
Eireen masih tergugu dalam diamnya, apakah ia menyukai Reykii? Ia ingin menyangkal nya namun kedua pipi gadis itu sudah menunjukkan bahwa ia memang menyukai Reykii bahkan debaran jantung yang tak dapat diajak kerjasama.
Ara terus melihat ke arah lawan bicara nya yang sadari tadi hanya diam dengan pipi yang semakin merona. Mungkinkah dia malu? atau apa??
"Eireen,, kamu beneran kan suka juga sama Reykii??" Ara akhirnya kembali membuka suara, ia tak tahan melihat pipi Eireen yang terus menerus memerah. Membuat nya tak tahan untuk tidak tertawa, namun sebisa mungkin ia menahannya karena takut Eireen akan mengamuk.
Eireen tersadar dari lamunannya, Manik coklat gadis itu menatap Ara dalam. Apa yang harusbia katakan??
"A-aku.. aku tidak menyukai nya" Ucap Eireen sedikit terbata, pasalnya gadis itu tampak sedikit aneh dari biasanya.
Ara menatap Eireen dengan lucu, ia tau bahwa Eireen berbohong dabalu untuk mengakui perasaan nya.
"benarkah??" Tanya Ara sedikit menggoda.
"Tentu saja, aku tidak menyukai nya, untuk apa?" Ucap Eireen diiringi pertanyaan.
"entahlah?? mungkin untuk mengisi kekosongan hidup" ucap Ara sedikit berfikir.
"Aku tidak punya waktu untuk itu, hidup ku hanya kulakukan untuk membuat diriku senang" Ungkap Eireen mencoba menetralisir perasaan nya sendiri.
"Tapi jatuh cinta juga menyenangkan bukan?" Ucap Ara lagi. kali ini Eireen mengambil jeda sebelum kembali mengeluarkan kalimat nya.
"Hanya di awal, selanjutnya hanya akan ada masalah yang tak pernah berhenti datang" Ucap Eireen membuat Ara terdiam tanpa berucap lagi.
Kedua gadis muda itu masih diam dalam banyak pertanyaan di kepala mereka. Eireen diam sambil memikirkan ucapannya tadi, sedangkan Ara mulai goyah atas keyakinan nya selama ini.
Benarkah bahwa Eireen tidak menyukai Reykii?? apakah ia harus menyakinkan Reykii untuk melupakan Eireen, atau malah harus mendukung Reykii untuk mendapatkan hati Eireen?? entahlah, ia juga bingung harus bersikap bagaimana.
"Baiklah, lupakan masalah itu.. ayo kita pergi shopping" Ajak Ara yang berhasil membuat Eireen keluar dari dunia lamunan nya.
"Ini sudah lebih dari sepuluh menit. Aku mau pulang " ucap Eireen menolak ajakan Ara untuk berbelanja.
Jujur saja, ia tak pernah melakukan hal-hal semacam itu. Ia tak pernah punya waktu untuk hidup seperti gadis normal. Hidupnya hanya untuk bekerja dan bertahan hidup.
"ayolah.." Ucap Ara memujuk Eireen, namun sayang gadis itu sudah lebih dulu melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar. Ara hanya diam menatap punggung Eireen yang terlihat semakin mengecil dari pandangan nya itu.
Ara memutuskan untuk pulang ke rumah, rasa untuk berbelanja nya tiba-tiba hilang bersamaan dengan Eireen yang menolak ajakannya.
Gadis manis itu melangkah kan kaki nya dengan mimik wajah yang sedikit tak mengenakkan. Kesal?? Ara tidak kesal, ia hanya sedikit bad mood karena apa yang baru saja terjadi padanya.
...🐻🐻🐻...
Eireen tiba di kost milik nya. Gadis itu langsung melangkah masuk tanpa memperhatikan sekitarnya. Biasanya ia akan langsung mandi setelah pulang kerja, tapi entah mengapa hari ini ia begitu merasa malas.
Eireen mengambil ponsel nya yang sudah sekitar dua hari ia non aktifkan. Gadis itu menekan tombol di samping ponsel dengan cukup lama hingga akhirnya layar gelap itu menyala.
Eireen diam sambil menunggu ponsel ia selesai dalam Loading nya.
beberapa pesan masuk dengan beruntun di ponsel gadis cantik itu. Itu semua pesan dari Reykii, lelaki yang baru ia kenal beberapa hari lalu.
📥REYKI
"*Reen, maafin aku ya??"
"aku janji gak akan gitu lagi, aku cuma mau temenan aja sama kamu"
"boleh kan??"
