Andini

Andini
12.Episode 12



Karena gedung pernikahan tidak terlalu jauh dari rumah arya ia sudah sampai terlebih dahulu kurang lebih menempuh perjalanan selama 20 menit.sedangkan andini dan rombongan masih dijalan.


Arya pun keluar dari mobil dan para tamu tertuju pada arya yang didampingi ayah ibunya berjalan di Altar pelaminan yang diberi red karpet.mereka semua melihat dan menatap arya dengan kagum,para wanita yang seusia dengan arya rasanya ingin pingsan melihat ketampanan arya.


Dan arya menuju tempat Untuk Ijab qabul lalu duduk menunggu pengantin wanitanya yang membuat arya kesal tidak suka menunggu.


"Eh...eh man udah.liat sia arya udah dateng".ucap malik yang sama sibuk seperti daman terus mencicipi makanan


"Biarin aja napa,,si arya ini".jawab daman tidak peduli dan terus makan


"Liat dulu...penampilan dia beda...gile banget tuh bocah.kalahin ketampanan gue".kata malik


Melihat arya yang sedang duduk di ijab qabul. "Iya juga ganteng gue kalah nih sama dia,gue masa bodo ah yang penting makan".daman langsung melanjutkan makan lagi


"Makan aja pikiran lo".cetus malik


Sedangkan ansel terus melihat kearah altar pernikahan dari tadi,penasaran bagaimana wajah mempelai wanita itu.


kurang lebih menunggu 10 menit.akhirnya andini dan keluarganya sudah sampai.


Asisten haris pun menghentikan mobilnya.


Ketika andini sudah sampai ia sangat was-was hatinya tidak tenang dan takut.


"Ayah".panggil andini dengan wajah ketakutan


"Tidak akan terjadi apa-apa andini,bersikaplah seperti orang yang tidak melakukan dosa.kau harus percaya diri".jawab ayahnya


Kecemasan andini semakin menjadi-jadi ia berusaha mengumpulkan tenaga untuk menerima pernikahan ini dan harus bersikap apa yang dikatakan ayahnya tadi "bersikaplah seperti tidak melakukan dosa", yang membuat andini "ya,aku harus bersikap seperti biasa saja".


Andini pun turun dari mobil lalu masuk berjalan dialtar pernikahan sambil digandeng ayahnya.dan para tamu dari pihak andini berjalan dibelakang andini bersama ella dan shintia.


Waktu andini masuk semua para tamu didalam menatap kagum andini dan membicarakan ia kalau mempelai wanitanya sangat cantik.


Ketika arya melihat andini ia pun tidak berkedip sama sekali dgn menatap andini terus.


"Tuh kan bu apa aku bilang,semua orang pasti terpesona melihat penampilanku".GR shintia


"Iya nak,ibu sudah menduganya kau kan memang anak ibu yang paling cantik".jawab ella membela anaknya


Dan disisi lain Ansel melihat calon pengantin wanitanya yang sedang berjalan dialtar pernikahan menuju tempat ijab qabul.


"Itu dia mempelai si arya udah datang".ucap malik


Ansel pun langsung melirik kebelakang dengan sigap,matanya tertuju melihat kealtar.


Ansel langsung terkejut ketika melihat wajahnya dengan frustasi dan langsung mengenalinya bahwa itu andini.


"ANDINI!.tegasnya dengan terkejut


"Gue nggak lagi salah lihatkan,itu andini yang udah gue ***kenapa dia bisa dijodohin sama sahabat gue sendiri.****** gue".


"Lo kenal sama dia nsel".tanya malik yang mendengar perkataan ansel


"Em...nggak siapa bilang.lo salah denger kali".jawab ansel dengan gugup


"Pokoknya jangan ada yang sampai tau kalau gue kenal sama si andini.bisa-bisa gue habis".


Arya yang sedari tadi menatap kagum andini sampai tak berkedip,akhirnya tersadar dan langsung memalingkan wajahnya untuk menahan jangan sampai ia tergoda pada kecantikan andini hari ini.


Andini pun sudah sampai di tempat untuk ijab qabul pernikahan,ia pun langsung duduk disebelah arya dengan gugup.


Sedangkan arya masih memalingkan wajahnya dan menunduk untuk jangan terpesona pada andini.


"Kedua mempelai sudah datang,kita mulai ijab qabulnya sekarang juga".kata penghulu


"Silahkan pak penghulu lebih cepat lebih baik".jawab pratama


Dengan malas dan cuek arya pun menerima jabatan tangan pak penghulu untuk ijab qabul pernikahan.


Pak penghulu pun langsung membacakan ijab qabul pernikahan.


