
Reykii membawa Eireen duduk berteduh di gazebo taman dekat kios Ice Cream. Pria itu tampak mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya, lalu mengelap-elap baju Eireen yang sudah basah kuyup.
kedua mata Eireen masih terus mengekor memperhatikan yang di lakukan pria itu. Dalam hati nya sudah terkumpul banyak pertanyaan.
"apa yang kamu lakukan?? kamu pikir itu bagus?? itu hanya akan menambah masalah mu lagi" ucap Reykii sambil terus mengelap baju Eireen.
"memangnya kenapa? aku suka bermain hujan. Kalaupun aku pingsan nanti setelah hujan reda aku pasti akan bangun dengan sendirinya" jawab Eireen biasa saja.
"terserah kau saja,, tidak mungkin tidak ada orang yang berniat menolong mu" Reykii menatap Eireen dalam.
"Maybe" jawab Eireen lagi.
Reykii kemudian bangkit dari duduknya, Pria itu melangkah masuk kedalam kios Ice Cream, sedangkan Eireen hanya diam sambil terus memandang punggung Reykii yang mulai hilang dibalik pintu.
"apa yang akan pria itu lakukan?? tidak mungkin dia akan membeli Ice Cream di tengah hujan deras begini kan?!" pikir Eireen dalam hati.
beberapa menit kemudian tubuh tinggi tegap itu melangkah keluar dari dalam kios Ice Cream, tangannya terlihat sedang membawa dua cup gelas berisi air hangat, mungkin kopi.
"minumlah" Reykii menyodorkan satu cup gelas kepada Eireen, gadis itu menerima nya dengan langsung.
Reykii kembali duduk di samping Eireen, pria itu segera menghirup minuman hangat miliknya. sedangkan Eireen gadis itu masih setia memegang cup itu dengan dua telapak tangan.
"minumlah,, nanti dingin. atau kamu tidak menyukainya?" Reykii berucap sambil memandang cup tersebut, matanya memancarkan aura ingin merebut.
Eireen buru-buru meminumnya seraya berkata.
"aku pemakan segalanya"
Reykii terlihat menahan senyum kala gadis itu mengucapkan kata yang teramat unik di telinga Reykii.
Hening sesaat,, mereka sama-sama terdiam dalam beberapa waktu. mungkin canggung, atau apapun itu suasana ini membuat mereka menjadi merasa aneh. baik Reykii maupun Eireen terlihat bingung ingin memulai percakapan dari mana.
"Terima kasih ya" ujar Eireen sambil menatap lurus kedepan, Reykii yang mendengar ucapan gadis itupun sontak menoleh lalu berkata.
"Sama-sama, lain kali jangan melakukan hal yang serupa lagi" jawabnya sambil memberi nasihat kecil. Eireen terlihat menganggukkan kepalanya pelan.
"ngomong-ngomong,, kenapa kamu bisa ada disini? seperti sudah terencana saja" Eireen berkata sambil menatap wajah Reykii yang menatap ke depan.
"heii, kamu pikir aku tidak punya pekerjaan sampai harus membuntuti mu??" Reykii berujar dengan sedikit sewot.
"tinggal bilang kalau ini cuma kebetulan, apa susah nya??" Eireen pun berkata dengan tak kalah sewotnya.
"kalau menurutku ini semacam takdir, takdir yang menyamar menjadi kebetulan" ujar Reykii sambil sedikit menyunggingkan senyuman.
Eireen yang mendengar nya pun menjadi bersemu merah, entah apa yang sudah dia pikirkan. padahal kata-kata Reykii terdengar biasa-biasa saja.
"oh ya,, yang kemarin ku berikan padamu sudah kamu buka?" tanya Reykii yang langsung membuyarkan lamunan Eireen.
"eh, oh ituu.. belum sempat kubuka" jawab Eireen sedikit tergagap.
"iya, kalau ingat" ucap Eireen kemudian.
