A Thousand Miles

A Thousand Miles
Kesalahan Kecil di Pagi Hari



Siang berganti malam, Eireen terlihat sedang berkutat di depan meja belajar miliknya. Mata almond gadis itu masih setia menatap kotak hitam kecil pemberian Reykii tempo hari.


Ingatannya masih bertaut pada ucapan pria bertubuh tinggi itu di tempat mereka berteduh tadi. Gadis itu pun langsung membuka kotak itu tanpa memikirkan apapun lagi.


setelah dibuka, terlihat sebuah liontin berwarna biru dengan bentuk bulan dan matahari. Indah sekali, Eireen langsung mengenakan nya saat itu juga. gadis itu berputar-putar di depan cermin, sesekali ia memainkan rambutnya.


senyum manis terus terkembang di pipi nya, menambah paras yang sudah ayu itu semakin anggun dan manis.


waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, sudah cukup larut memang tapi kedua mata gadis itu seakan tak ada kantuknya. otaknya pun masih terus memikirkan Reykii, wajah tampan pria itu terus terlintas dibenaknya, membuat ia sama sekali tidak bisa berhenti tersenyum.


entah pukul berapa gadis itu bisa terlelap, tapi pastinya itu membutuhkan waktu yang cukup lama.


...🐻🐻🐻...


pagi menyapa seperti biasa, hari ini Eireen berangkat ke sekolah lebih awal, mungkin karena tempo hari dia bertemu Reykii di halte. Dan sepertinya Eireen ingin kejadian itu terus terulang.


gadis itu. masih berdiri di depan cermin, rambut yang awalnya di kucir kuda, sekarang di biarkan terurai dengan sedikit kepangan di samping. Cantik sekali.


gadis itupun segera melangkah kan kaki nya dengan semangat empat lima. saat dia telah berhasil mengunci pintu rumah kontrakan nya. kedua mata almond gadis itu membelalak dengan sempurna.


Reykii sudah berada di depan rumahnya, didepan kontrakan buruk miliknya. pria itu duduk dengan sangat tenang di atas sebuah motor sport berwarna merah, tampan sekali.


"apa yang kau lakukan disini?" tanya Eireen sambil berjalan mendekati pria itu.


"menjemput mu" jawab Reykii dengan begitu santai.


Eireen terdiam, gadis itu menahan degup jantung nya yang kian memburu. Luapan rasa yang begitu besar membuat nya kesulitan untuk bernafas, Lagi-lagi kedua pipi gadis itu merona. membuat malu saja!!


''


Reykii turun dari motornya, pria itu berjalan menghampiri Eireen yang masih berdiri mematung beberapa meter dari nya.


Reykii tersenyum saat dia telah berdiri dengan sempurna di depan tubuh gadis itu. membuat tubuh mungil Eireen semakin menegang.


"cantik" ucap Reykii dengan senyum yang terus terkembang.


"hah?!" Eireen termenung mendengar penuturan dari Reykii.


"bukan kau, tapi kalungnya" ujar Reykii kemudian, membuat senyum Eireen seketika hilang.


"hahaha" Reykii tertawa tanpa beban apapun, membuat Eireen terkesima sejenak. sumpah Demi apapun, pria ini benar-benar sempurna.


"kamu juga cantik kok Reen" sambung Reykii lagi, Eireen yang sudah terlanjur makasih hanya membalas perkataan Reykii dengan deheman pelan.


"jangan marah Reen, aku kan cuma bercanda" ujar Reykii agak canggung.


Eireen hanya diam, gadis itu tak tau harus bereaksi seperti apa, banyak pertanyaan masuk di benaknya. tapi bagaimana cara mengungkapkan semua itu?


Tiba-tiba lamunan gadis itu tertarik ke alam sadar, saat ada sebuah tangan kekar menarik lengannya.


"tidak mau, aku mau naik bis saja" tolak Eireen, gadis itu terlihat begitu tenang, padahal jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa sangat gembira. meskipun ia sedikit kesal karena tau bahwa kemarin pria itu membuntuti nya. Feeling wanita memang tak pernah salah.


"kenapa? kita satu sekolah Reen, apa yang salah dengan itu?" ucap Reykii dengan nada agak bingung.


"aku hanya tak ingin, hanya itu" jawab Eireen sambil beranjak ingin berlalu dari hadapan Reykii.


"ayolah, ada apa dengan mu?" Reykii terus saja berbicara, membuat gadis itu menghentikan langkah nya.


"kau yang kenapa, kenapa kau terus saja memaksaku?! aku Sudah bilang kalau aku tak mau pergi bersamamu" jawab Eireen cepat tanpa jeda, seakan-akan kalimat itu telah ia hafalkan sebelumnya.


"dan satu lagi, membuntuti orang lain bukan hal yang bisa dibanggakan" sambung Eireen lagi. gadis itu kemudian berlalu dengan cepat, meninggalkan Reykii sendirian.


punggung Eireen perlahan menghilang di balik tembok yang membentuk gang sempit. Reykii hanya bisa terdiam, tadi pagi dia juga telah sempat berfikir tentang akibat dari tindakan nya ini, tapi pria itu mengabaikannya, dia pikir Eireen mungkin akan menyukainya.


"Shitt!! apa aku salah jika aku membuntuti nya?! aku hanya tak ingin dia terluka, tidak bolehkah aku menyukainya?! apakah perasaan ku ini juga salah?!" gumam Reykii , lama pria itu termenung, hingga beberapa saat kemudian motor sport nya melaju dengan begitu cepat


...🐻🐻🐻...


seorang gadis cantik tengah duduk termenung didalam sebuah bis yang akan membawa nya menuju sekolah.


gadis itu terlihat sedikit gelisah, matanya menerawang ke pemandangan samping jendela. kedua mata almond gadis itu terus saja memperhatikan pemandangan di sepanjang perjalanan.


"kenapa aku harus berkata seperti itu padanya?? kenapa aku harus berbicara sekasar itu??, harusnya aku tak perlu terlalu marah hanya karena dia membuntuti ku. tapi kenapa aku menjadi begitu marah??" Eireen terus saja bergumam tak jelas sepanjang perjalanan yang terasa begitu lama ini.


masih bisa ia mengingat dengan begitu jelas bagaimana ekpresi dari raut wajah Reykii tadi, pria itu tampak begitu kecewa karena makian Eireen.


"apa mungkin aku telah menyinggung perasaan nya?? oh tuhann!! maafkan aku" Eireen kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. gadis itu terlihat begitu merasakan bersalah.


bus pun berhenti tepat di halte bus yang berjarak beberapa meter dari gerbang sekolah. Eireen turun lalu berjalan masuk ke dalam area sekolahnya


Eireen langsung duduk di tempat nya, gadis itu kemudian langsung mengeluarkan sebuah buku diary yang masih sangat mulus, yang benar saja ia baru membelinya beberapa hari yang lalu.


untuk Reykii


"Aku minta maaf atas ucapan ku tadi pagi, aku tak bermaksud seperti itu. Sungguh!! aku hanya sedikit kesal karena kau membuntuti ku kemaren siang".


^^^dari Eireen^^^


Eireen kemudian menyobek lembaran kertas itu, lalu menyimpan nya di dalam salah satu buku pelajaran milik nya.


gadis itu berencana memberikan surat permohonan maafnya nanti saat ia bertemu lagi dengan Reykii.


..."apakah mencintaimu juga suatu kesalahan?"...


^^^-Reykii^^^