A Thousand Miles

A Thousand Miles
Apa Ini Reen?



"Ini apa Reen?" Tanya Reykii menatap makanan yang ada di depannya. Jujur pria kaya itu sama sekali belum pernah melihat makanan seperti ini, padahal itu biasa saja.


Ada dua porsi nasi, dan juga lele goreng beserta lalapan nya, Eireen tak menjawab pertanyaan menyebalkan pria yang tengah duduk di samping nya itu. Eireen hanya sibuk makan dan juga memasukkan beberapa lalapan kedalam mulut nya.


"Reen, ini apa? gimana cara makannya?" Lagi-lagi Reykii bertanya, membuat eireen begitu kesal dibuatnya. kenapa pria satu ini begitu merepotkan? kenapa harus terus bertanya? makan saja.


"makan saja Rey, kau ini sangat merepotkan" ucap Eireen menatap Reykii, pipi gadis itu menggembung sebelah, menandakan di dalam nya ada segumpal nasi beserta lauk yang sudah terkunyah namun belum sempat di telan.


"tapi gimana? gak ada sendok loh" ucap Reykii lagi, membuat Eireen semakin jengah di buatnya. Gadis itu kemudian memuluk satu suap nasi, tangan putih itu langsung saja menghampiri mulut Reykii yang sejak tadi sudah mengerucut.


"aaaa!!" ucap Eireen membuat Reykii sedikit menautkan satu alisnya heran.


ia pun kemudian menurut, lalu tanpa sadar memakan serta mengunyah nasi yang disuapkan oleh Eireen barusan.


Mata Reykii masih setia menatap ekspresi cantik gadis pujaan hatinya itu, namun Eireen tak menyadari nya. gadis itu hanya fokus menatap mulut Reykii yang sejak tadi mengunyah tanpa menelan.


Suara Eireen membuyarkan lamunan Reykii,


"Kenapa belum ditelan?" tanya Eireen mbuat Reykii seketika menelan makanan itu.


"enak kan?" senyum terkembang di bibir peach Eireen, gadis itu seperti punya anak bayi.


"sudah kok" ucap Reykii sambil membuka mulut nya lebar-lebar, menampilkan rongga kosong.


"bagus-bagus" ucap Eireen kemudian. Gadis itu lalu kembali makan makanan nya dengan lahap. Ia belum menyadari bahwa tindakan nya tadi membuat jantung Reykii seolah ingin meledak dengan sesegara mungkin.


Usai makan, mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan nya, kali ini kedua anak manusia itu ingin pergi ke taman, Eireen katanya begitu ingin kesana. Jadi Reykii pun menuruti keinginan wanita pujaan hatinya itu.


"Sampaiii" Seru Reykii saat motor yang mereka tumpangi sudah sepenuhnya berhenti di sebuah taman kota.


"yeyy" ucap Eireen begitu riang, gadis itu kemudian turun dari motor lalu berjalan ke sebuah ayunan kosong.


Reykii pun menghampiri gadis itu lalu duduk di sebelah Eireen dengan tenang, satu kaki nya mengayun pelan ayunan tersebut.


"suka?" Tanya Reykii kemudian, mata elang pria itu menatap hangat gadis di samping nya itu.


"iyaa" ucap Eireen sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Reykii membalas jawaban Eireen dengan sebuah senyuman yang tak kalah manis. Ia bersyukur akhir nya Eireen seperti dirinya sendiri.


Eireen tidak bersikap sok kuat dan acuh terhadap orang sekitar nya. Reykii begitu senang, karena sekarang Eireen menunjukkan sifat gadis nya yang ingin bersenang-senang.


"mau main kembang api gak?" tanya Reykii melihat penjual kembang api yang tak jauh dari mereka berdua.


Eireen menoleh menatap Reykii dengan mata berbinar.


"mauuu" Jawab Eireen begitu antusias.


Akhirnya Eireen dan juga Reykii bangkit lalu berjalan menuju arah penjual kembang api itu berada. tanpa Eireen sadari, jemari Reykii sudah bertaut dengan erat di jemari nya.