
Save your problem we’ll, Sometimes people just to know without wanting to help”
—Azalea Eireen Nasia—
Riuh Rintik hujan semakin terdengar jelas. bising suara katak pun turut memekak kan gendang telinga. Seorang gadis muda berumur sekitar delapan belas tahun sedang duduk termenung di dekat jendela kost an buruknya.
5 menit kemudian, hujan semakin deras, bumi seakan sedang menangis dengan begitu hebat. Gadis itu mengambil buku harian miliknya, mulai menggambar, lebih tepatnya goresan acak yang memperlihatkan iblis jahat.
Gadis itu bernama Eireen, dari gambar yang ia buat saja sudah bisa menggambarkan betapa kelam nya hidup gadis muda itu.
Sedikit kisah dimasa lalu. Gadis ini tak tau siapa orang tua nya, sejak ia bisa mengingat ia sudah berada di sebuah rumah kecil di pinggiran kota.
Rumah itu bisa disebut sebagai panti asuhan, bukankah seharusnya ini adalah tempat penuh kasih sayang?? namun lebih merealitakan tentang hidup yang keras. sejak kecil ia harus bisa bertahan hidup sendiri, bekerja keras adalah teman baik nya.
kisah yang kelam itu menuntunnya menjadi seorang gadis muda yang dingin dan sulit mengekspresikan perasaan nya sendiri. membuat orang yang bertemu dengannya sering kali saja paham.
Lama gadis itu termenung, memikirkan esok hari yang akan segera tiba beberapa jam lagi. malam memang sudah sangat larut, namun matanya tak kunjung dijemput kantuk.
Gadis itu beralih, beranjak ke meja belajar miliknya. mengambil ponsel pintar yang baru saja ia beli beberapa hari lalu. Dari hasil kerja kerasnya selama ini, akhirnya bisa terkumpul uang untuk membeli sebuah android.
gadis itu memasukkan beberapa kode retas, ia begitu ingin mencari tau siapa orang tua nya. siapa orang yang tega membuang dirinya?? namun hasilnya masih terus nihil.
gadis itupun kembali beranjak ke depan jendela, memandang lepas ke luar halaman, ia kembali membuka lembaran baru dari buku harian nya, hanya sekedar mencoret coret saja, tak tau ingin menulis apa.
Sesekali ia mengeluarkan tangan nya dari balik kaca jendela, sekedar ingin merasakan dingin nya rintik air hujan. Hening, hanya terdengar dentingan air hujan yang semakin deras mengenai atap.
“Sudahlah, aku cuma perlu menjadi kuat, hidup menjadi seorang manusia sungguh melelahkan" Ujar Eireen sambil menatap langit-langit kamarnya.
walau ia selalu ingin menjadi gadis yang kuat, namun ia tetaplah seorang gadis, wanita muda yang perasaan nya sangat rapuh. menangis adalah satu-satunya jalan terbaik. meski ia harus tetap baik-baik saja.
hidupnya bisa di bilang sederhana, ia dapat menyewa rumah kost ini dengan bekerja part time di salah satu restoran tak jauh dari tempat tinggal nya itu.
Gadis muda ini sebenarnya sosok yang baik dan penyayang, namun dunia yang begitu kejam ini menuntut nya menjadi sosok yang kurang berperasaan.
Di sekolah ia tak punya teman, hanya ada beberapa orang saja. Dan itu bukanlah teman, hanya orang-orang yang beberapa kali berbicara dengan nya.
meski begitu, ia bukan lah sosok gadis yang bisa di bully. Sudah dikatakan bukan?? dia gadis yang kuat, tak mudah baginya untuk menerima pembully an.
Gadis itu akhirnya dapat memejamkan matanya, setelah malam hampir berganti menjadi pagi. sungguh ini adalah malam yang begitu panjang untuknya.
.
.
.
ini karya pertama aku, jadi maaf kalau banyak kalimat2 yang kurang nyambung,,hehe ...
mohon bantuan like coment dan vote nya,, thank you 💕💕