A Thousand Miles

A Thousand Miles
We Meet Again



Kelas berjalan dengan lancar sampai bel pulang bersuara. Begitu pula dengan Eireen,gadis itu tampak bernafas lega.


sepanjang pelajaran tadi pikiran gadis itu masih melayang pada kejadian di roof top tadi, matanya tak pernah beranjak dari kotak cantik berwarna hitam yang berada dalam genggaman nya sejak tadi.


Oh God!


Eireen harus segera pulang, ia lupa bahwa hari ini ia harus pergi ke Mall untuk bekerja. Gadis itu baru saja melamar di sana, dan ternyata diterima. jadis ia harus bekerja dengan giat mulai sekarang.


12:30


Jemari gadis itu mengetuk pelan meja belajar nya, matanya masih terus mengerucut menandakan bahwa ia sedang berpikir sambil kedua mata almond nya memandang kotak cantik pemberian pria itu, siapa dia?


Eireen sangat penasaran dengan benda yang ada di dalam kotak tersebut, tapi ia juga sangat sayang untuk membuka nya. Eireen merasa bahwa ia pasti sudah gila.


bertahun-tahun ia tak pernah merasa kan perasaan ini, apakah ini yang disebut perasaan bahagia? entah lah, jika iya.. aku telah jatuh cinta pada perasaan ini.


Oh God!


Eireen mengambil ponsel nya, lalu menjadi search kata 'apa ciri-ciri orang jatuh cinta' konyol sekali gadis ini.


beberapa detik kemudian muncul beberapa artikel. Ia membaca artikel paling atas yang di dapat dari usaha nya beberapa detik lalu.


tertulis di sana


1- lebih sering tersenyum


2- Jantung berdetak tak karuan saat bersama nya


3- Penasaran dan ingin tau siapa dirinya


Eireen membaca nya sampai habis. namun gadis itu malah semakin memerah, bukankah itu pertanda bahwa ia telah jatuh cinta?


"Eireen,, sejak kapan kamu mengenal kata cinta? apa ini? kamu jatuh cinta?" gumam Eireen pelan sambil terus menatap ke depan.


Eireen kemudian dikagetkan oelh suara alarm yang telah menunjukkan pukul setengah dia siang. tandanya gadis itu harus segera pergi ke Mall untuk bekerja.


Eireen memukul pipi nya sedikit keras supaya ia bisa safar dari lamunan nya.


"sadar Eireen, kamu tidak boleh jatuh cinta. Itu hanya akan membuat hidup mu berantakan" ucap Eireen pelan sambil terus bersiap-siap.


...🐻🐻🐻...


Sementara itu, di dalam sebuah kamar mewah. seorang pemuda tampan tengah duduk bersandar di tempat tidur nya. wajah nya begitu memperlihatkan keseriusan, pria itu sedang membaca sebuah buku harian milik seorang gadis yang mampu membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Pemuda itu begitu fokus membaca setiap halaman demi halaman. terkadang ia tersenyum lucu klala membaca bagian konyol dari seorang Eireen, namun ia lebih sering merasakan nyeri di dadanya kala membaca hidup kelam milik gadis pemain hatinya itu.


terlihat kertas tersebut sudah begitu usang, tinta dari tulisan itupun banyak yang sudah memudar mungkin terkena air mata gadis itu.


ada satu tulisan yang membuat hati Reykii berdenyut nyeri


18 November 2017


"Hari ini aku melayani seorang anak kecil membeli Ice Cream, Gadis kecil itu di temani oleh kedua orang tuanya. Tampak begitu bahagia, aku ingin berasa di posisi gadis kecil itu. Terlihat begitu bahagia.


Kenapa aku harus menjalani kehidupan di dunia yang tak adil untuk ku?? aku hanya ingin tenang setiap kali tidur, menikmati setiap makanan. tertawa kala ada hal lucu terdengar. Tapi aku tak pernah merasa begitu, aku seperti robot yang tak memiliki perasaan.


kenapa menjadi manusia harus sesulit ini?? Apakah Tuhan benar-benar ada untukku?? adakah takdir indah yang telah Tuhan siapkan untuk ku??"


Reykii termenung membaca tulisan penuh makna itu. ada rasa aneh yang menyeruak masuk mengganggu hati pria itu.


Tanpa ia sadari, buliran bening jatuh dari sudut matanya, tak bisa ia pungkiri ia juga begitu sangat merindukan sosok seorang ibu. namun ia segera menepis air matanya, kemudian membalikkan halaman berikut nya.


kali ini notes nya sedikit lucu, membuat tawa Reykii pecah.


Halo buku!!


Tadi siang aku berhasil beli HP baru loh, akhirnya tabungan aku cukup buat beli HP. Udah lama banget aku pengen punya HP, tapi baru kesampean sekarang.


"manis sekali gadis ku ini" ujar Reykii sambil mengusap-usap pelan tulisan tersebut. matanya memperhatikan dua belas angka yang tertulis di pojokan buku tersebut.


Ia pun iseng ingin menghubungi nomor tersebut, semoga saja ini nomor nya.


