
"Bi, pesan siomay nya satu ya" ucap Eireen kepada Bi Siti ketika gadis itu telah duduk di bangku pojok belakang.
Tempat ini adalah tempat favorit Eireen saat di kantin. Selain nyaman tempat ini juga jauh dari pandangan siswa siswi lainnya.
"minumnya apa? " Tanya Bi Siti lagi membuyarkan lamunan gadis muda itu.
"Reen, Eireen" bi siti agak mengeraskan suara nya. pasalnya telinga gadis itu seperti tersumbat baru
"oh? es teh bi", ucap Eireen sedikit terkejut.
"lagi mikirin apa reen?? kok ngelamun??" Tanya bi Siti agak keheranan.
kalimat bi Siti membuat Eireen sedikit salah tingkah. gadis itu sadar bahwa ia tak fokus dan terus melamun. entah apa yang ia pikirkan.
"nggak kok bi, I'am Fine" ucap Eireen menjawab pertanyaan bi Siti dengan mata nya yang masih menatap kosong ke depan.
"beneran? ya sudah bibi buatkan dulu siomay nya" ucap bi Siti yang hanya dibalas dengan anggukan kecil oleh Eireen.
...π»π»π»...
"Ini siomay nya" Suara Bi Siti menghentikan penantian Eireen. gadis itu langsung menerima nya dengan senyuman. sangat jarang sekali gadis ini tersenyum, kecuali kepada orang-orang yang memang telah lama ia kenal.
"Es teh nya mana bi? " Tanya Eireen celingukan, gadis itu merasa sangat haus sekali, karena sejak pagi ia belum meneguk setetes air pun.
"masih di dapur Reen, habis ini akan bibi ambil, tunggu sebentar ya" ucap Bi Siti yang masih sibuk mengambil bekas piring kosong para pelanggan nya sebelum Eireen tiba.
"eh, tidak usah bi, biar Eireen aja yang ngambil" Jawab gadis itu sambil tersenyum ke arah bi Siti, ia langsung bergegas ke arah dapur kantin dan mengambil es teh milik nya, ia sudah sangat haus, jadi memutus kan untuk berlari kecil.
Sampai di dapur, gadis itu langsung meneguk es teh nya di sana hingga tersisa setengah gelas.
"segarnya" Eireen mengelap sisa es teh yang menempel di sekitar bibir mungil nya menggunakan telapak tangan.
gadis itu segera keluar dari dapur sambil membawa gelas teh miliknya yang tinggal tersisa setengah gelas.
Dan saat ia sedang berjalan menuju tempat duduk nya, langkah gadis itu sedikit terhenti saat segerombolan siswi melintas tepat didepan nya, seperti mengerumbungi seseorang.
ia tak tau siapa orang yang berada di tengah-tengah mereka, siswi-siswi itu terlihat seperti semut yang tengah mengerumbungi gula. sangat ramai, bedanya mereka sangat berisik dibandingkan dengan semut dan juga terlihat sangat centil.
"apalagi yang mereka ributkan? " gumam nya pelan sambil berjalan menuju tempat duduknya saat mereka telah sedikit menjauh.
Eireen kembali duduk ditempatnya, bersamaan dengan bi Siti yang juga hendak beranjak menuju dapur.
"kenapa Reen?" tanya bi Siti
"oh, itu bi tadi ada rame-rame di sana" jawab Eireen sambil memakan siomay nya perlahan.
"oh,,, palingan juga anak pemilik sekolah ini Reen, itu loh yang selama ini tinggal di Amerika" ujar bi Siti memberi tahu Eireen.
"Entah lah, seperti nya iya bi" jawan Eireen agak cuek.
bi Siti kembali duduk di depan Eireen, seperti bi Siti kembali ingin bergosip bersama gadis muda ini. pasalnya hanya Eireen saja yang setia mendengar setiap ocehan bi Siti.
