
Hari ini sekolah libur, karena memang sedang akhir pekan. Reykii tampak masih bergelung manja di dalam selimut tebal miliknya. sedangkan matahari sudah merangkak menaiki kaki langit.
Terdengar ketukan dari arah pintu kamar pria itu.
Tok.. Tok.. Tok..
"Rey,, Reykii" Seorang wanita mulai berteriak dari balik pintu kayu tersebut. Dari nada yang terdengar seperti nya ia sedang dalam mode kesal.
Sedangkan manusia yang di panggil masih terlelap dalam tidurnya.
"Reykii bangun, Bangun Rey... Ada berita penting nii" Teriak wanita itu lagi. Kali ini mata pria itu sudah sedikit terbuka, tapi masih enggan untuk beranjak dari tempat ternyaman nya.
"Reykii,, buka dong pintunya" Wanita dari balik pintu kamar pria itu terus saja berteriak.
"kenapa sih kak Ara?? Ngantuk loo" Jawab Reykii sedikit kesal. Pria itu memang paling anti jika sedang tidur tapi di ganggu.
"Buka dulu pintunya" Ujar Ara lagi.
"nggk mau ah, nanti aja" jawab Reykii sambil melanjutkan misi nya mencari posisi yang lebih nyaman.
"isss,, bukak duluu" teriak Ara lagi membuat Reykii terpaksa membuka matanya dengan paksa.
"iya iya tunggu sebentar" Jawab Reykii sambil beranjak dari tempat tidur nya.
'dasar kebo, apa saja yang cecunguk itu lakukan semalam sampai matahari pun sudah mau terbenam lagi' gerutu Ara sambil terus merengut menunggu pintu yang di depannya terbuka.
beberapa saat kemudian pintu ber chat putih tersebut mulai terbuka, tampaklah sesosok pria bertubuh tinggi dengan rambut yang acak-acak an meski begitu ia tetap terlihat begitu tampan.
"Kenapa??" Tanya Reykii setelah tubuhnya berhasil keluar dari balik pintu kamar.
"Ini lo Rey, ada berita penting" Ucap Ara sambil memberi senyuman termanis nya. Reykii pun terlihat mengerut kan keningnya, merasa heran dengan ucapan dan ekspresi dari kakak sepupunya satu ini.
"Sepenting apa sih sampai harus bangunin aku??" Tanya Reykii sambil sesekali menguap.
"Kakak tau rumah Eireen dimana" ucap Ara sambil tersenyum bangga, pasalnya memang selama ini tak ada yang tau dimana gadis itu tinggal. Mungkin karena dia memang tak suka bergaul dan cenderung susah diajak bicara.
"tidak penting sekali" Ucap Reykii sambil berputar ingin masuk kedalam kamar nya lagi namun Ara dengan sigap mengikuti langkah jenjang pria itu.
"kok gitu sih?? Kamu tidak tertarik??, ini berita langkah loo" ucap Ara sambil terus berjalan dibelakang sepupunya itu.
Reyki berhenti dan berbalik menghadap ke arah sang kakak sepupu. Mata elang nya terlihat sedikit sayu lantaran masih mengantuk, tentu saja mulutnya masih terus menguap.
"aku susah tau rumahnya sejak lama" Ucap Reykii, Ara pun seketika mengerutkan dahinya. Benarkah??
"Tau dari mana??" Tanya Ara setengah tak percaya.
Reykii belum menjawab, tubuh pria itu malah berbalik dan berjalan menuju kamar mandi.
"Heiii,, Kamu tau dari mana rumah Eireen??" Ucap Ara lagi sambil berteriak.
"Aku tau lah aku pernah membuntuti nya sampai ke rumah" Jawab Reykii dari balik kamar mandi.
Ara pun hanya ber oh tanpa bertanya lagi, gadis itu lebih memilih diam sambil menunggu sang sepupu keluar dari kamar mandi.
Mata gadis itu seketika terbelalak kala melihat kamar Reykii penuh dengan foto Eireen, mereka baru bertemu beberapa hari, namun foto yang tercetak sudah hampir seratus. Dari mana Reykii mendapatkan nya??
Ara berdiri dan melangkah menuju salah satu foto yang menurutnya sedikit menarik. Di foto itu terlihat Reykii sedang duduk bersebelahan dengan Eireen di sebuah kedai Ice Cream.
Di foto selanjutnya masih di tempat yang sama, namun kali ini sedikit berbeda. Eireen terlihat sedang menatap jauh ke depan, sedangkan Reykii pria itu menoleh menatap Eireen yang sedang bercerita.
Tatapan Reykii terhadap Eireen begitu dalam, membuat Ara mengerti bahwa perasaan sepupunya itu bukanlah sesuatu yang bercanda.
...🐻🐻🐻...
"Romantis bukan??" Tanya Reykii yang sudah berdiri di belakang Ara.
Sang sepupu pun menoleh, ia terlihat sedikit mengernyit dahinya.
