A Thousand Miles

A Thousand Miles
Kenangan Sepuluh Tahun Lalu



"Sudah dapat apa yang aku inginkan Joe?" Tanya Rio kepada sang sekretaris. Rio adalah nama ayah Reykii.


Pria paruh baya tersebut selalu tak pernah tenang dalam tidur nya, rasa bersalah akan masa lalu membuat nya harus hidup dalam bayang-bayang yang begitu menyedihkan.


"Belum tuan, tidak ada yang tau dimana dia berada" Jawab Joe sedikit menunduk.


"apa kau sudah meminta bantuan para agen dunia bawah?" tanya Rio lagi.


"Sudah tuan, namun hasilnya masih tetap nihil" Jawaban Joe tetap sama setiap hari, selalu saja mengecewakan.


"Apa yang harus kulakukan Joe?? kemana lagi aku harus mencari nya??" Tanya Rio dengan nada yang sudah terdengar begitu putus asa.


Joe sang sekretaris sekaligus tangan kanan Rio itu hanya bisa tertunduk lesu, sebab ia pun juga merasa bersalah karena tak dapat menemukan orang yang di cari oleh tuan nya selama ini.


"saya berjanji tuan, saya akan menemukan orang tersebut, cepat atau lambat saya akan menemukan nya untuk tuan. Saya berjanji" Ucap Joe dengan penuh keyakinan, namun Tuan Rio masih tetap tak bersemangat.


sudah lebih dari sepuluh tahun ia mencari keberadaan orang itu, Tuan Rio berjanji pada mendiang istrinya bahwa ia akan menemukan orang tersebut, bahkan jika orang tersebut sudah mati, tuan Rio harus bisa menemukan kuburan nya.


"Iya, ku harap kau bisa menemukan nya secepat mungkin" ujar tuan Rio diikuti dengan helaan nafas yang begitu berat.


"bagaimana keadaan Reykii di sekolah?? apa dia memang benar-benar tidak membuat ulah??" Tanya tuan Rio kepada sang sekretaris.


"Ini sungguh mengejutkan tuan, tuan muda Reykii benar-benar tidak membuat masalah. menurut informasi yang saya terima tuan Reyki sedang dekat dengan seorang wanita. lebih tepatnya tuan muda Reyki sedang jatuh cinta tuan" ucap Joe dengan penjelasan yang lumayan rinci.


"benarkah?? apa kau serius??" Tanya tuan Rio sedikit tak percaya.


"benar tuan, Namun sepertinya tuan muda Reyki sedikit mengalami kesulitan karena wanita yang telah memikat hatinya itu agak tomboy dan juga ketus" jelas Joe lagi.


"benarkah?? ternyata putra ku itu cukup pandai dalam mencari wanita. Dia memang harus punya pacar wanita yang kuat, menjadi pasangan seorang Reyki memang tidak boleh lemah" ucap tuan Rio tersenyum.


Itu mengingat kan nya pada sang mendiang istri tercintanya. Bukan hanya seorang wanita yang lembut, tapi juga tegas dan berani. mendapatkan nya pun harus dengan usaha yang begitu keras. tak mudah menaklukkan hati sekuat baja itu.


"Bagaimana dengan latar belakang keluarga nya Joe??" Tanya Tuan Rio lagi. kali ini Joe dengan sigap membuka tablet yang selalu ia bawa kemana-mana itu.


"menurut informasi yang saya dapat, gadis itu bernama Azalea Eireen Nasia tuan, Ia bukan dari keluarga yang berada. Kedua orang tuanya adalah seorang petani di Desa Mura, dan dua tahun yang lalu mereka berdua tiada dikarenakan penyakit menular yang saat itu tengah mewabah dengan cukup luas, lalu nona Eireen pergi ke kota untuk meneruskan pendidikan nya dan bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan nya sehari-hari" jelas Joe tanpa jeda, sedangkan tuan Rio sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik.


