
Jam baru menunjukkan pukul satu dini hari. Eireen masih setia duduk di sisi ranjang Reykii, menunggu sampai suhu tubuh lelaki itu turun namun sampai kini panas nya masih sama seperti tadi.
Reykii mulai menunjuk kegelisahan nya lagi, pria itu bergerak-gerak dalam tidurnya sedangkan keringat sudah mengalir dengan deras dari dahi hingga seluruh wajah pria itu.
erangan-erangan kecil terus saja lolos dari bibir sexy nya. Wajah tampan itu terlihat begitu ketakutan. Eireen yang sejak tadi setengah tidur bisa mendengar dan merasakan pergerakan yang Reykii ciptakan.
Gadis cantik itu dengan sigap mengelap seluruh keringat yang membasahi dahi hingga wajah Reykii. Tangan kecil nya tampak kembali memasukkan handuk kecil itu ke dalam baskom lalu menempel kan nya lagi di atas dahi Reykii.
...🐻🐻🐻...
"Mamaaa" Reykii berteriak sangat keras, hingga Eireen yang sedang ke kamar kecil segera berlari keluar dan menghampiri pria itu.
"Rey... kenapa??" Tanya Eireen bingung bercampur khawatir. Ia memandang wajah Reykii yang kembali di penuhi keringat. Tubuhnya sudah tidak terlalu panas, namun ia tetap saja seperti beberapa jam yang lalu.
Reykii menatap gadis yang berdiri di depannya. Tanpa aba-aba pria itu langsung memeluk tubuh Eireen dengan sangat erat seakan takut di tinggalkan.
Eireen hanya diam tanpa protes, tubuh gadis itu seketika membeku. Ia bingung harus bagaimana?!
Eireen kemudian mengelus-elus rambut belakang pria itu. jemari nya dengan sangat telaten terus menerus mengelus rambut Reykii. membuat pria itu perlahan melepaskan pelukan nya.
Eireen mengambilkan segelas air minum yang ada di atas nakas lalu memberikan nya kepada Reykii. Gadis itu terlihat agak canggung, lantaran saat ini Reykii menatap nya dengan tatapan aneh.
"kenapa??" Tanya Eireen sesaat setelah Reykii selesai minum.
"Maaf ya, aku merepotkan mu" ucap Reykii sedikit menunduk lantaran agak malu.
"tak apa, aku tau rasa nya sendirian" Eireen berkata sambil memandang wajah Reykii. Reykii melihat wajah Eireen yang seketika berubah menjadi sendu.
"apakah kamu sudah merasa baik??" Tanya Eireen mengubah situasi canggung yang sedang melanda mereka berdua.
Eireen menatap jam yang baru menunjukkan pukul setengah dia dini hari. gadis itu lantas menyuruh Reykii untuk kembali beristirahat.
"Apa kamu akan pulang??" Tanya Reykii melihat Eireen yang sedang bersiap-siap merapikan segalanya.
"iya, tidak mungkin aku tidur disini bersama mu" Ucap Eireen lagi.
"Menginap saja, ada dua kamar di apartemen ini. lagipula ini sudah dini hari, rumah mu juga jauh dari sini" Ucap Reykii sambil duduk dari posisi berbaring nya.
"Tak apa" ucap Eireen menolak tawaran Reykii.
"Menginap lah disini Reen" Ucap Reykii lagi saat Eireen sudah ingin melangkah keluar dari kamarnya.
Eireen menoleh menetap Reykii yang masih terus menatap nya sejak tadi.
"aku takut orang-orang berpikir yang tidak-tidak" Ungkap Eireen atas kekhawatiran nya.
"jika ada yang bertanya, aku akan bilang kalau kamu sepupu ku. Tidak akan ada masalah" ucap Reykii lagi.
"Hemm. baiklah kalau begitu" Jawab Eireen , gadis itu kemudian langsung keluar dari kamat Reykii dan menuju ke sebuah kamar yang terletak di sebelah kamar yang di tempati oleh Reykii.
...🐻🐻🐻...
Kenapa aku harus peduli padanya?? Apakah aku memang benar-benar menyukainya?? kenapa aku merasa bahwa dia juga kesepian dan sendirian?? sama seperti aku!!
^^^^^^-Eireen^^^^^^