"sejak kapan cecunguk ini jadi murah sekali tersenyum?? kekuatan cinta memang aneh" batin Ara melihat Reykii yang masih tersenyum ke arahnya.
"Lumayan" Jawab Ara menjawab pertanyaan Reykii.
"Kakak tau kan kalau perasaan ku ini sangat serius?? aku hanya mencintai Eireen saja kak. Sungguh!!" Ucap Reykii menatap wajah Ara.
"Iya, kakak tau. Tapi sepertinya ada masalah" Ucap Ara sambil bertanya lagi.
Reykii terlihat menghembuskan napas nya dengan sedikit malas. pria itu kemudian duduk di tepi ranjang, Ara pun berbalik dan melihat ketidakberdayaan sepupunya itu.
"Heii, ada apa??" Tanya Ara lagi.
"Eireen sedang marah padaku, dia tak mau bicara padaku lagi" Ucap Reykii mendongak melihat wajah kakak sepupunya.
"kenapa??" Tanya Ara dengan tatapan bingung.
"seharian kemarin aku terus memanggilnya dengan sebutan 'sayang'" ucap Reykii sambil mengerucutkan bibirnya, lelaki itu tampak sedikit berfikir.
"Ara pun seketika melotot dan memukul Kepala sepupunya sedikit keras.
"Dasar bodoh, tentu saja Eireen marah. pasti sekarang dia sudah merasa Ilfeel denganmu" Ucap Ara sambil geleng-geleng kepala.
"aku tau, aku sudah minta maaf. Tapi dia masih tetap tak mau bicara padaku" Ucap Reykii lagi. pria itu memberi sedikit jeda pada ucapannya.
"Aku hanya ingin menguji Eireen, aku ingin gadis yang berbeda dari umumnya. Dan Eireen memang berbeda kan?? dia tak suka dipanggil sayang" Ucap Reykii lagi, kali ini dia terlihat sedikit kesal kepada sang kakak sepupu.
"tidak perlu kamu tes, Eireen itu sudah berbeda dari gadis umumnya, lagi pula wajar jika Eireen marah. aku saja mungkin akan memenggal kepala pria yang dengan sembarangan memanggilku sayang" ucap Ara lagi.
"ah sudah lah, aku harus apa sekarang??" Tanya Reykii sekaligus mengakhiri perdebatan nya dengan Sang kakak sepupu.
"aku tidak tau, Eireen itu tipe gadis yang tidak suka apa-apa. sejak aku melihatnya pertama kali dia adalah satu-satunya teman yang tak bisa ku dekati. Dia begitu penutup dan cuek" Ucap Ara menatap Reykii.
Reykii terus melihat ke arah Ara, menunggu sang kakak sepupu berbicara lagi.
"Dia sangat jarang berbicara, juga tak suka bergaul. Dulu kupikir dia itu malu atau mungkin sungkan untuk berbicara duluan. jadi aku suka mengajak nya bicara, tapi ternyata dia memang gadis yang tidak suka bergaul" Sambung Ara lagi.
kali ini Reykii bereaksi, ia terlihat ingin menimpali ucapan kakak sepupu nya.
"tapi tidak ada yang mengganggu dia kan kak?? maksudku apa ada yang suka membully atau mengganggu dia??" Ucap Reykii sambil bertanya kepada Ara.
Ara terlihat menggeleng, ia seperti sedang menyusun kalimat.
"Meski dia begitu, tapi tidak ada yang bisa mengganggu nya Rey. Dia mungkin penutup dan tidak punya banyak teman karena tidak suka bergaul. Tapi dia tidak pernah di bully, sekalipun banyak siswa yang tau bahwa dia orang tak punya dan sering melakukan pekerjaan part time yang berlapis setiap hari" ucap Ara sambil mengingat- ingat.
"Dia itu pandai beladiri, dulu pernah ada seorang siswa laki-laki yang ingin menggodanya, Eireen langsung memukul siswa itu sampai ia tidak masuk selama sebulan karena tangan siswa itu patah" Ucap Ara sambil sedikit tersenyum lucu.
"Sejak kejadian itu tidak ada lagi yang berani mengganggu Eireen, Dia seperti ingin hidup sendiri. Tak punya teman seperti nya memang pilihannya, mungkin dia memang suka hidup sendirian" ucap Ara, sedangkan Reykii hanya diam mencerna ucapan kakak sepupunya.
Pikiran pria itu melayang pada tulisan Eireen yang ia baca di buku Harian milik gadis cantik itu. Jelas sikap dan isi hati Eireen berbeda sangat jauh.
...🐻🐻🐻...
"sekarang aku tau, kamu bukan tidak suka berteman kamu hanya tidak ingin merasa kehilangan. kamu memang suka sendiri, tapi kamu tidak suka kesepian. Aku janji, aku akan terus menjadi teman mu dan tidak akan pernah meninggalkan mu"
-Reykii