
[Yamabuki menangis, wanita itu mengelap air matanya dengan tangannya yang putih dan kelihatan halus seperti tangan wanita pada umumnya.]
[Mungkin ini adalah kunci dari cerita.]
Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru
Eps 5 Arti ini adalah kunci dari cerita
Author: Hayusya
"Yamabuki, gomen aku membuatmu sedih,"
"Kau wanita kuat kan,"
[Hakuya merasa bersalah lalu dia ikutan mengelap air mata dari Yamabuki dengan tanganya itu.]
"Jang.. an mendekat,"
"Yama--buki?"
"Kubilang jangan mendekat!"
[Yamabuki berteriak sehingga seluruh tamu pelanggan mendengarnya dan menatap mereka berdua, lalu ada yang ikutan mengkritik dan mengatakanya secara langsung.]
"Pria itu tega sekali, dia membuat wanita cantik itu menangis,"
"Pria macam apa dia,"
[Penuh kritikan dari tamu pelanggan yang melihat Yamabuki menangis dan menyuruh Hakuya untuk tidak mendekatinya.]
"Yamabuki ayo kita kembali,"
[Hakuya mengulurkan tangannya namun Yamabuki tidak meresponya lalu Yamabuki berdiri dan berjalan ke arah toilet, Hakuya yang merasa bersalah itu membuka mulutnya sedikit dan memandangi pot bunga sakura.]
"Woi laki yang payah! Kau apakan wanita itu!"
[Karena mendengar kebisingan itu membuat pelayan restoran itu menyuruh pelanggan lain untuk tidak ikut campur.]
"Maaf pak kalau mau mengkritik jangan disini,"
"Ah apaan kau ini,"
[Pelayan restoran itu menyuruh pria berbaju orange untuk tidak berisik karena dapat menganggu tamu lainya. Lalu ada pelayan wanita yang anggun mendekati Hakuya.]
"Permisi tuan, apakah aku boleh duduk disini,"
"Ada apa?"
[Pelayan wanita anggun itu lalu duduk dikursi Yamabuki tempati dan bertatapan dengan Hakuya.]
"Maaf aku tidak mau terlibat lagi,"
[Hakuya lalu pergi dan menyusul Yamabuki yang kelihatanya sedang menenangkan diri.]
"Cih pria itu,"
[Keluh pelayan wanita itu sambil kembali ke tempatnya melayani tamu pelanggan lain.]
Aku semakin yakin kalau sebenarnya Yamabuki itu menyukaiku, ini bukanlah kebohongan dan juga permainan yang dilakukan Yamabuki. Semua itu nyata dan bahkan sekarang sudah terlihat.
[Pelayan dengan rambut warna putih dan kebetulan sedang tidak menjalankan tugasnya, melihat Hakuya kebingungan mencari toilet bahkan Hakuya clingak-clinguk kesana kemari.]
[Wajar saja karena Hakuya tidak pernah menggunakan toilet di restoran Nato ini.]
"Tuan kau mau kemana?"
[Pelayan dengan rambut berwarna putih itu menghentikan langkah Hakuya.]
"Aku mau ke toilet, dimana ya?"
"Ah kalau mau mencari toilet, tuan tinggal lurus saja setelah itu belok ke kanan disitu ada toilet untuk pria dan perempuan,"
"Ah begitu ya, arigato Oji san,"
[Hakuya lalu berlari lagi dan mengampiri Yamabuki yang berada di toilet.]
"Ah tuan kau tidak boleh berlari di restoran!"
[Hakuya tidak mendengar nya dan dia tetap berlari lurus dan sisanya belok ke kanan ke arah toilet berada.]
"Hah... hah... jika aku masuk ke toilet wanita aku bisa disangka pria ecchi,"
Jadi bagaimana caranya agar aku tidak disangka pria ecchi, padahal aku ingin meminta maaf dengannya. Apa toilet nya sepi ya jadi hanya Yamabuki saja yang berada di sini.
[Hakuya masih sempat berpikir dan Yamabuki keluar dari toilet dan berjalan ke arah Hakuya.]
"Yamabuki, anoo gomen-"
"Tidak perlu meminta maaf, aku yang salah disini,"
[Yamabuki lalu melalui Hakuya, dan Hakuya menangkap tangan Yamabuki, Hakuya meneruskan kata yang ada di pikiranya tanpa menatap wajah Yamabuki begitu juga dengan Yamabuki.]
"Tunggu dulu masih ada hal yang mau ku sampaikan,"
"Kau tidak perlu melakukanya, aku tidak apa-apa,"
"Apa kau marah denganku dan membenci ku,"
"Jika kau sedikit kesal itu membuatku merasa bersalah,"
"Sudah kubilang kan, kau tid-"
"Yamabuki lihat wajahku!"
"Eh ada apa tiba-tiba,"
[Yamabuki menengok ke wajah Hakuya dan Hakuya memegangi pipi Yamabuki.]