"harus ingat,, itu pemberian pertama dariku" Eireen hanya mengangguk pelan sebagai tanda jawaban dari ucapan Reykii.
hujan mulai reda, tapi masih meneteskan beberapa bulir air. kedua insan yang masih dilanda kecanggungan itu kembali bingung hendak mengucapkan selamat tinggal.
Dalam hati Reykii, pria itu masih ingin berlama-lama bersama Eireen, bertukar cerita selayaknya teman lama. Tapi Eireen seperti nya tak ingin itu terjadi, gadis itu seperti ingin segera melarikan diri dari Reykii.
Eireen masih diam menatap jatuhan gerimis pada pagi menjelang siang itu, apa yang ada didalam pikiran gadis itu?? lama ia termenung sampai akhirnya memutuskan untuk membuka suara.
"hujannya sudah reda, aku permisi pulang dulu" Eireen segera bangkit dari duduknya dan ingin berlalu dari hadapan Reykii. tapi suara Reykii berhasil menghentikan langkah nya.
"biar ku antar" tawaran sambil menahan satu lengan Eireen.
gadis itu seketika membeku, jantung nya kembali berpacu dengan hebat. Lagi-lagi Reykii berhasil membuat tubuhnya kaku dan menegang.
Eireen menoleh , tapi tidak untuk melihat wajah Reykii, melainkan untuk menatap pergelangan tangan nya yang tertahan oleh tangan kekar milik Reykii.
Reykii yang menyadari kesalahannya pun sontak melepaskan genggaman nya. pria itu terlihat kikuk dan agak canggung.
"maaf, tapi biarkan aku mengantarkan mu. hujan bisa turun kapan saja" ucap Reykii seraya berusaha menghilangkan kegugupan dalam hati terdalam nya.
"tidak perlu repot-repot, kontrakan ku dekat dari taman ini" tolak Eireen sambil menatap ke langit.
"baiklah, ini bawa saja payungku" ucap Reykii lagi.
"tidak perlu, aku suka gerimis bahkan hujan" tolak Eireen lagi. Reykii yang mendengar penolakan dari Eireen itupun seketika bungkam. ia lalu mengangguk pelan membalas penolakan dari Eireen.
gadis berkucir kuda itu langsung melangkah keluar dari tempat ia berteduh, kaki jenjangnya mulai melangkah setengah berlari. Tapi siapa sangka bahwa Reykii bergerak untuk membuntuti gadis itu.
Reykii sesekali menghentikan langkah nya kala tubuh gadis yang ia buntuti berhenti di beberapa tempat yang agak sepi, menjerit kencang seolah ingin melepaskan beban yang begitu besar. Reykii yang mendengar itupun hanya bisa diam ditempat, di hampiri pun hanya akan membuat Eireen merasa tak nyaman.
jujur saja, Reykii memang telah menyukai Eireen sejak ia bertemu sosok itu di rooftop kemarin pagi. Melihat Eireen seperti itu membuat nya meringis.
Reykii telah jatuh cinta pada Eireen sejak tanpa sengaja ia memeluk tubuh gadis manis itu, menghirup aroma tubuhnya membuat Reykii menjadi seperti seseorang yang telah menemukan tempat untuk kembali. Sosok Eireen adalah rumah untuk nya. meski terdengar agak gombal karena diucapkan oleh anak SMA tapi memang itulah kenyataannya.
Sudah sekitar tiga puluh menit berlalu, Reykii tak habis pikir bagaimana Eireen bisa mengatakan bahwa kontrakan nya dekat dengan taman kota? sedangkan kaki pria itu sudah seperti ingin terlepas.
Eireen masuk kedalam gang kecil yang sedikit becek, Reykii pun masih terus mengikuti Eireen meski ada sedikit rasa jijik menghampiri nya. Reykii berhenti dibalik tembok, memperhatikan sang pujaan hatinya melangkah masuk kedalam rumah kontrakan kecil yang terlihat agak kumuh.
pria itupun segera pergi kala seseorang yang ia ikuti itu telah benar-benar hilang dibalik pintu yang kini telah tertutup dengan sempurna.
"kenapa berbohong?! katakan saja bahwa kamu memang sedang tidak baik-baik saja"
^^^-Reykii^^^