
Arya langsung berangkat ketempat yang sudah di share lok ayahnya.dan andini pulang dengan angkutan umum.walaupun ia anak yang bisa dibilang kaya,tapi ia tidak pernah naik mobil pribadi andini suka dengan naik angkutan umum karena dulu ia dengan ibunya kemana-mana menggunakan angkutan umum.
Dirumah semua orang menunggu.
Dan tak lama andini sudah datang.lalu masuk rumah
Ibu tirinya pun melihat andini sudah sampai.
"Itu dia,,,andini sudah sampai,ayo nak duduk kemari".bersikap baik didepan pak pratama.
Melihat semua orang yang duduk.lalu melangkahkan kaki nya dan berjalan menuju mereka.dengan melihat andini yang baru datang membuat pak pratama tidak yakin kalau nanti dia bisa menjaga nama baik keluarganya dilihat dari pakaian andini yang sederhana dan tidak mewah.
"Ada apa ini ayah".sambil melihat ayahnya lalu melihat laki-laki yang ada di sebelahnya.
"Em...ayo duduk dulu nak".suruh herman
Andini pun duduk.
"Owh jadi ini andini...lumayan".kata pak pratama
"I-iya pak.andini ini pak pratama yang ayah ceritakan kemarin sama kamu.yang akan menjadi mertuamu".jelas herman
"Om...".sapa andini yang sopan.
"Iya".tersenyum
Tak lama kemudian Arya pun sampai dan berdiri didepan pintu.karena pintunya terbuka semua orang pun melihatnya,dan Ella ibu tiri andini sangat terkagum-kagum baru melihatnya saja ia seperti merasa muda kembali.bagaimana tidak arya sangat tampan itulah yang dikatakan semua orang.
"Hah...ayah tampan sekali".sambil memegang tangannya dengan kuat karena tidak tahan melihat ketampanannya.
"Ayah kan dari dulu memang sudah tampan bu".jawabnya
"Ih.. ( memukul herman kecil) bukan ayah...tapi itu yang berdiri di depan pintu".
"Arya kau sudah menemukan alamatnya juga.ayo nak masuk kenapa berdiri disitu terus". Perintah pratama
Baru melihatnya saja andini terheran-heran dan sedikit kagum.
"Siapa dia,apa dia anaknya pak pratama".tanya andini pelan
Dan pak pratama yang mendengar pembicaraan andini langsung menjawab:
"Iya,itu Arya anak om yang akan menjadi suami kamu".jelas nya
Mendengar perkataan pak pratama semua orang terkejut bahkan bu ella sampai menyesal.
"Andai aku tau kalau anak pak pratama yang akan dinikahkan ini wajahnya tampan...apa lagi kekurangannya sudah tampan,kaya pula lagi,cocok kalau sama shintia".
Gumamnya
"Ayah,ada apa ini kenapa ayah menyuruhku izin dan menuju kemari".tanya arya
"Duduk dulu nak,kebiasaanmu kalau sudah datang tidak duduk dulu".pratama
Arya mencari sofa yang kosong tapi semua sudah diisi,dan terpaksa arya duduk disofa yang sama dengan andini dan duduk bersebelahan.
Andini hanya diam dan menunduk dia langsung menggeserkan diri ketika arya duduk disebelahnya.
Melihat andini menggeserkan diri "kenapa dia??seperti jijik padaku saja".gumamnya
Bu ella masih saja menatap kagum arya
"Duduknya saja sangat gagah,cocok bersanding dengan shintia putrikuu".
"Arya,,,ini Andini calon istrimu.bagaimana menurutmu".ucap pratama
Tanpa meliriknya "aku tidak tau,,,aku tidak ingin membahasnya jika ayah suka aku juga suka".ucap arya
"Sebenarnya ayah tidak suka juga karena penampilannya tidak cupu begitu.tapi ya bagaimana lagi pasti dia akan berubah nanti".
