
Seorang gadis cantik tengah berjalan tak tentu arah di dalam Mall. Gadis itu terlihat bingung ingin menuju ke toko mana. Kaki jenjang nya terus membawa tubuh mungil itu berkeliling tanpa tujuan.
sampai akhirnya ia melihat sebuah toko Aksesoris yang cukup imut jika dipandang dari penglihatan gadis itu. segera ia menuju ke dalam toko tersebut.
"wahh bagus-bagus banget sih" Ucap nya dengan mata berbinar seperti anak kecil yang melihat permen.
"beli yang mana ya??" Tanya nya kepada diri nya yang sedikit bingung untuk mengambil pilihan.
Jari lentiknya mengambil sebuah gelang karet yang terlihat manis lantaran berwarna pink putih. sedangkan ada pita kecil yang menjadi Ikon dari gelang kecil imut itu.
"Pengen couple lan,, tapi sama siapa??" ucap gadis itu lagi.
lama ia berfikir sampai akhirnya gadis itu memutuskan untuk membeli satu gelang saja.
Setelah keluar dari toko itu kaki jenjang nya masih sibuk berjalan. Tapi kali ini ia ingin mencari sebuah kafe.
perut nya sudah mulai keroncongan sejak tadi, ia berencana untuk mampir ke Kafe tempat Eireen bekerja. Kerena Reykii terus menelfon nya sejak tadi, sepupu nya itu terus bertanya apakah ia telah bertemu dengan Eireen atau belum. Benar-benar sepupu yang merepotkan.
Ara terus berjalan ke arah kafe yang sudah di tunjukkan oleh Reykii sebelumnya. Saat ia tiba di sana, ia langsung melihat sosok gadis pujaan hati sepupu laknat nya Reykii.
"nah ketemu" gumam Ara pelan sambil terus berjalan masuk ke dalam tempat yang cukup ramai itu.
...🐻🐻🐻...
Ara duduk di salah satu kursi yang terletak agak di pojok an sebelah kiri. berdekatan dengan jendela yang terbuat dari kaca. Dari dalam kafe tersebut Ara bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar sana.
"selamat siang kak, mau pesan apa??" Ucap salah satu pelayan yang baru saja datang dari arah tempat kasir.
Ara mendongakkan kepalanya, sudah dapat ia pastikan kalau wanita pelayan itu adalah Eireen, teman sekelasnya. meski jarang bicara, tapi Ara paham betul dengan suara Eireen yang terbilang cukup unik. mungkin kalau gadis itu bernyanyi akan terdengar sangat merdu.
"Eireen" panggil Ara menyapa sambil memberi senyum termanis yang ia miliki.
Eireen pun menatap tamu di tempat ia bekerja tersebut ternyata adalah teman sekelasnya, Ara.
"ohhh Ara, mau pesan apa??" Tanya Eireen sambil sedikit tersenyum.
"Aku pesan yang ini, sama minumannya yang ini aja" ucap Ara sambil menunjuk menu yang ia inginkan yang tertera di buku menu pilihan.
Eireen mencatat pesanan temannya itu di dalam sebuah buku kecil yang ia bawa kemana-mana saat ada pelanggan baru.
"baiklah, tunggu sebentar" Ucap Eireen sambil berlalu dari hadapan Ara.
"kenapa Eireen terlihat seperti itu ya? ada yang aneh, biasanya dia tidak begitu" Batin Ara sambil menatap punggung Eireen yang mulai menjauh dari penglihatan nya.
Eireen terlihat sedikit kaku dan canggung saat berhadapan dengan Ara, mungkin karena gadis itu adalah sepupu dari orang yang ia sukai secara diam-diam. Lucu sekali!!
Ara menunggu pesanannya itu sambil mendengar kan musik, gadis berambut panjang itu segera menyelipkan earphones kedalam kedua lubang telinganya.
Bibir kecilnya terus saja bergumam kecil sebagai
tanda bahwa ia ikut menikmati aliran musik tersebut.
Setelah beberapa menit ia menunggu, akhirnya pesanan yang ia tunggu datang juga. kali ini masih tetap Eireen yang melayaninya.
"Ini pesanan nya, silahkan dinikmati" Ucap Eireen setelah ia selesai menaruh semua pesanan Ara di atas meja.
"Terimakasih" ucap Ara sambil menatap makanan itu dengan berbinar.
Eireen pun langsung berlalu dari hadapan Ara, gadis cantik bertubuh langsung itu langsung menuju ke arah dapur.
Ara langsung memakan habis makanan nya tanpa sisa sedikitpun. Siapa yang mengira bahwa gadis bertubuh kecil itu bisa di bilang adalah pemakan segala nya.