Reykii menyalin nomor tersebut ke ponsel miliknya, kemudian menekan tombol hijau, terdengar bunyi tersambung di ponsel Reykii. pria itu menunggu dengan harap-harap cemas.


acara siap-siap Eireen pun terganggu dengan suara dering dari ponsel nya sebagai tanda ada panggilan masuk.


Eireen langsung menyeret tombol hijau yang ada di layar handphone nya ke atas.


"Halo? siapa? " tanya Eireen sedikit ragu.


Hening...


"halo? ini siapa?? gabggu orang mau kerja aja" ucap Eireen kesal


tut


tut


tut


Eireen tak ambil pusing, mungkin salah nomor pikirnya. namun di seberang sana terdapat seorang pria yang jantung nya tengah smack down. siapa lagi kalau bukan Reykii.


pria satu itu tak bisa bernafas karena begitu gugup, ternyata benar. nomor itu adalah milik gadis pujaan hatinya.


Eireen segera melangkah keluar rumah, ia segera pergi menuju Mall yang berjarak sedikit jauh dari rumah kost miliknya. gadis itu pergi menggunakan angkutan umum seperti orang lainnya.


...🐻🐻🐻...


sesampainya di Mall Eireen langsung mengganti pakaian nya dengan seragam para pekerja lainnya. meski agak canggung lantaran seragam ini begitu minim di tubuhnya. tapi gadis itu tak ambil pusing dan segera melakukan pekerjaan miliknya.


di Mall ini ia diterima sebagai penjaga kios makanan cepat saji. Lebih tepatnya ia menjadi seorang pelayan. cukup bagus dibanding kan dengan pekerjaan nya di kafe, yaitu sebagai Kleaning service.


"Halo, selamat datang di D'Rose Cafe, mau pesan apa??" sapa Eireen kepada pelanggan yang baru saja datang.


"itu mbk, kami mau pesan makanan terlaris di sini. sama minuman nya Orange Jus aja" ucap Doni, salah satu teman Reykii.


kebetulan sekali bukan? tadi saat Reykii tengah asyik membaca buku harian calon pacarnya, ia tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan ketiga sahabat nya.


mereka ingin membawa Reykii pergi jalan-jalan, awalnya Reykii menolak lantaran ingin masih ingin membaca buku milik calon pacarnya tersebut.


namun para teman-teman nya tetap memaksa dengan dalih Reykii baru saja tiba di tanah air, dan sudah lama tak berkumpul. akhirnya Reykii terpaksa mengikuti keinginan mereka.


namun ternyata semua paksaan para sahabat nya justru menjadi kebetulan yang sangat menyenangkan bagi Reykii. pria itu melihat sang pujaan hati di salah satu Cafe.


ia pun langsung memaksa para sahabat nya untuk makan di sana, ketiga orang itupun hanya mengikuti kemauan Reykii saja, meski mereka juga agak bingung oleh sikap Reykii, pasalnya pria itu tak terlalu suka berada di caffe yang para pelayan nya memakai seragam agak minim.


"kamu sakit ya Rey?" tanya Erlan yang sejak tadi memperhatikan sahabat nya ini hanya menunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik tudung hoodie yang ia kenakan.


"nggk kok, Aku oke" jawab Reykii kemudian setelah Eireen pergi.


"aku ke sana dulu ya" pamit Reykii kepada para sahabat nya. pria itu menyusul Eireen dengan mengikuti gadis itu sampai ke meja kasir, tempat menaruh pesanan para pelanggan.


Reykii kemudian menarik tangan Eireen secara tiba-tiba, membuat gadis itu sedikit terkejut.


"apa yang kamu lakukan??" ucap Eireen saat menoleh.


"kita bertemu lagi Reen, nama aku Reykii, Reykii Alterio Savian, di ingat ya" ucap Reykii sambil berbisik di telinga Eireen, membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe, termasuk ketiga sahabat Reykii.


suara itu seakan aliran listrik yang menyambar hebat ke seluruh bagian tubuh Eireen, ia menegang sesaat. lalu menatap lekat-lekat pemilik suara itu.


"kenapa?" tanya Reykii dengan mengibaskan tangannya tepat didepan wajah gadis itu.


" tidak, Iam fine! " Eireen mencoba menutupi perasaan kacau nya dengan jawaban yang santai.


Pria itu melengkungkan bibir merah nya ke atas, pemandangan itu sontak membuat Eireen tertegun beberapa saat dan kembali menatap nya dalam.


"aku tau kamu sudah terpesona dengan ku" sambungnya lagi. kali ini Eireen telah mendapatkan sepenuhnya kesadaran.


"Jaga ucapan mu itu" ucap Eireen sembari melangkah menjauh dari Reykii


pria itu hanya tersenyum menatap kepergian Eireen lalu kembali ke kursi nya kembali berkumpul bersama ketiga sahabat nya yang masih bingung.


...🐻🐻🐻...


.


bersambung


tolong di comment like dan vote ya,, thanks allπŸ’•πŸ’•