"Yasudah tidak apa-apa nak!besok kalian akan menikah apa kalian sudah siap".tanya pratama pada arya dan andini
"I-iya saya siap om".jawab andini gugup
"Jika semua sudah siap aku akan mengikutinya saja,karena aku tidak tau aku siap atau tidak".tegas arya
"Hehm,,,iya baiklah tandanya kalian sudah siap kita akan melangsungkannya besok,untuk saling mengenal kalian saling mengobrollah berdua".pratama
"Iya nak arya mengobrollah, di belakang rumah ada halaman dan disana banyak tanaman bunga juga pasti anda suka".Ucap herman
"Hm...sep...".andini terpotong dan memberhentikan bicaranya.karena ia melihat arya langsung berdiri dan tandanya bersedia untuk mengobrol,padahal andini tidak mau.
"Antusias sekali kau nak...hahah".ledek ayahnya
"Ka-kalau begitu saya permisi om...ayah".berdiri dan memberi hormat sopan
Arya langsung pergi berjalan menuju belakang halaman,dan andini mengikuti langkahnya.
"Sepertinya saya permisi pulang ,saya akan membiarkan arya disini,lagi pula dia membawa mobilnya sendiri.masih ada kesibukan lainnya.kita bertemu besok".ucap pratama yang sudah berdiri.
"Cepat sekali pak,,,tapi yasudah tidak apa-apa".jawab herman
"Baiklah saya permisi".pergi
"Iya pak.hati-hati dijalan". Dengan tersenyum
Pak pratama pun sudah keluar dan langsung melajukan mobilnya lalu pergi.
"Pak kalau ibu tau anaknya itu tampan ibu akan menikahkan nak arya dengan shintia saja bukan dengan si andini".ucap ella
"Memangnya ibu mau shintia disiksa".jawab herman
"Nggak juga sih,tapi ya ibu lihat pak pratama orangnya baik".
"Ibu lihatnya kayak baik,tapi sebenarnya dia itu lagi nyusun rencana bu.biar semua orang nggak curiga".
"Oh...gitu ya pak.yaudah ibu urungkan niat ibu kalau shintia memang nggak cocok sama keluarga pak pratama".ucap ella
~DIHALAMAN BELAKANG~
Arya sedang melihat-lihat dan sesuai perkatakan herman kalau disana ada taman bunga dan benar,arya sangat menikmati pemandangan bunga-bunga nya.
Sedangkan Andini dia berada dibelakang arya dengan menunduk dan canggung.
"Aku harus apa ini,aku takut sekali".gumam andini
Keheningan terjadi disana tidak ada yang memulai pembicaraan.tapi andini berusaha memulai pembicaraan.
"K-ka-kak Arya".panggilnya dengan suara lembut sambil menunduk
Arya pun langsung menoleh ketika andini memanggil namanya.
"Ada apa".dengan muka datar dan dingin
"Saya ingin menanyakan sesuatu pada kakak,Apa sebenarnya kakak benar-benar setuju dengan pernikahan ini".tanya andini gugup dengan tetap menunduk
"Aku tidak tau.aku hanya menuruti semua perkataan ayahku saja".singkatnya
"Owh,,,baiklah".menyudahi pembicaraan
Dan keheningan pun terjadi kembali
"Ini sudah sore,saya permisi".arya pergi begitu saja
Tanpa berbincang atau pun saling mengenal arya pergi begitu saja,karena ia tidak peduli sama sekali.
"Eh nak arya,sudah mau pulang yah.cepat sekali,ayahmu sudah pulang duluan dari tadi".kata ella lembut yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah
Tanpa menjawab arya langsung pergi begitu saja.karena sikapnya seperti itu malas untuk menjawab pertanyaan orang yang jahat,seolah-olah dia juga sudah tau kalau ella adalah orang jahat.
"Tidak sopan sekali,untung saja dia memiliki paras yang tampan dan anak orang kaya.kalau tidak sudah aku cabik-cabik dia".kesal ella
Arya dan Andini tidak tau kalau mereka satu universitas di universitas mandala dan andini belum mengetahui kalau sebenarnya arya adalah seniornya dan bersahabat dengan Ansel.perbincangan tadi hanya terjadi keheningan dan arya pergi meninggalkan andini tanpa berbincang,jadi mereka belum saling mengenal satu sama lain.