
Bel masuk kembali berbunyi, Eireen sudah duduk di bangku nya dengan tenang, meski pikiran gadis manis itu bergelut pada ingatan yang ingin ia lupakan.
Bu Lia masuk ke ruang kelas itu sambil membawa tumpukan buku ditangannya. Terlihat sedikit berat jika untuk ukuran seorang wanita.
Eireen menatap gurunya itu dengan tatapan kosong, rasa sepi itu masih terasa di hatinya meski sekarang ia tau bahwa ia tengah berada di keramaian.
Bu Lia mulai membuka materi, beliau menerangkan arti keluarga untuk kehidupan remaja. Betapa pentingnya masa depan remaja dengan kehadiran dan keberadaan sebuah keluarga.
Eireen terpaku, gadis itu bingung ketika sang guru meminta tugas yang mengharuskan menulis arti sebuah keluarga untuknya. Bagaimana ia menjabarkan sesuatu yang tak pernah ia tau??
Eireen bingung, rasa sesak itu terus menuntunnya menuju rasa takut akan kesendirian. Ia tau rasa sakit itu tak pernah bisa memudar meski telah berlalu setiap hari.
Terkadang Eireen berusaha melupakan semua itu, berusaha untuk tak menghiraukan nya. Setiap kali ia kaki gadis itu melangkahkan, ia selalu di suguhi pemandangan yang menyesakkan.
waktu terus berjalan sepanjang menit dan detik yang terus tertelan dengan percuma. gadis itu masih terpaku menatap kertas kosong yang seharusnya sudah ia isi, jika saja ia pernah merasakan nya.
Pada akhirnya yang dapat gadis itu tulis hanyalah Copy paste Melalui internet.Senyum getir menghiasi bibir mungilnya.
Ponsel yang perdana yang ia bawa ke sekolah itu masih setia berada dalam genggamannya. Ia segera menepis semua pikiran yang hanya membuat nya rapuh itu.
Eireen mencari nomor ponsel Reykii, pikiran gadis itu kini teralih kepada pria yang tadi pagi ia masak kan. Apakah ia meminum obatnya lagi??
^^^📤 Anda^^^
^^^"apa kamu sudah meminum obat nya lagi??"^^^
^^^~12:07^^^
Eireen segera mengirim pesan singkat nya itu dengan perasaan khawatir, entah apa harus ia khawatir kan. Tak beberapa lama kemudian pesan itu tekan di baca oleh Reykii. cepat sekali!!
Eireen menahan diri untuk membuka pesan tersebut lantaran masih ada guru dikelas nya. Apa yang harus ia jelaskan jika nanti gadis itu tertangkap basah tengah chatingan saat jam pelajaran berlangsung??
setelah ada peluang dan guru pun tengah sibuk menjelaskan materi. Eireen mencuri kesempatan untuk membuka balasan pesan nya tadi.
📥REYKI
"Belum😣😣"
~12:07
^^^📤 Anda^^^
^^^"kenapa??"^^^
^^^~12:15^^^
📥 REYKI
"aku sakit lagi Reen, nggak bisa bangun dari tempat tidur. 🥺🥺"
"kok kamu lama sih bales nya?? 😣"
~12:15
Eireen tersentak kala membaca pesan singkat itu, seberapa parah sampai pria itu tak bisa bangun dari tempat tidur??
^^^📤 Anda^^^
^^^"dimana nya yang sakit??"^^^
^^^"Aku sedang di kelas, jadi harus menunggu gurunya lengah baru bisa membalas pesan mu"^^^
^^^~12:16^^^
📥REYKI
"disini🥺🥺!!
~12:17
Eireen penasaran foto apa yang dikirim pria itu, saat ia membuka ponselnya kembali sontak saja kedua mata gadis itu terbelalak dengan sempurna.
"Matanya saja Aesthetic sekali" gumam Eireen sambil terus memandang foto itu. kemudian ia tersadar.
^^^📤 Anda^^^
^^^"*Seperti nya matamu baik-baik saja"^^^
^^^~12:19^^^
📥 REYKI
"tidak, ini sakit. mataku memang sakit!! 🥺🥺
~12:19
^^^📤 Anda*^^^
^^^"sakit kenapa??" ^^^
^^^~12:20^^^
"sakit karena seharian nggak liat kamu, mata aku kangen tauu!! 😂"
"jangan marah ya CANTIKK!! ✌✌"
"aku cuma bercanda kok", 😁😁
~12:20*
^^^📤 Anda^^^
^^^"MATI SAJA KAU SANA!!!"^^^
^^^😡😡^^^
^^^~12:20^^^
Eireen mendengus kesal, ia pikir pria itu benar-benar sakit lagi. ternyata ia hanya gombal dan membodohi nya.