Dan Arya mengikuti ijab qabul pernikahan dan menjawabnya dengan lancar dan lantang tanpa hambatan apapun.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya andini fela agesti binti herman dengan mahar yang telah disebutkan,


Dibayar tunai".ucap arya tanpa hambatan


Andini dan arya pun sudah sah menjadi pasangan suami istri.setelah melakukan beberapa doa,langsung diaminkan dan arya pun diperintahkan untuk memasangkan cincin pernikahan pada andini.begitupun andini pada arya.


Pertukaran cincin sudah dilakukan,mereka berdua pun langsung menuju pelaminan untuk menerima salam selamat dari para tamu.


Dengan terpaksa arya menggandeng tangan andini menuju pelaminan,karena andini melihat arya seperti tidak suka memegang tangan arya,andini merasa bersalah.


Setelah itu mereka duduk dipelaminan,lalu berdiri ketika ada para tamu yang ingin memberi salam selamat.


Pada saat itu yang pertama naik kepelaminan untuk memberi selamat adalah sahabatnya arya.


Melihat Daman,Malik dan Ansel.arya terlihat sangat senang.


Tetapi ketika andini melihat salah satu mereka mata andini tertuju pada ansel.dari sana andini terkejut tak terhingga melihat ansel,yang membuat andini ketakutan trauma dalam.


"Kak ansel".jawab heran andini pelan


"Selamat ya bro,cepet punya momongan".selamat dari malik dengan memeluk arya sambil bercanda.


"Apaan sih".cetus arya


"Selamat ya ar,,,semoga langgeng".kata daman


"Iya doain aja dan semoga".jawab arya dengan kesal.


"Selamat ya bro".ucap ansel berusaha bersikap biasa saja.


"Apa!jadi mereka adalah sahabat.kenapa bisa kak ansel bersahabat dengan orang yg aku nikahi,andai kak ansel tau kalau aku sedang mengandung anaknya.jika mereka adalah sahabat,bagaimana dengan selanjutnya".


"Eh iya selamat juga ya,kita ini sahabat arya.Gue sih dukung kalian berdua.jagain si arya baik-baik yah.dan lo harus banyak bersabar sama sikap si arya yang cuek".Kata malik


Tidak fokus dengan ansel yang menatap andini,sehingga andini gugup ketakutan berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak ada orang yang curiga.


Malik dan daman sudah memberi selamat pada andini,tinggal ansel yang tinggal memberi selamat pada andini.ketika ansel berada tepat dihadapannya,membuat andini yang menunduk semakin ketakutan dan keringat dingin.


Tetapi Ansel bersikap biasa saja seolah ia tidak mempunyai salah pada andini.


"Selamat yah teman ipar,aku tidak menyangka kau bisa dengan mudah menjual dirimu pada laki-laki lain lagi.benar kata orang wanita lugu menyimpan kebusukan didalamnya sama seperti mu.kau lupa yah biar aku ingatkan kau sudah tidak suci lagi.apa suamimu sudah tau?".sindir ansel dengan pelan,sehingga tidak membuat teman-temannya curiga,lalu ansel pergi.


Dengan mendengar perkataan ansel membuat andini menahan rasa sakitnya,hatinya hancur bagai tersambar petir ketika arya berkata itu pada andini.selama itu ia menahan air mata yang ia bendung untuk tidak keluar supaya tidak ada yang curiga.


Setelah sahabatnya dilanjutkan dengan para tamu undangan yang berdatangan memberi selamat.lalu para tamu bisa mencicipi makanan yang sudah dihidangkan.


Mereka melakukan seperti itu terus menerus sampai pukul 18.00 itupun masih belum selesai karena para tamu yang datang cukup banyak. membuat arya kesal dan lelah,rasa ingin pergi meninggalkan acara pernikahannya.


Hingga pada akhirnya acara pemberian selamat selesai pada pukul 20.00.membuat arya bisa bernafas lega.


"Syukurlah semuanya sudah selesai,dan besok tinggal Resepsi pernikahannya".ucap pak pratama


"Apa ayah masih ada lagi".jawab arya dengan terkejut dan membuatnya seperti kehilangan untuk bernafas lagi.


"Iya memangnya ayah macam-macam dengan pernikahanmu ini,ayah akan membuat pernikahanmu berkesan diseluruh penjuru dunia".


"Sudahlah percuma bicara dengan ayah".jawab arya kesal


Karena terlalu lama berdiri dan kelelahan menyalami para tamu undangan,membuat andini lemas dan pusing.tiba-tiba ia kehilangan pandangannya yang jelas rasanya ia melihat sekitar berputar,mungkin karena akibat ia sedang hamil juga.andini pun pingsan.