365 Days For Love

365 Days For Love
Bab 29



"Maaf ya, saya sibuk dengan pasien-pasien di sini. Memangnya anak itu kenapa sampai harus dipanggilkan dokter?" Ujar perawar tersebut dengan nada sinis.


Qing Xia merasa kesal dan marah dengan sikap perawat di sana, namun ia tidak ingin menghabiskan waktunya untuk meladeni perawat itu. Qing Xia melihat sekeliling ruangan, mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menolong nyawa anak yang tiba-tiba pingsan dihadapannya.


Qing Xia melihat peralatan medis yang terletak tidak jauh dari tempatnya, dia berlari menghampiri meja tempat peralatan tersebut berada. Qing Xia mengambil sebuah jarum suntik dan beberapa peralatan lain dari kotak peralatan, ia kembali ke tempat anak tersebut berbaring.


Perawat yang berada di sana segera berteriak untuk menghentikan Qing Xia.


"Kau ini siapa? Jangan sembarangan menyentuh barang-barang di sini!"


Qing Xia tidak mempedulikan teriakan dari perawat tersebut, ia membuka pakaian bocah di depannya dan melakukan penyelamatan darurat dengan jarum yang ia ambil tanpa mempertimbangkan resiko dari perbuatannya itu.


Qing Xia menggunakan sebuah jarum untuk menusuk rongga dada pasien daruratnya. Perawat yang berada di dekat Qing Xia terkejut melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu. Dia berlari ke tempat Qing Xia dan berusaha menarik tangan Qing Xia.


Takkk!


Tangan perawat tersebut di tahan oleh Thien Chi yang baru saja masuk ke dalam ruang UGD. Dia menghempaskan tangan perawat itu secara kasar hingga wanita itu terdorong beberapa langkah ke belakang.


Thien Chi mengeluarkan sebuah sapu tangan dari dalam kemejanya, dia mengelap telapak tangannya lalu membuang sapu tangannya ke dalam tong sampah.


"Kau ini bodoh ya?" Ucap Thien Chi dengan nada kesal.


Thien Chi marah karena khawatir dengan keadaan Qing Xia, dia melihat baju Qing Xia yang semakin basah dan merah karena darah terus keluar dari lukanya. Sementara istrinya itu malah sibuk menyelamatkan nyawa orang lain dengan mempertaruhkan gelar dokter yang ia miliki.


"Tolong keluar dari sini! Kalian ini siapa, hah?" Bentak perawat tersebut dengan suara tinggi.


Seorang pria berbaju putih masuk ke dalam ruang UGD. Pria tersebut datang karena mendengar suara keributan.


"Ada apa ini?" Tanya pria berkaca mata itu dengan suara dingin.


"Dokter Ma, orang-orang ini membuat keributan di sini! Dan wanita itu, dia menusuk jarum ke dada anak kecil itu." Ucap perawat itu mengadu terlebih dulu.


Pria yang dipanggil Dokter Ma itu mendekati ranjang pasien, dia memeriksa kondisi pasien di sana lalu menatap Qing Xia.


"Anda seorang dokter?" Tanya Dokter Ma dengan tatapan tajam.


Qing Xia hampir tertawa saat mendengar pertanyaan dari dokter di depannya, namun ia menahan tawanya sambil menundukkan kepala.


"Ehemmm... Saya seorang dokter bedah." Jawab Qing Xia setelah beberapa saat.


"Anda dokter yang hebat. Terimakasih telah menyelamatkan pasien ini." Ucap Dokter Ma sambil menjulurkan tangannya.


Qing Xia menerima uluran tangan dan menjabat tangan Dokter dingin di depannya dengan senyuman ramah. Hal itu membuat Thien Chi merasa tidak nyaman.


Dokter Ma berbalik menghadap perawat yang masih berdiri di belakang.


"Mulai besok, kau tidak perlu datang lagi!" Ucap Dokter Ma memecat perawat di sana.


"Ya? Ke...Kenapa saya dipecat? Apa salah saya?" Tanya wanita berseragam putih itu dengan wajah panik.


"Kau tidak tahu apa salahmu? Kau hampir membuat seorang anak kehilangan nyawa dan sekarang kau bertanya apa salahmu?" Tegas Dokter Ma dengan tatapan dingin.


"Ma... Maafkan saya, saya tidak tahu jika pasien ini sekarat. Maafkan saya Dokter Ma." Ucapnya dengan wajah memelas.


Dokter Ma mengeluarkan ponsel dari dalam kantung jas putih, dia menelepon seseorang dengan nama sekuriti rumah sakit.


"Datang ke ruang UGD!" Perintah Dokter Ma melalui telepon, ia pun langsung mengakhiri sambungan teleponnya.


Beberapa menit kemudian, dua petugas berseragam memasuki ruang UGD.


"Ada apa Pak?" Tanya keduanya secara bersamaan.


"Bawa dia keluar! Mulai sekarang, dia bukan lagi perawat di rumah sakit ini." Ucap Dokter Ma memberi perintah kepada kedua petugas keamanan.


"Dokter Ma, tolong maafkan saya! Saya membutuhkan pekerjaan ini. Tolong maafkan saya!" Teriak perawat itu dengan suara panik.


Karena Dokter Ma tidak menanggapi permintaan maaf dari perawat, ia menoleh menatap Qing Xia.


"Nona, tolong maafkan saya! Jika saya dipecat dari sini, tidak akan ada rumah sakit lain yang akan mempekerjakan saya. Tolong! Tolong maafkan saya!" Ucap wanita itu sambil berlutut dan memohon di depan Qing Xia.


Thien Chi merasa terganggu karena sikap wanita itu. Ia menghadang di depan Qing Xia agar perawat itu tidak semakin mendekat.


"Apalagi yang kalian tunggu? Bawa dia!" Perintah Dokter Ma dengan suara tegas.


"Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan!" Teriak perawat tersebut dengan wajah memerah.


Pandangannya terpaku di meja peralatan medis, dia melihat sebuah gunting di atas kotak peralatan. Wanita itu meronta hingga berhasil melepaskan diri. Dia berlari ke arah meja dan mengambil gunting dengan ujung tajam lalu berbalik menatap Qing Xia.


"Karena kau tidak memberiku jalan untuk hidup, aku akan membawamu ikut ke neraka!" Ucap perawat itu sambil berlari ke arah Qing Xia.


"Thien Chi!" Teriak Qing Xia dengan wajah khawatir.


^^^BERSAMBUNG...^^^