
Benar apa yang di ungkapan teori fisika, bahwa suara-suara tertentu bisa meningkatkan detak jantungmu
—Azalea Eireen Nasia—
Eireen memejamkan mata nya, sementara bibir mungil gadis itu asik emekik kencang sejak tadi.
"aaaaaaaa.. ya Tuhan.. aku mati aku mati,, hah.. aku belum ingin menemui ajal ku sekarang" ucap nya lancar dengan nafas yang memburu, gadisbitu masih setia memejam, belum berani membuka mata almond nya, sampai seseorang menepuk pelan pipi gadis itu.
"Hei, sadarlah.. ada apa dengan mu? kamu tidak jatuh" pemilik suara itu terdengar sedikit keheranan. Eireen mencerna ucapan pria itu, seperti tak asing.
namun tetap saja kedua matanya masih setia menutup, sampai beberapa detik kemudian, ia merasa bahwa tubuh nya tak terasa sakit apalagi terbanting, malah terasa empuk.
gadis itu langsung membuka matanya dan yang benar saja, ia kembali menjerit saat melihat ada wajah seorang pria yang jaraknya hari lima cm dari wajah nya. entah lah, ia juga tak tau mengapa ia harus menjerit lagi.
"hei.. hei.. apa yang kamu lakukan? kamu merusak pendengaran ku tau!!" ucapnya lagi dengan dua jari telunjuk yang menyumpal ke dua lubang telinga nya.
"menyingkirlah dari atas tubuhku, kau sangat berat" sambungnya dengan nafas tersengal.
Teriakan Eireen pun berhenti keluar. tapi tubuh nya masih setia berada di atas tubuh pria itu, ia masih sedikit syok dan linglung dengan kejadian yang baru saja menimpa nya itu.
Oh God!
Eireen langsung menyingkirkan tubuh nya dari atas dada bidang pria itu, saat ia sadar bahwa ia sedang berada di atas tubuh seorang pria. Eireen langsung duduk bersimpuh di samping pria itu.
"Maaf" Eireen mengucap dengan lirih, Pandangan mata nya masih setia menunduk, ia agak malu dan pipi nya sudah merona karena kejadian barusan. Entah apa yang terjadi pada diri gadis muda itu, mungkin karena sebelum nya tak pernah berinteraksi sedekat ini dengan seorang pria.
"hmm, tak apa" ucap pria itu sambil mengelus pucuk kepala Eireen lembut.
Eireen langsung mendongakkan kepala nya, melihat siapa pemilik suara serta tangan hangat tadi.
"seperti tak asing" gumam nya dalam hati.
"kau? apa yang kau lakukan? " Eireen tiba-tiba menaikkan suara nya satu oktaf, hah sungguh menjengkelkan ketika ia harus bertemu dengan pria ini lagi. Untuk yang ke dua kalinya.
Eireen mendengus kesal sambil menatap pria itu.
ia langsung berdiri dan ingin segera menyeret kedua kaki nya dari hadapan lelaki tersebut. Namun, langkahnya kalah cepat dengan cengkraman tangan kekar pada lengan milik Eireen.
"Begini kah caramu berterimakasih kepada orang yang telah menyelamatkan masa depan mu??, coba bayangkan jika aku tidak segera menangkap tubuhmu itu, kamu pasti sudah tinggal nama sekarang" ucap pria itu sambil memicingkan mata.
"Apakah aku meminta mu untuk menyelamatkan ku? lagipula aku tidak berniat bunuh diri, kamu saja yang mengagetkan ku dengan suara mu yang berisik itu, Sampai aku hampir kehilangan nyawa" jawab Eireen membalas kalimat pria itu.
Laki-laki itu tertegun sesaat, Ia menghela nafas perlahan, dan mengendurkan cengkraman nya pada lenganku
"oh begitu. Maaf ya?? kupikir kamu mau bunuh diri" ucapnya tulus dengan tangannya yang masih mencengkram lengan Eireen.
"Ya" Jawab gadis itu singkat lalu melepas lengannya dari cengkraman kekar pria tadi. Eireen segera menyeret kedua kaki nya menjauh dari tubuh laki-laki itu.
