A Thousand Miles

A Thousand Miles
Pengakuan Yang Tiba-Tiba



"selamat pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. ayo, silahkan masuk" bu Mia masih mengulas senyuman, menunggu seorang murid baru melangkah kan kakinya masuk ke dalam ruang kelas.


"haii,, nama saya Reykii Alterio Savian. biasa dipanggil Reykii" sontak semua murid bergemuruh hebat,, terutama bagai kaun wanita. mereka seperti telah terpesona bahkan di pandangan pertama.


Hal semacam ini sangat biasa terjadi, apalagi bagi siswa tampan seperti Reykii, semua pasti sangat heboh. bukan hanya satu kelas, skala nya bisa mencapai satu sekolah.


semua masih terus bersorak tanpa henti sejak beberapa menit lalu. kecuali satu orang, yaitu Eireen. gadis itu tak merespon apapun, sejak tadi yang dia lakukan hanya termenung. mungkin dia masih memikirkan tentang lelaki yang ia maki tadi pagi.


wanita memang aneh, termasuk Eireen, gadis itu tau bahwa dia menyukai Reykii, hati nya selalu berdebar bila mengingat wajah pria tampan itu, tapi kenapa dia malah memarahinya?! Aneh sekali.


Eireen merasakan bangku kosong di sebelahnya bergerak, gadis itu sontak saja menoleh. Dan benar saja, hatinya langsung berdebar tak karuan.


perasaan panas dingin, dan debaran yang semakin kencang itu membuat nya semakin tak bisa berkutik. bagai batu.


namun apa yang tak diharapkan oleh Eireen terjadi, Reykii tak merespon tatapan nya. mata pria itu hanya menatap sekilas kemudian langsung duduk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. bukankah ini sangat terasa menyakitkan?


Reykii melihatnya, pria itu melihat tatapan sendu dari mata Eireen, terdengar desah yang agak panjang. menyesal kah?


kondisi canggung ini begitu menyulitkan Reykii maupun Eireen, mereka sama-sama tak bisa fokus. kedua pikiran insan ini masih berpaut pada berbagai macam masalah.


"baiklah, sekarang tolong dibuka buku sejarah nya halaman 208" semua murid langsung membuka buku mereka masing-masing, kecuali Reykii. pria itu tampak sedang agak kebingungan lantaran ia lupa membawa buku sekolah nya.


bagaimana bisa?! mungkin karena terlalu excited untuk menjemput sang pujaan hati membuatnya melupakan buku pelajaran yang semestinya ia bawa, meski berakhir dengan penolakan oleh Eireen.


Bu Mia pun melihat kekhawatiran dari raut wajah murid barunya itu.


"Reykii, kamu tidak membawa buku pelajaran?" tanya bu Mia, sedangkan Eireen. Gadis itu hanya melirik sekilas, melihat fakta yang dikatakan oleh bu Mia.


"eh?? iya bu, saya tidak membawa buku pelajaran untuk hari ini" jawab Reykii agak canggung.


"kenapa??" bu Mia yang terkenal begitu galak itu pun mengeluarkan suara yang begitu lembut. jauh dari sifat aslinya. mungkin karena Reykii adalah anak pemilik sekolah ini.


"itu bu, tadi pagi saya terlalu semangat untuk menjemput pacar saya. jadi saya melupakan buku sekolah nya" Eireen pun langsung tersedak seketika. gadis itu langsung melirik si pemilik suara itu.


sedangkan teman sekelas mereka hanya mampu mendesah berat, karena mengetahui incaran mereka kali ini telah memiliki pujaan hati.


tampak senyum tanpa dosa merekah dengan sempurna di bibirnya, membuat Eireen menyesali acara renungan nya sepanjang pagi tadi.


"owhh,, begitu ya" Bu Mia tampak agak terhenyak mendengar penuturan dari murid baru nya itu, membuat guru yang di kenal killer itu tak mampu berkutik.


"Rey, Reykii" Ara terus saja memanggil nama sepupu nya itu, namun kedua lubang telinga Reykii seperti telah tersumbat oleh baru besar.


"ya sudah, Eireen tolong berbagi buku bersama Reykii" suruh bu Mia yang nya dijawab dengan anggukan oleh Eireen.


belum sempat gadis itu menggeser bukunya, kedua tangan Reykii sudah lebih dulu menarik buku tersebut. membuat sang pemilik buku melotot kan matanya.


"kenapa?? Bu Mia meminta kita untuk berbagi" Ujar Reykii saat melihat wajah merah padam milik Eireen.


Eireen hanya diam, gadis itu memilih tak menjawab ucapan menyebalkan dari pria yang yang telah membuatnya jatuh cinta beberapa hari lalu itu. bisa membuat nya darah tinggi.


Eireen tak bisa fokus, mencium aroma tubuh pria ini membuat nya merasa aneh. dan siapa yang tau bahwa Reykii juga merasakan hal yang sama.


Reykii merasa bau tubuh Eireen sedah cansu baginya, aroma khas yang mampu membuat nya berlama-lama.


mampu membuat bulu kuduk Reykii menegang, astaga apa yang dipikirkan oleh pria gila ini??


Eireen terus memperhatikan setiap inci dari wajah mulus milik Reykii, astaga!!


pria itu membuat Eireen tak bisa menahan diri untuk tidak menatap nya dengan lama dan dalam. sangat sempurna untuk dipandang, vitamin yang tak boleh di sia-siakan.


Reykii tau dan sadar bahwa sejak tadi gadis pujaan hatinya itu telah memperhatikan wajah nya. namun ia pura-pura tidak sadar, karena ingin tau seberapa lama Eireen bisa menatap wajahnya.


"kenapa melihat ku seperti itu?? aku tau aku tampan, dan kau telah jatuh cinta padaku. Benarkan?!" wajah Eireen seketika memerah, panas dan terasa seperti ada getaran halus yang menghampiri seluruh tubuhnya, sangat tidak nyaman, tapi ia menikmati nya. bodoh sekali!!


"aku benarkan??" Ucap Reykii dengan wajah yang sudah menghadap ke wajah Eireen, membuat jantung gadis itu semakin tak terkendali.


"a-apa yang kau katakan?? aku tak menyukai mu, terlalu PD" jawab Eireen sedikit gugup. ia harus menyangkal nya, bagaimana pun itu ia harus menyangkal perasaan nya.


"oh benarkah??, tapi aku menyukaimu, sangat-sangat menyukai mu" Jawab Reykii lagi, membuat Jantung Eireen semakin berdegup dengan kencang.


"itu masalah mu, bukan masalah ku" ujar Eireen lagi, gadis itu segera melihat ke arah bu Mia, tak ingin jantungnya semakin merasa sakit.


mungkin memang banyak yang tak menyadari percakapan mereka, namun ada satu pasang mata yang senantiasa memantau sejak tadi, siapa lagi kalau bukan Ara.


Sepupu rempong Reykii itu terlihat agak tercengang setelah mendengar penuturan dari Reykii, lebih tepatnya pengakuan perasaan lelaki yang terkenal dingin kepada wanita itu.


"benar-benar berita gila, awas saja kau nanti Rey, kamu akan ku interogasi, dasar sepupu laknat. pantas saja kemaren ia sangat ngotot ingin pindah kesini. ternyata memang ada gadis yang telah mencuri hatinya" Ara bermonolog sendiri di hatinya.


"Reykii membuat pengakuan yang membuat ku menggila"


^^^_Eireen^^^