"kamu dengar rumor nya nggak?? katanya anak pemilik sekolah ini sedang liburan, dan seperti nya berkunjung ke sekolah ini" ucap bi Siti bersama sebuah pertanyaan.
"kamu beneran nggak tau Reen?? bibi denger-denger ya dia itu tampan lo, tapi dingin banget kalo sama cewek. mungkin karena ibunya udah nggak ada" jelas Bi Siti penuh semangat. aku hanya menjadi pendengar yang setia, tanpa berkomentar sedikitpun.
" Ya ampun Eireen... kamu nggak penasaran??" tanya bi Siti lagi.
"nggak tuh bi, aku nggk ada waktu buat mikirin yang kaya gitu. lebih baik aku mikirin pekerjaan aku, gimana caranya bisa dapet duit banyak" ujar Eireen yang di ikuti tawa renyah dari Bi Siti.
"ya sudah, semangat kerjanya ya, nanti kalo udah jadi orang kaya bibi jangan dilupain" ucap bi Siti sambil berdiri ingin berlalu dari hadapan Eireen.
"siap boss" ucap Eireen lagi. Senyum gadis itu langsung memudar lagi. menyisakan wajah galak meski sebenarnya ia sedang tidak marah.
gadis itu kembali menyantap siomay miliknya tanpa memikirkan apapun.
Belum istirahat berakhir pun berbunyi. Eireen segera pergi menuju kelasnya usai membayar kepada bi Siti.
gadis itu sedikit berhenti di depan ruang TU, ia melihat sosok pria yang tadi ia temui di rooftop.
samar-samar terdengar sedikit keributan di dalam tapi Eireen tak ambil pusing dan kembali melangkah pergi menuju kelasnya.
sementara itu, yang tengah terjadi di ruang TU adalah.
"Rey mohon pa, Rey mau pindah ke sini" ucap Reykii memohon kepada sang papa.
"nggak bisa, papa gak bisa biarin kamu sekolah disini" tolak sang papa sedikit tegas. pasalnya anak lelaki nya ini sangat bandel.
"kenapa sih pa?? aku mau sekolah disini. lagian disini kan ada Kak Ara" ucap Reykii lagi tak mau kalah.
"nggk bisa Rey, dulu papa mohon-mohon supaya kamu mau sekolah disini. tapi kamu malah nolak dan bikin banyak masalah" ujar sang papa mengingat kan Reykii tentang perbuatan nya dia tahun lalu.
"Rey janji gak bakal bikin masalah. Rey cuma mau sekolah disini aja pa, boleh ya?? plisss!!" Reykii memohon kepada papanya dengan tatapan mengiba. membuat sang papa agak tercengang melihat anak lelaki nya itu.
"tapi kenapa?? kamu udah kelas tiga Rey, sebentar lagi lulus. buat apa pindah??" tanah sang papa lagi.
"nggk ada alasan, Rey cuma mau pindah aja" Jawab Reykii bohong. pasalnya alasan lelaki itu ingin pindah adalah Eireen, gadis yang ia temui di rooftop tadi.
"Rey pasti bohong tu pa, gak mungkin gak ada apa-apa" ujar Ara, kakak sepupu Reykii, namun Ara memang memanggil papa Reykii dengan sebutan papa juga, karena saat ia masih kecil ayah nya sudah tiada dan papa Reykii meminta Ara memanggil nya juga dengan sebutan papa dengan alasan tak ingin Ara sedih.
"apa sih kak?? bener kok, jangan dengerin kak Ara ya pa" ucap Reykii lagi dengan sangat memelas.
terpaksa sang papa menuruti keinginan putra nya satu ini.
"iya,, tapi janji jangan bikin masalah" ucap papa Reykii.
"iya janji" seru Reykii kemudian, membuat Ara tertawa lucu. karena sepupunya satu ini sangat jarang bersikap seperti itu.
...π»π»π»...
.....
bersambung
don't forget to coment like and vote, thanks allππ