"hei tunggu, ini untukmu" ucap pria itu dengan lengkungan manis yang tercipta di bibir indahnya.
Eireen spontan menoleh dan menatap lengkungan manis itu.
Eireen hanya mengernyitkan satu alisnya, menatap pria itu heran.
Eireen masih berdiri mematung tujuh meter dari hadapan pria itu.
pria itu berjalan mendekati Eireen dengan senyum yang belum memudar, masih setia bertengger di bibir indahnya.
Eireen masih menatap kosong kotak imut itu. Pikiran nya kacau dan jantung nya berdetak tak beraturan saat jemari kokoh pria itu mengangkat dagu nya.
Pandangan mereka beradu, siapa sangka ternyata jantung Reykii sama berdetak tak karuan.
Eireen sadar posisi ini sangat tak baik, ia langsung menepis pandangan nya selang beberapa detik dari pertemuan mata itu. Jantung Eireen mulai membaik, Ia berdetak sedikit teratur sekarang.
Tapi perasaan itu masih ada di tubuh nya, terutama di detak jantung nya, ia masih terasa sangat jelas. Perasaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Darah Eireen kembali berdesir hebat, kala jemari pria itu meraih tangan nya dan meletakkan kotak cantik itu di telapak tangan kanan Eireen. Ia lalu menutup kotak tersebut dengan ke lima jari Eireen lalu pria itu menggenggam nya.
"Terima lah, jangan lupa di pakai" Eireen hanya menjawab nya dengan anggukan, tak mampu mengeluarkan satu kata pun dari bibir nya, semua seketika terasa kelu dan membisu.
gadis itu menarik napas nya dalam-dalam, mengeluarkan nya dengan perlahan. pria itu langsung melepaskan genggaman nya saat menyadari bahwa bel istirahat berbunyi.
"Aku pergi dulu, sudah waktu istirahat dan aku ingin ke kantor kepala sekolah untuk mengurus kepindahan ku ke sekolah ini". Ucap pria dengan tersenyum kikuk karena mendapati Eireen yang masih setia mematung di depan nya.
" cuek sekali, apakah tindakan ku barusan salah?, aku sudah search di Google bagaimana caranya memperlakukan seorang gadis dengan baik dan manis. Dasar Google sialan, aku akan menuntut orang yang telah meng-upload artikel sesat itu" gumam laki-laki itu dalam hati.
Eireen mengiyakan ucapannya, dan langsung melangkah kan kaki menuju tangga. Pria itu terheran saat mendapati malah Eireen yang meninggalkan nya, padahal dia yang berpamitan pada gadis itu.
Eireen tak menggubris tatapan pria itu.
Eireen langsung menuruni anak tangga dengan perasaan yang masih berkecamuk, ia segera mengusir perasaan itu saat tiba di lantai dasar.
Saat ia ingin berbelok ke arah kelasnya, Tiba-tiba ia sudah bertabrakan dengan seseorang.
"aaaaa.. yaa ampun kau mengagetkanku Reen" ucap seorang gadis yang jatuh tersungkur di depan ku.
Dia Ara, selah satu teman sekelas Eireen yang paling sering mengajak gadis itu bicara. Meski begitu mereka tak terlalu akrab, karena sikap Eireen yang agak sulit di tebak.
Eireen langsung menyodorkan telapak tangan nya yang disambut dengan tangan putih mulus milik Ara.
"Maaf Ra, aku nggak lihat" ucap Eireen sebagai tanda permintaan maaf.
"Iya Reen, tidak apa-apa, aku juga salah karena terlalu terburu-buru" Jawab Ara sambil tersenyum.
Eireen hanya mengangguk seraya berjalan menjauh dari hadapan Ara, sementara gadis itu masih melihat kotak kecil yang ada digenggaman Eireen.
"dari mana dia dapat kotak itu?' ucap Ara pelan sambil berjalan menaiki anak tangga menuju rooftop.
.
.
.
.
bersambung
maaf kalau banyak kalimat yang gak nyambung, hehe...
mohon bantuan comment like, dan vote nya yaa, terimakasih💕💕