
Tak selamanya yang kita lihat itu benar
—Reykii Alterio Savian—
Matahari telah menampakkan wajahnya, semburat oranye mulai menerobos masuk ke kamar gadis bernama Eireen itu. Suara kokok ayam sudah terdengar bersahutan, namun ia masih asyik berpose didepan cermin, sesekali mengubah style rambutnya. Hari ini ia memilih di kucir kuda saja.
Jarum arloji telah sampai pada angka 06:30, waktunya berangkat sekolah, hari ini iaberniat berangkat lebih awal dari biasanya. Ntahlah, hari ini ia begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah, tidak seperti hari-hari sebelumnya.
Ia langsung meraih tas berwarna hitam dan buku harian kesayangan nya dari atas meja. la segera melangkahkan kaki nya menuju ke halte bus.
06:45
“Belum ada orang rupanya” gadis itu bergumam pelan namun tak menyadari ada seseorang mendekat ke arahnya.
“kamu nggak anggap aku ada??“sapa seorang pria yang berjalan ke arahnya, namun gadis itu hanya menatap nya sekilas, dan langsung memfokuskan matanya kembali ke depan. menatap jalan raya yang agak sepi.
“Boleh aku duduk di samping kamu?” ucapnya lagi sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah gadis berambut panjang itu. namun ia masih tak bergeming.
“Hey, kamu memang nggk dengar atau sengaja mengabaikan aku??”
kalimatnya terdengar dengan intonasi yang sedikit di tinggi kan. mau tak mau gadis itu menjawab pertanyaan pria tadi tapi hanya berdehem pelan, masih asyik melamun dan menatap ujung jalan.
"Baiklah, aku anggap itu persetujuan dari kamu”, pria itu langsung duduk di samping Eireen.
5 menit berlalu, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua, dan bus yang di tunggu oleh Eireen masih tak kunjung datang.
Matahari sudah semakin tinggi, ia bisa terlambat jika terus begini. gadis itu segera bangkit dari tempat duduk nya dan mempercepat kan langkah menuju ke sekolah yang berjarak 1 KM dari halte bus
...🐻🐻🐻...
07:20
“maaf nona, anda terlambat lagi” ucap satpam yang berdiri tegak di depan di depan gadis itu.
“Anda sudah tau apa yang harus anda lakukan” lanjutnya sembari melangkah menjauh darinya. Gadis itu tau bahwa ini sudah menjadi kebiasaan buruk nya, Jadi ia sudah tau apa yang harus ia lakukan.
Selesai... halaman tampak sepi, semua murid telah berada dalam kelas, karena memang jam masuk telah di mulai sejak pukul 07:00 tadi, 20 menit sebelum ia tiba di sekolah.
Eireen langsung menghempaskan pantat nya di atas bangku taman yang berdiri kokoh di bawah pohon beringin lebat yang hidup di halaman sekolah. gadis itu menghirup udara pagi ini dengan sedikit kekesalan.
ia mengira bahwa hari ini akan sedikit menjadi hari yang istimewa bagi nya, tapi ternyata begitu banyak rentetan hal yang menyebalkan terjadi pada gadis muda itu.
Mulai dari bertemu dengan pria yang tiba-tiba sok akrab dengan nya, kemudian disusul dengan bus yang datang terlambat dan berakhir dengan hukuman seperti biasa.
Eireen menghela nafas perlahan, ia berniat mengambil buku diary kesayangan nya, berharap dengan menulis kisah paginya yang malang ini bisa mengurangi sedikit kekesalan dalam hati gadis cantik itu.
"Loh, kemana diary itu ku? apa ketinggalan saat di halte bus tadi? ". hilangnya buku diary nya oagi ini semakin menambah mood gadis itu hancur.
ia menghela Nafas kasar "Ah sudahlah, mungkin kalo ke roof top bisa lebih baik. Barangkali dengan menatap keramaian Ibu kota dari ketinggian bisa membuat mood ku sedikit membaik." gumam nya dalam hati.
gadis itu segera melangkah kan kaki nya cepat, ia menuju tangga penghubung lantai dasar ke roof top yang ada di lantai 3, tangga itu berada di sebelah kelas 12 MIPA 1, yang berada tak jauh dari tempat duduk ku semula.
"ah...sangat nyaman, sunyi dan menenangkan" ucap nya sembari merentang kan ke dua tangan nya dengan lepas, ia berdiri di tepian roof top sambil menengok ke bawah. menatap lepas ke jalan raya yang memberi pemandangan kondisi jalan yang sedang ramai di lalui banyak kendaraan.
"Hidup ini sulit sekali" ucapnya kemudian.
gadis itu melepaskan satu pijakan nya dari atas tepian roof top, dan membiarkan kaki jenjang nya itu terjuntai di ambang-ambang udara.
"hei.. apa yang kamu lakukan? kamu mau bunuh diri ya? " pekik seorang pria dengan sangat keras dan lantang, membuat gadis itu sedikit terkejut dan tanpa sadar ia mulai kehilangan keseimbangan.
.
.
.
bersambung
mohon bantuan coment like dan vote nya yaa💕💕