~18.07*
📥REYKI
"*Reen, kamu kemana aja?? kenapa nggak balas pesan aku??"
Eireen membaca satu persatu pesan itu tanpa berniat membalasnya. bukan apa, Eireen hanya tidak ingin memiliki perasaan lagi terhadap pria itu. ia tidak ingin jatuh cinta dan menderita.
Rasa nya ia tidak akan sanggup jika harus merasakan kepedihan itu lagi. Rasa yang selalu ingin ia hilangkan dan lupakan.
Ia bertekad untuk tidak melanjutkan perasan nya, ia ingin membunuh kerasa itu sebelum semakin dalam dan terus menyiksa nya.
Eireen kemudiaan berbaring di ranjang nya sambil mendengar musik yang begitu mengalun merdu dikedua telinga gadis itu.
"aku bingung harus bagaimana?? aku takut kecewa, aku takut kalau Reykii hanya bercanda dan hanya menjadikan ku bahan taruhan seperti dulu" Ungkap Eireen menahan tangis nya.
Gadis manis itu terlanjur menyukai Reykii pada pandangan pertama. Meski selama ini ia bisa menghalau semua lelaki yang ingin mendekati nya, tapi entah kenapa Reykii terasa berbeda. Itu yang membuat gadis itu semakin tak berdaya.
musik terus mengalun memenuhi setiap inci telinga nya, Eireen sengaja memutar lagu mellow. apalagi lirik lagu itu terasa begitu menyayat hati nya.
"Aku harus melupakan Reykii, harus!!" Janji nya pada diri sendiri.
Eireen masih terus berbaring sambil mendengar musik, sesekali bibir mungilnya bergerak mengikuti alunan musik tersebut.
sampai akhirnya Eireen tidak tau kapan kesadaran nya masih terjaga, namun sekarang gadis itu telah lelap dalam tidur siangnya.
...🐻🐻🐻...
Di waktu yang sama, namun di tempat yang berbeda. Seorang remaja laki-laki terlihat begitu gusar sambil terus menatap ponsel nya.
"Sudah dibaca, tapi kenapa tidak di balas??" Ucap nya dengan nada frustasi.
"apa Eireen masih marah padaku??" Gumam pria itu lagi sambil terus menatap ponsel yang tak memunculkan notifikasi sejak tadi.
Saat ia masih dalam mode Frustasi, tiba-tiba pintu kamar nya diketok seseorang dengan cukup keras. siapa??
"masuk" ucap Reykii tanpa berpikir.
pintu mulai terbuka, tampaklah seorang pria paruh baya yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar. Reykii mendongak menatap pria itu.
"Papa" Ucap Reykii lirih.
"Hei, sedang apa??" Tanya tuan Rio kepada anak nya yang terlihat agak gusar.
" Tidak terjadi apa-apa, ada perlu apa papa kemari??" Tanya Reykii sambil mantap sang papa.
"Hei, masa papa nggak boleh kesini?? papa hanya ingin mengobrol" Ucap tuan Rio lagi.
Reykii hanya diam tanpa menimbali ucapan papanya, Meski sudah bertahun-tahun berlalu namun rasa asing dan canggung itu mesin terasa begitu jelas.
"Apa kamu benar-benar menyukai Eireen??" Tanya tuan Rio tiba-tiba, Reykii seketika menoleh menatap papanya.
"dari mana papa tau kalau aku suka sama Eireen??" tanya Reykii sambil menatap curiga papanya..
"apa yang papa tidak tau??" ucap papanya lagi.
Reykii hanya berdehem menjawab ucapan papnya itu. entahlah, ia begitu malas berbicara pada sangat papa.
"Hei, papa tau kalau Eireen itu gadis yang penutup dan susah di dekati. Dua sama seperti mama kamu dulu. Papa sangat sulit mendapatkan nya, begitu dapat papa malah harus kehilangan dia. Terkadang dunia memang suka sekali bercanda" ungkap tuan Rio dengan suara bergetar menahan tangis. Reykii masih diam menunggu papanya melanjutkan bicara.
"Papa ingin kamu berhasil dan tak pernah kehilangan orang-orang yang kamu sayangi seperti papa yang harus kehilangan mama" Ucap Papa lagi.
"papa kehilangan mama karena kesalahan papa sendiri, jadi cukup untuk terus menyalahkan orang lain" Ucap Reykii sambil berlalu dari kamar nya, meninggalkan tuan Rio yang masih berdiri mematung.
...🐻🐻🐻...
mohon bantuan like, coment dan vote nya yaa. Thanks all❤❤❤