Ara kemudian berjalan menuju arah kasir untuk membayar makanannya. setelah selesai ia kemudian berbalik dan melihat bahwa Eireen melangkah keluar dari kafe dengan baju yang berbeda. apakah ia telah selesai shift??
Ara kemudian melangkah kan kaki nya sedikit cepat untuk menghampiri Eireen.
"Eireen" panggil Ara yang masih berjalan di belakang Eireen, tak dapat ia pungkiri Eireen berjalan dengan sangat cepat. Bahkan atlet lari seperti nya pun kurang cepat. Eireen benar-benar sosok yang penuh dengan kejutan.
"Eireen langsung menghentikan langkahnya saat ia tahu bahwa yang memanggilnya adalah Ara, teman sekelas nya.
"Mau apa anak ini??" gumam Eireen dalam hati.
"Eh Ara, ada apa??" tanya Eireen sambil menatap gadis yang ada di hadapan nya itu dengan heran.
"Kamu sudah selesai bekerja nya??" Tanya Ara menatap Eireen.
"oh iya, kebetulan hari ini aku hanya bekerja di kafe ini saja" jawab Eireen.
"kalau begitu mau tidak temani aku keliling?? aku masih ingin shoping, tak ada teman" Tanya Ara dengan puppy eyes yang terlihat begitu menggemaskan.
Eireen tertegun sejenak sambil menatap Ara penuh selidik.
" Tidak bisa, aku harus pulang" Ucap Eireen menolak ajakan dari Ara. Gadis itu seketika ingin melangkah kan kaki nya namun terhenti karena tangan Ara langsung menahannya.
"aku mohon, pliss" Mohon Ara lagi sungguh.
" Tidak bisa, aku harus pulang sekarang" Ucap Eireen yang masih setia menolak.
"oh ayolahh,, tidak akan lama. sepuluh menit saja" Ajak Ara lagi, tapi kali ini dengan manipulasi waktu yang singkat.
"aku mohon, temani aku shoping" Ara kembali menyambung ucapan nya.
"baiklah, hanya sepuluh menit" Eireen menyerah, gadis itu memilih untuk mengiyakan ajakan Ara. Dia juga heran, baru kali ini ia mau menerima ajakan temannya. Ah mungkin ini berkaitan dengan ia yang menyukai sepupu Ara.
Ara langsing tersenyum menang kala mendengar ucapan Eireen yang menerima ajakan nya.
"ya sudah ayoo" Ajak Ara sambil menggandeng tangan putih Eireen. Eireen seketika menoleh menatap tangan nya yang di gandeng siku oleh Ara ia seperti mengalami De Javu.
"Jangan cepat-cepat dong Reen jalannya" Ucap Ara yang terlihat sedikit kesusahan dalam menyamai langkah panjang Eireen.
"Dasar lambat" Umpat Eireen namun masih bisa terdengar oleh Ara, gadis itu tidak marah ia hanya tersenyum lucu mendengar nya. entah kemapa menurut nya sejak Eireen mengenal Reykii ia menjadi sedikit bisa didekati.
"Reen" panggil Ara lagi.
Eireen menoleh menatap Ara yang berjalan di sampingnya.
"kenapa??" Tanya Eireen.
"kamu masih marah ya sama Reykii??" Tanya Ara yang membuat tubuh Eireen seketika berhenti berjalan.
"tidak" Jawab Eireen se netral mungkin, pasalnya tubuh gadis itu sudah panas dingin sekarang.
"Tapi kenapa kamu nggak mau bicara sama sama Reykii?? Dia tuh di rumah uring-uringan terus loh" Ucap Ara sedikit mengada-ngada.
Eireen terdiam mengambil jeda sebelum menjawab.
"Bukan urusanku" Ucap Eireen. padahal hati gadis itu sekarang tengah berbunga-bunga.
Ara yang mendengar jawaban Eireen yang seperti itu sontak mengerucut kan bibirnya.
"Kamu nih yaa!! gak kasian sama aku?? Liat nih Log Panggilan aku. isinya Reykii semua. belum lagi nih chat dia tuh cuma nanyain kamu mulu" Ucap Ara sambil terus memperlihatkan ponsel nya.
Eireen hanya melihat itu semua dengan diam, tapi hatinya terasa seperti sedang maraton.
"pipi kamu merah, kamu suka kan saya Reykii" ucap Ara sambil menggoda Eireen yang masih terus diam namun pipi gadis itu sudah bersemu merah.
...🐻🐻🐻...
tak ku sangka ternyata Eireen tipe gadis yang begini, ternyata dia juga tak se ganas yang kupikirkan. Aku ingin menjadi temannya
^^^-Ara^^^