
Reykii bangun dari tidur nya amsaat jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Pria itu kemudian bangkit lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Suhu tubuh Reykii sudah baik, panas nya sudah turun dan pria itu terlihat agak bertenaga hari ini. selesai mandi Reykii langsung mengganti bajunya dengan setelan Casual biasa.
pria itu kemudian berkaca dan merapikan rambutnya yang masih basah. Hidungnya tiba-tiba mencium bau masakan yang begitu enak dan lezat.
'apakah Eireen masih di sini??" pikir Reykii sambil berjalan ke luar dari kamar menuju ke arah dapur.
Mata Reykii berputar mencari objek yang ingin ia lihat. Tapi tidak ada, seperti Eireen sudah pulang.
Reykii menatap meja makan nya yang telah tersaji beberapa menu. Berbicara tentang masak, Eireen boleh di bilang gadis tomboy tapi tangan nya sangat mahir mengolah sesuatu menjadi makanan yang lezat dan enak. Hidup sendiri memang harus bisa segalanya.
Reykii menatap satu persatu makanan itu dengan tersenyum malu. Ia ingat kejadian beberapa jam lalu saat ia memeluk Eireen. Kurang ajar memang, tapi ia menyukai nya. Rasanya Reykii ingin melakukan hal lebih terhadap Eireen daripada sekedar pelukan. Astaga, pikiran kotor pria itu mulai berkelana.
Reykii mengambil satu Note yang ada di samping makanan-makanan itu.
jangan lupa sarapan dan minum lah lagi obat mu supaya panas nya tidak kembali naik"
^^^Eireen^^^
Reykii tersenyum dan memeluk kertas kecil itu dengan sayang. Ada untung nya juga dia sakit, Eireen bisa perhatian dan memasak makanan untuknya. Menyenangkan sekali!!
Tanpa pikir panjang lagi Reykii langsung duduk di kursi maka itu dengan hati riang gembira. Ia mulai menyendok nasi dan beberapa lauk yang tersedia. Sebenarnya cukup sederhana, atau mungkin terlalu sederhana untuk seorang anak konglomerat seperti Reykii.
"ummm,,, enak sekaliii sih masakan calon istri ku" ucap Reykii bahagia sambil terus mengunyah makanan nya.
"seperti masakan mama" Ucap nya lagi sambil tersenyum sedikit sedih, ia kembali teringat dengan mama nya. Wanita yang begitu berharga di hidupnya, wanita yang selalu ia rindukan sepanjang hari nya.
Tak ingin larut dalam kesedihan, Reykii kembali menyantap makanan di piring nya dengan semangat.
Eireen hanya masak opor ayam, tumis kangkung dan tempe goreng. Tapi Reykii bisa menambah sampai berkali-kali.Pria itu lapar atau doyan??
Sejujurnya Reykii bukan tipe orang yang banyak makan, ia sangat jarang makan apalagi di rumah nya. tapi kali ini dengan sangat lahap pria itu memakan habis semua yang tersedia di meja makan itu tanpa tersisa sedikitpun.
...🐻🐻🐻...
"Teen, Eireen.. " Ara memanggil teman sekelasnya itu dengan suara berbisik seperti ingin meminta contekan saat ujian. Tentu saja Eireen tak bisa mendengar nya.
"budek banget sih!! sama kaya Reykii. Jodoh emang selalu sama ya??" Gumam Ara sambil sedikit kesal.
"Eireen... " Ara memanggil nama gadis itu lagi. Namun masih tetap sama, tak ada respon dan jawaban.
Ara terus memanggil Eireen tanpa henti. hingga teman sebangku Ara merasa terganggu oleh nya
"Berisik Ra, Diem dong!!" Ucap Nela begitu sinis.
Ara akhirnya menyerah, gadis itu berhenti memanggil Eireen dan kembali memperhatikan guru yang sedang menjelaskan didepan.