"oh begituu, Ya sudah kau jangan lupa untuk memberi tahu ku tentang semua yang dilakukan oleh Reykii" Perintah Tuan Rio kepada sang sekretaris.


"aku tidak perduli dengan status sosial Joe, kau tau itu. Cukup sudah aku membuat kesalahan di masa lalu. aku tak ingin menjadi penghalang dalam hubungan asmara anakku. Siapapun pilihan Reykii aku akan dengan senang hati menerima nya" Ucap Tuan Rio dengan suara tegas, membuat asisten Joe agak tertegun.


"Baik tuan, maaf atas kelancangan saya dalam bertanya" Ucap asisten Joe, sedangkan tuan Rio hanya mengangguk pelan.


asisten Joe langsung melangkah keluar dari dalam ruangan tuan Rio ketika sudah tak ada lagi yang perlu dibicarakan.


Tuan Rio tampak menghela nafas kecewa dan putus asa, pria tua paruh baya itu akan semakin menua nantinya, bagaimana jika ia tak mampu menemukan orang yang ia cari sampai maut menghampiri nya??


Pria paruh baya itu mengambil foto mendiang istrinya dari sudut meja kerja nya, Jemari yang mulai keriput itu tampak mengusap foto tersebut dengan hati pilu.


Jujur saja, Ia masih sangat merindukan Istrinya itu, wanita hebat yang harus berpulang sejak sepuluh tahun yang lalu. Sudah lumayan lama memang, tapi rasa kehilangan itu tak pernah bisa ia hilangkan, rasa kesepian, penyesalan, dan kerinduan bercampur menjadi satu.


Tanpa tuan Rio sadari, buliran bening itu mengalir dari sudut matanya. Tepat mengenai wajah cantik wanita tersebut.


"Ratih,, maaf kan aku" ucap tuan Rio sedikit tertahan akibat tangis yang semakin deras.


"Bisakah kamu kembali?? aku sangat merindukanmu" sambung tuan Rio lagi dengan tangan yang sudah bergetar karena rasa sakit di hatinya kian terasa. sakit yang tak bisa ia hilangkan, sakit yang sudah mengakar terlalu dalam.


"maafkan aku,, aku sungguh mencintai mu, kalau aku tau aku akan kehilangan mu, aku tak akan melakukan itu. Sungguh!!" Tuan Rio akhirnya larut dalam tangisnya, rasa rindu yang kian memenuhi setiap rongga hati pria paruh baya itu seakan tak bisa lagi dibendung.


Tuan Rio terlihat meletakkan kepalanya di atas meja, sedangkan foto almarhumah istrinya ia letakkan sebagai bantal. sungguh Pria itu sangat merindukan istrinya. Sangat-sangat rindu.


"Kenapa kamu ninggalin aku sayang?? apa kamu tau?? semuanya begitu sulit untukku tanpa dirimu" celoteh Tuan Rio dalam sela isak tangisnya.


Siapa yang tau bahwa diam-diam asisten Joe juga hampir menangis. Entah apa yang dirasakan pria itu, namun ia tau bahwa tuan Rio menanggung semua ini selama sepuluh tahun lebih sendirian. lelaki paruh baya itu tak pernah bercerita kesiapan pun. Tak terkecuali Reykii, putranya sendiri.


Asisten Joe sejak tadi tidak benar-benar pergi, ia berdiri di depan pintu ruangan bos nya itu. Sudh menjadi kebiasaan Tuan Rio sejak dulu, apabila ia masih belum mendapatkan orang yang ia cari ia pasti akan begitu, menangis sembari menatap foto mendiang istrinya.


Dan asisten Joe berdiri di depan pintu Untuk mencegah siapapun untuk masuk, karena ia tau bahwa bos tak akan bisa diganggu saat dalam keadaan seperti itu.


...🐻🐻🐻...


"***kalau saja hari itu aku menuruti keinginan mu sayang, akankah kamu tetap berada di sisi ku?? sungguh aku sangat merindukan mu"


^^^^^^-Tuan Rio***^^^^^^