365 Days For Love

365 Days For Love
Bab 7



Hari menjelang pagi. Thien Chi membuka matanya, dia menoleh ke samping, mencari keberadaan Qing Xia. Namun ia tidak menemukan Qing Xia di tempat tidur.


Thien Chi masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai berpakaian rapi, dia berjalan ke ruang makan.


Shhhh!


Thien Chi mendengar suara dari dapur, ia berjalan ke dapur dan segera menahan tangan Qing Xia yang sedang memasak makanan.


"Tanganmu sedang sakit, apa yang kau lakukan di tempat berbahaya ini?" Ucap Thien Chi dari belakang.


Qing Xia berbalik, menengadahkan wajahnya ke atas untuk menatap Thien Chi yang bertubuh tinggi.


"Aku lapar..."


"Berikan padaku!" Perintah Thien Chi sambil merebut sendok kayu dari tangan Qing Xia.


"Aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Qing Xia hendak mengambil kembali sendok kayu dari tangan Thien Chi.


"Liu Qing Xia! Diam dan duduklah dengan tenang!" Ucap pria itu dengan nada memerintah.


"Hufff..." Qing Xia menghembuskan napasnya dengan kasar. Dia berjalan mundur sambil memperhatikan punggung Thien Chi yang lebar.


Beberapa saat kemudian, Thien Chi siap dengan masakannya. Dia membawa 2 piring makanan ke meja makan.


"Terima kasih!" Ucap Qing Xia dengan senyuman ceria.


Qing Xia menatap piring makanan yang diberikan kepadanya. Dia tersenyum senang dan merasa gembira untuk pertama kalinya sejak dia menikah dengan Thien Chi.


"Sarapan yang disiapkan oleh Thien Chi... Ingin rasanya aku mengawetkan makanan ini." Ucap Qing Xia dalam hati.


"Kau bisa menemukan semua peralatan dengan baik, ya." Ucap Thien Chi dengan nada datar.


Qing Xia tertegun menyadari kesalahan yang membuat Thien Chi mencurigainya. Dia mencoba memperbaikinya dengan menjawab, "Aku mencari di semua laci dan menemukan beberapa peralatan yang bisa kugunakan."


"Lain kali, jangan memasak lagi!"


"Kenapa?"


"Karena berbahaya."


"Apa dia sedang mengkhawatirkan aku?" Tanya Qing Xia dalam hati.


"Maaf, aku memasak karena aku lapar."


"Mulai sekarang, aku akan memasak sarapan untukmu."


"A... Apa-apaan?? Dia mau memasak untukku? Setiap pagi?" Batin Qing Xia.


"Kenapa kau tidak makan?" Tanya Thien Chi ketika melihat makanan di piring Qing Xia masih utuh tak tersentuh.


"A... Aku akan memakannya sekarang."


Qing Xia menatap makanan di depannya, dengan berat hati ia memasukkan sepotong roti bakar dengan telur yang dimasak setengah matang oleh Thien Chi.


Setelah selesai menikmati sarapan bersama, Thien Chi bangkit dari kursi. "Aku akan berangkat sekarang." Ucapnya sambil berjalan ke arah pintu.


"Iya... Hati-hati di jalan."


Thien Chi berhenti di depan pintu, dia berbalik lalu berkata kepada Qing Xia. "Nanti malam, kita makan di luar, ya..."


"Berdua?" Tanya Qing Xia penuh harap.


"Apa kau mau mengajak orang lain?"


"Tidak, bukan begitu."


"Ini bukan hari yang spesial, kenapa mengajakku makan malam di luar?" Batin Qing Xia.


Thien Chi menatap tajam wajah istrinya yang kebingungan, diam-diam dia tersenyum lalu kembali memasang wajah datar.


"Kau tidak mengantarku keluar?" Tanya Thien Chi menggoda istrinya yang sibuk berpikir.


"Me... Mengantarmu?" Ulang Qing Xia semakin bingung.


"Iya, biasanya kau selalu mengantarku saat aku akan berangkat kerja."


"Kebohongan apa lagi ini? Sejak kapan aku pernah mengantarmu? Biasanya juga aku yang duluan ke rumah sakit!" Batin Qing Xia. "Haaa.... Sudahlah! Karena aku yang memulai kebohongan ini, maka aku akan menahannya."


Qing Xia berjalan bersama Thien Chi, mengantarnya hingga ke depan pintu. Namun pria itu masih berdiri diam sambil menatap wajah istrinya.


"Apa yang dia tunggu? Kenapa dia tidak keluar juga?" Tanya Qing Xia dalam hati.


"Kenapa? Apa setiap pagi aku juga memberikan sebuah kecupan?" Goda Qing Xia sambil tersenyum licik.


Melihat Thien Chi yang masih terdiam dengan wajah dingin, Qing Xia tertawa kaku sambil berkata, "Haha... Aku cuma bercan..."


"Iya, kau selalu memberikan morning kiss setiap pagi." Ucap Thien Chi buru-buru memotong perkataan istrinya.


Senyuman kaku Qing Xia berubah getir. "Mor... Morning kiss??" ucapnya mengulangi kata-kata dari sang suami.


"Kebohongan laki-laki ini semakin lama semakin menjadi-jadi! Apa sebenarnya ini mrmang sifat aslinya?" Batin Qing Xia.


"Kau biasa melakukannya setiap kali aku berangkat kerja. Bisakah aku memintanya juga hari ini?" Ucap Thien Chi sambil menatap tajam wajah Qing Xia.


"Mandi bersama, tidur bersama dan sekarang... Ciuman di pagi hari?" Batin Qing Xia. "Aku yang hilang ingatan atau otakmu yang sudah rusak, hah?"


"Setelah sekian lama, hal yang kuinginkan akhirnya bisa kulakukan dengan mudah. Untuk apa aku memikirkan hal yang tidak penting?"


Deg! Deg! Deg!


Jantung Qing Xia mukai berdebar kencang. Dia mendekati Thien Chi lalu berjinjit di depannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^