Sedangkan Eireen, gadis itu sejak tadi tak bisa fokus lantaran fikiran nya masih terikat kepada Reykii. Ia bertanya-tanya apakah masakan nya enak? apakah Reykii akan suka? Apakah pria itu meminum obat nya lagi?? Apakah ia membaca Note yang di tulis Eireen tadi??
Eireen tidak bisa fokus, benar-benar tidak bisa. Ia berfikir apakah nanti ia perlu ke apartemen Reykii lagi?? Apakah tak apa?? Ia langsung sadar dari dunia fikiran nya setelah ia ingat bahwa ia harus bekerja nanti.
Eireen menghembuskan nafas beratnya, kali ini bukan tentang apa. Tapi kenapa ia harus terus memikirkan Reykii sepanjang waktu?? ia jadi tak fokus belajar dan mendengarkan guru di depan pun tidak lagi konsentrasi.
Sedangkan Ara, kakak sepupu Reykii itu terus memperhatikan setiap detail wajah Eireen, lebih tepatnya mimik wajah gadis itu.
Ara terus melihat jam yang melingkar di tangan mungilnya. Berharap jam itu segera berposisi di angka sepuluh. Ara begitu ingin bertanya apa yang terjadi tadi malam dengan Reykii, ia tau bahwa sepupu nya yang satu itu agak rewel jika sedang sakit. Bukan agak, tapi sangat sangat rewel.
setelah sekian lama menunggu, akhirnya bel istirahat berbunyi. Guru bahkan baru melangkahkan kaki nya keluar dari pintu kelas, namun tubuh Ara dengan cepat berpindah posisi duduk di samping bangku Eireen yang kosong. Yaitu bangku Reykii.
"eh-ehemm" Ara berdehem agak keras supaya orang yang ia ajak bicara sadar.
Eireen menoleh melihat wajah Ara yang tersenyum simpul sambil menatap nya.
"kenapa??" Tanya Eireen sambil mencoba menerka apa yang ingin di katakan gadis itu. Sejujurnya ia tau bahwa ini pasti ada sangkut pautnya dengan Reykii.
"Bagaimana keadaan Reykii?? apa dia baik-baik saja??" Tanya Ara.
"orang sakit tidak ada yang baik-baik saja" Jawab Eireen menggunakan kata-kata Savage nya.
Ara memanyunkan bibirnya, gadis itu terlihat sedikit kesal karena jawaban Eireen yang terdengar agak sesuatu di telinga gadis itu.
"maksudku apakah sekarang dia sudah lebih baik??" Ucap Ara lagi sambil bertanya.
Eireen menjawab pertanyaan Ara dengan anggukan.
"Ohh syukurlah!! aku takut sekali. Reykii itu jika sedang sakit sangat rewel dan sering sekali mengigau. apa dia juga begitu tadi malam??" Ucap Ara lagi sambil bertanya.
"iya, tadi malam dia sempat begitu tapi tidak begitu sering karena panas nya sudah turun" Ucap Eireen menjelaskan.
Ara melihat Eireen kagum, jika Reykii bisa dengan mudah sembuh itu artinya Eireen menang benar-benar orang yang tepat untuk Reykii. semoga saja mereka bisa segera bersatu.
"Dulu dia tidak begitu, tapi setelah Tante Ratih meninggal ia menjadi sangat rewel jika sedang sakit" Eireen yang mendengar penuturan dari Ara itu hanya mengangguk-ngangguk paham. Meski sejujurnya masih begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan.
"nanti ikut aku ke apartemen Reykii ya??" Ucap Ara kemudian, gadis itu terlihat membiarkan matanya.
"aku harus bekerja" Ucap Eireen menolak.
"ayolahh" Ara terus saja memaksa Eireen yang akhirnya di iyakan oleh gadis itu. Ara tersenyum menang mendengar bahwa Eireen menerima ajakan nya. Ia telah memantapkan dirinya untuk membantu sangat sepupu untuk dekat dengan Eireen. apapun resiko nya.