A Thousand Miles

A Thousand Miles
Takut Sendirian



Reykii melajukan motornya dengan sangat kencang menembus angin malam yang semakin terasa menusuk kulit. Pria yang sudah dalam kondisi demam itu tetap membawa motor nya dengan sangat kencang tanpa merasa takut.


Setelah beberapa saat kemudian, Reykii tiba di sebuah apartemen yang cukup besar. Itu milik Reykii yang menjadi peninggalan satu-satu nya dari sang mendiang mama.


Mama nya dulu seorang pekerja keras yang tak pantang menyerah, ia berhasil membeli apartemen ini dengan hasil keringat nya sendiri. Oleh sebab itu, apartemen ini di wariskan kepada Reykii, dan tidak boleh dijual.


Meski Reykii memiliki segala nya, rumah mewah dan fasilitas yang lengkap tapi Reykii lebih menyayangi apartemen ini. Ia lebih memilih untuk tinggal di sana daripada harus kembali ke rumah utamanya.


Meskipun terkadang hubungannya dengan sang papa baik-baik saja, namun sebenarnya ia masih begitu merasa tak rela. Terkadang ia lupa akan masa lalu, membuat nya bisa tersenyum dan mengobrol dengan santai bersama papa nya. Namun jika kenangan itu tiba-tiba teringat oleh nya, ia akan dengan langsung berhenti mengobrol dan langsung pergi dari hadapan papa nya.


Reykii masuk ke dalam apartemen itu sambil berjalan sedikit tertatih. Ia merasa tubuhnya semakin lemas dan tak berdaya. Yang benar saja, ia belum makan seharian dan tadi ia hanya meminum segelas kopi. Bukankah itu memperburuk lambung nya yang memang sudah kosong sejak pagi??


Reykii duduk di tepi tempat tidur, pria itu kemudian mengganti pakaian nya yang sudah bau dan apek. pria itu kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk sekedar bersih-bersih sebentar. Tapi bukannya merasa lebih segar, tubuh Reykii justru bertambah panas dan ia mulai menggigil sekarang.


Ia berjalan menuju dapur untuk melihat apakah ada yang bisa ia makan, namun nihil. Saat ia membuka kulkas, isinya hanya air mineral dan juga minuman keras. Banyak yang tidak tau bahwa Reykii adalah pecandu minuman keras. Jika sedang ada masalah ia selalu mabuk, bukan di bar atau semacam nya, tapi disini di apartemen miliknya.


Jika ia sudah benar-benar mabuk, ia akan tertidur di sana sepanjang hari. Tidak akan menimbulkan masalah yang tak diinginkan bukan?? Lagipula tak akan ada yang peduli padanya.


karena tak menemukan apapun di sana. Reykii memutuskan untuk kembali ke kamar untuk beristirahat. Pria itu menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, banyak yang tidak tau kalau sebenarnya saat sedang sakit kita tidak boleh berselimut karena itu akan membuat suhu tubuh kita semakin naik. Dan bisa menyebabkan kita terserang Step.


Suhu tubuh Reykii semakin panas, hal itu membuat nya berhalusinasi dan hampir tak sadarkan diri. beruntung ponsel pria itu berdering.


Dengan susah payah menjangkau ponsel nya yang ada di atas nakas. pria itu langsung menerima telpon itu tanpa melihat siapa si penelepon.


"ha-halo" Ucap Reykii terbata.


"Reykii kamu di mana??" Ucap Seseorang dari seberang.


"a-aku di apartemen" ucap Reykii semakin melemah. Reykii tak kuat untuk menggenggam ponselnya lagi, pria itu melepas ponsel nya setengah sadar.


"Rey, Reykii" Ucap si penelepon kala terdengar suara benda jatuh.


TUT.. TUT.. TUT..


Sambungan terputus, itu semakin membuat si penelepon tadi menjadi tambah khawatir.


...🐻🐻🐻...