"Sudah kuduga kau tidak pintar berbohong, tapi ada satu hal untuk menebus kesalahanku,"
"Kau tidak bohong kan,"
[Hakuya lalu mendekatkan mulutnya ke mulut Yamabuki, dan Yamabuki yang terkejut lalu menutup matanya.]
"Yamabuki apa ini adalah ciuman pertamamu."
"Eh..."
[Yamabuki membuka matanya dengan cepat setelah mendengar ucapan Hakuya.]
[Akhirnya Hakuya mencium Yamabuki. Yamabuki yang terkejut itu mukanya langsung memerah. Yamabuki membalas nya dengan memeluk dan berciuman dengan Hakuya.]
Sejak awal ini adalah kenyataan, tidak ada permainan, tidak ada kebohongan. Perasaan seseorang yang terus memendam cintanya ke orang yang telah memiliki pasangan.
Mencoba untuk bersikap kuat dan memasang muka penuh kebohongan padahal hatinya sering terluka dan sering kali menangis dikala dia sendirian.
Yamabuki selama ini dia mencintaiku, dia tidak ingin menganggu kami, tidak ingin merebutku dari genggaman Hanabi. Yamabuki bukanlah wanita yang kuat. Di luar dia kelihatan kuat dan biasa saja di dalam dia merasakan perasaan luka dan selalu menangis.
[Yamabuki lalu melepaskan ciuman Hakuya dan dia menyentuh bibirnya dengan telunjuknya.]
"Sebenarnya aku senang kau berani menciumku di tempat umum seperti ini, tapi padahal selama ini aku ingin melupakanmu, ingin melupakan kebaikan dan juga wajahmu,"
"Aku tahu itu, karena itulah kau memberiku jimat marga Shion ini, dan setelah aku mengaitkan dengan Hanabi. Aku memahami sesuatu, kau ingin aku untuk memutar waktu dan mengembalikan ke masa lalu. Benar kan Yamabuki,"
"Itu benar,"
"Ternyata benar ya, sudah yuk kita kembali lagi dan pulang,"
"Kamu bersikap seolah-olah pacarku saja,"
"Apa benar begitu hahaha,"
"Humphh,"
"Eh... kau manis kalau cemberut seperti itu Yamabuki,"
"A- apa yang kau katakan,"
[Yamabuki merasa malu, lalu mereka berdua berbaikan dengan singkat dan kembali lagi ke tempat kursi VIP mereka.]
[Tapi walau begitu Yamabuki masih menggerutu dan Hakuya hanya bisa memasang wajah tidak bersalah sambil bersikap tidak ada apa-apa.]
"Anoo Hakuya kita langsung bayar saja ya,"
"Oh boleh, bentar aku ambil tasmu yang ketinggalan di kursi,"
"Silahkan darling,"
"Ehh...."
[Hakuya lalu kembali ke kursinya dan mengambil tas dari Yamabuki, lalu dia membaca sebuah tulisan dengan kata 'Penyesalan mu perbaiki dulu' yang ditempel dengan lakban di bagian depan tas Yamabuki.]
Ulah iseng seseorang ya, aku lepas saja dan simpan kertas ini siapa tahu aku dapat menemukan pelakunya.
[Hakuya lalu kembali ke kasir pembayaran dan memberikan tas nya ke Yamabuki.]
"Yamabuki aku merasa tidak enak, kau membayar semua ini,"
"Tidak apa-apa kok, kalau kau merasa tidak enak, uang mu itu gunakan untuk membelikanku sebuah buku di perpustakaan nanti,"
"Eh, maksudmu kita tidak pulang hari ini?"
[Yamabuki mengangguk sambil tersenyum hangat.]
Ahh padahal aku mau langsung pulang, dan menonton televisi atau bermain game online.
"Arigato telah berkunjung dan menikmati kursi VIP kami, ini saya kembalikan kartun VIP nya dan ini kembalian uang 180 Yen,"
"Arigatogozaimashita,"
"Ayo kembali ke Taku, kasihan dia menunggu lama-lama,"
"Ah iya,"
Masa lalu itu ada begitu juga dengan masa depan. Namun, untuk kembali ke masa lalu dan membaca masa depan itu merupakan perkara sulit. Semua itu masih menjadi hal tabu.
Arti dari bunga sakura dengan pot yang diletakkan di tengah meja untuk melambangkan keromantisan kami berdua, namun ada satu hal janggal disana.
Bunga sakura yang memiliki warna pink muda itu dan selalu identik dengan Festival Hanami. Jika diambil dari sudut pandang Yamabuki, memiliki sebuah arti tersendiri. Festival Hanami festival melihat keindahan bunga sakura, dan juga bunga sakura yang sangat indah ini, masih ada arti atau maksud lainnya.
[Arti yang akan segera diketahui ataukah akan membuat tanda tanya seseorang. Itu semua masih belum kita ketahui.]
[Tapi sesuai dari judul episode ini. Arti ini adalah kunci dari cerita.]
To be continue ~