".jawab ella yang membela anaknya


Dan mendengar semua para tamu terus memuji kecantikan andini semakin membuat shintia memendam amarah,kesal dan tidak menyukai andini dipuji melebihi dirinya.


Dan tak lama kemudian andini berhasil berjalan turun menyusuri anak tangga.


Semua orang pun mulai berangkat ke tempat upacara pernikahan,andini mulai masuk mobil pengantin mewah dengan ayah yang menemaninya disupiri oleh asisten haris.sedangkan shintia dan ibunya berangkat menggunakan mobil pribadi mereka,sama seperti para pihak pengantar dari mempelai perempuan berangkat menggunakan mobil sendiri.


Dalam perjalanan...


~DIRUMAH ARYA~


"Bu apa arya sudah siap.kita harus cepat berangkat, mempelai wanita sudah berangkat kata haris barusan.sedangkan arya harus sampai duluan diupacara pernikahannya".kata pak pratama


"Sudah pak,,,kita semua tinggal berangkat".jawab clarissa


"Owh,syukurlah".


"Pak,,,ibu ingin bertanya apa kita tidak menghubungi Arfan dan safira kalau kakaknya akan menikah".


"Untuk apa memberitahu mereka.mereka sedang belajar disana tidak perlu untuk pulang menghadiri pernikahan kakaknya.jadi jangan mengganggu belajar mereka".


"Tapi ayah bagaimana nanti,ayah sendiri bukannya tau kalau arya memiliki wanita masa kecil yang dicintainya sekarang dan sekarang dia bersama anak-anak kita didubai.jika mereka pulang dan kekasih arya tau kalau arya sudah menikah bagaimana".


"Dari dulu ayah sudah membuat perjanjian,lagipula ini bukan pernikahan sungguhan,tugas anak pak herman nanti hanya akan menuruti perintah ayah dan mengabdi dikeluarga ini.jika mau setelah menikah arya bisa menjalin hubungan dengan wanita itu".


"Bagaimana ayah bisa berperilaku seperti itu.kasihan andini".


"Karena ayahnya sendiri sudah menjualnya.dan apa yang ayah keluarkan untuk perusahaan herman itu,ayah tidak ingin rugi dan sia-sia.ayah bisa melakukan andini sebagai budak".


"Ayah sangat tega pada andini.jika ayah memperlakukannya seperti budak kenapa harus dinikahkan dengan arya.jadikan saja dia langsung budak untuk mengabdi disini.kasihan andini pak.


"Cukup...ayah tidak ingin debat dengan ibu,ini sudah pukul 07.00 akad nya akan dilaksanakan pukul 08.00 kita harus berangkat sekarang juga". Pergi menunggu dimobil


Arya pun sudah siap dan berjalan untuk berangkat dengan gagah dan juga tampan.menggunakan pakaian kemeja,celana, jas,serba putih dan sepatu hitam.


Arya pun langsung masuk mobil dan berangkat.


Dalam perjalanan...