Eireen memilih untuk tidak membalas pesan pria itu lagi, meski sekarang ponsel itu terus bergetar didalam saku rok sekolah nya. Ia akan tetap mengabaikan pesan pria itu. sudah waktunya ia kembali fokus kepada pelajaran.
...🐻🐻🐻...
Waktu terus berjalan, kini matahari telah sempurna berada di atas kepala. Suasana di dalam kelas sudah mulai tak tenang karena semua siswa dan siswi mulai merasa tak nyaman lagi.
Mungkin karena sudah mendekati waktu pulang sekolah. Atau mungkin karena tubuh yang sudah tak karuan rasanya. Panas, Keringat dan bau apek mulai menyatu tak karuan, menyisakan bau yang menyesakkan si lubang hidung.
Eireen terus melihat arloji nya yang menyisakan waktu lima menit lagi sebelum bel pulang benar-benar akan berbunyi. Jantungnya berdebar-debar menantikan hal itu. Meski alasan sebenarnya adalah ajakan Ara untuk kembali ke tempat yang ia kunjungi hingga pagi tadi.
Eireen kembali melamun, kembali merasukinya bayang-bayang saat Reykii memeluk dini hari tadi. Rasanya hangat dan sedikit candu, bukan itu masalahnya Eireen tal tau harus bersikap seperti apa saat nanti ia kembali bertatap muka dengan pria itu. ia tau bahwa jantungnya tak akan bisa terkontrol.
KRINGG... KRINGG.. KRINGG..
Eireen gerasa sadar dari lamunannya kala suara bel yang begitu nyaring itu memenuhi setiap rongga alat pendengaran gadis itu.
Ia langsung beranjak dari duduk nya kala memastikan semua barang nya tak ada yang tertinggal di atas meja. Kedua manik gadis itu menatap bangku kosong di sebelahnya, Wajah pria itu kembali masuk ke dalam ingatannya.
Eireen sedikit menyunggingkan senyum nya. Ara menatap gadis itu sambil terlalu sejenak. Pasti ia sedang memikirkan Reykii.
"cantik juga kalau Eireen sedang tersenyum" ucap Ara dalam hati.
Ara kemudian menghampiri Eireen yang masih terpaku menatap bangku kosong itu.
"Heii!!" Ara menepuk pelan bahu Eireen, ia tak menyangka bahwa gadis yang ia sapa tersebut akan begitu terkejut oleh tindakan nya.
Eireen menoleh menatap Ara, gadis itu seketika diam tanpa tanggapan apapun.
"ohh,, maaf aku tak tau kalau kamu akan begitu terkejut" Ucap Ara kemudian.
"hmmm" Balas Eireen sedikit mengeluarkan suaranya.
"ayo pulang" Ajak Ara kemudian sambil menggandeng tangan Eireen. Menarik tubuh Gadis itu keluar dari dalam ruang kelas.
Kedua gadis itu berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Tak ada pembicaraan apapun, membuang Ara sedikit melirik melihat wajah teman nya itu.
"menurutmu apakah Reykii sudah sembuh??" Tanya Ara membuka pembicaraan di antara mereka. Suasana terlalu hening, membuat Ara tak tahan untuk tak berbicara.
"Entahlah, mungkin sudah" Jawab Eireen acuh, meski jauh di lubuk hatinya ia juga bertanya apakah Reykii sudah sembuh atau belum.
"apa Reykii sudah minum obat lagi ya??" Gumam Ara pelan tapi masih bisa terdengar oleh kedua telinga Eireen.
"dia pasti sudah meminumnya, kau tak perlu khawatir begitu" Ucap Eireen menjawab gumaman gadis yang tengah berjalan di sampingnya itu.
"bagaimana kamu bisa seyakin itu??" Tanya Ara lagi dengan kebingungan nya.
"aku sudah menyuruh nya untuk minum obat" Ucap Eireen kemudian. Ara hanya ber oh ria.
Ara tak terlalu memperdulikan ucapan Eireen, ia tak ingin memikirkan bagaimana caranya Eireen meminta Reykii untuk meminum obat nya.
"Sebelum ke apartemen kita mampir ke supermarket dulu ya?? anak itu pasti belum makan" Ajak Ara lagi sambil sedikit berdecak kesal mengingat berapa kekanak-kanakan nya sepupu nya itu.
"Tidak perlu, dia pasti sudah makan" Jawab Eireen kemudian. Ara menatap Eireen bingung.
"Tahu dari mana??" Tanya Ara bingung.
"Tadi aku memasak dulu sebelum pulang ke kost an" Ucap Eireen sontak membuat Ara membelalakkan cantik nya.
"hah?? serius??" Ucap Ara kembali bertanya memastikan apakah ia sedang tak salah dengar.
Eireen hanya menganggukkan kepala, malas mengeluarkan kembali suaranya.
...🐻🐻🐻...
Mohon bantuan line coment dan vote nya yaa
thanks all❤❤❤