Eireen keluar rumah nya sekitar pukul Sebelas malam dengan langkah terburu-buru. Setelah apa yang ia dengar tadi membuat nya tambah merasa khawatir.


Eireen juga seorang manusia, ia juga memiliki perasaan. meskipun ia sering kali di kecewakan oleh dunia, ia tetap lah seorang manusia berperasaan. Apalagi ia pernah di posisi Reykii, sakit dan tidak ada siapapun yang bisa membantu. hampir mati jika saja semangat hidup nya tak kuat.


Ia tau rasanya sakit dalam kesendirian, itu begitu menyakitkan. Apalagi ini menyangkut seseorang yang pertama kali berhasil merebut perhatian dan pikirannya.


Eireen sampai di depan Apartemen milik Reykii satu jam kemudian, karena memang jarak nya yang cukup jauh dari rumah kontrakan Eireen. Apalagi Eireen menggunakan bus kota.


Ia juga tak lupa membawa beberapa bahasa makanan yang ada di kontrakan nya. Ia sudah bisa menebak bahwa Reykii pasti tidak punya apa-apa untuk di makan.


Gadis cantik itu langsung masuk dan menaiki lift menuju lantai tiga. Setelah memasukkan beberapa nomor sebagai kode sandi apartemen Reykii, Eireen langsung masuk.


kenapa Eireen bisa tau kode sandi Apartemen Reykii ya?? Itu karena tadi Ara menelpon Eireen karena Reykii tidak ada di rumah dan mungkin saja Eireen tau dimana Reykii.


Eireen bilang kalau kepada Ara kalau tadi Reykii sedikit demam Ara yang mendengar itu pun langsung meminta gadis itu untuk pergi ke apartemen milik Reykii, Ara juga memberi tahu kode sandi Apartemen Reykii.


Ara bilang ia tak bisa ke sana karena sedang berada di rumah orang tua nya. sementara papa Reykii tidak tau kalau anak nya sedang sakit. Dan Ara juga tak mau memberi tahu papa Reykii, ia mengerti kalau Reykii dan papa nya sedang tidak dapat bertemu.


Eireen melihat Reykii yang sudah tak berdaya di atas tempat tidur nya. Bibir pemuda itu terus saja bergetar karena menggigil.


Eireen mendekat dan menempatkan telapak tangannya di dahi pria itu. karena mendapat sentuhan, Reykii membuka matanya perlahan.


"Astaga Rey, badan mu panas sekali. Tunggu sebentar" Ucap Eireen dengan raut wajah khawatir.


Reykii hanya diam tanpa merespon ucapan Eireen, pria itu sudah tak memiliki tenaga.


Eireen beranjak dari kamar Reykii, gadis itu berlalu menuju dapur dan melihat ke kulkas apakah ada es batu di sana.


Eireen kembali ke kemar Reykii dengan membawa sebuah baskon sedang dan sebuah handuk kecil yang ia temukan di lemari Reykii.


Dengan telaten Eireen mengompres dahi Reykii, Eireen tertegun melihat wajah tampan yang begitu pucat itu.


tangannya masih terus mengompres dan sesekali membasahi ubun-ubun kepala Reykii dengan air agar panas nya cepat menurun.


Eireen terus mengamati wajah itu, wajah yang terlihat begitu kesepian dan kesakitan. Sama seperti dirinya, bayang beda hanya lah ia tak menyadari bahwa di sekitar nya banyak orang yang peduli.


Dengan mata yang masih tertutup jemari Reykii dengan perlahan menyentuh tangan Eireen yang berada di atas dahinya.


Reykii membuka matanya perlahan, pria itu tersenyum tipis.


"ku kira aku akan mati" Ucap nya begitu lemah. Eireen hanya diam tanpa membalas ucapan Reykii.


"Terimakasih, Jangan tinggalkan aku Reen. aku takut sendirian" Sambung Reykii dengan suara bergetar. Eireen tersenyum tipis lalu mengangguk perlahan.


...🐻🐻🐻...


mohon bantuan like coment dan vote yaa


thanks all❀❀❀