
[Berikutnya adalah menyatukan kedua jiwa Shion Yamabuki! Agaknya begitu?]
Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru
Eps 21 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - Kucing dalam kotak
Author: Hayusya
Akhirnya ini adalah jawaban tentang semuanya, sindrom 2 jiwa aneh ini.
"Baik Shion-san, aku ambil air dulu ya,"
"Chotto.. aku kan ada dalam dirimu, jadi aku ikut kemanapun kau pergi kan?"
"Ah benar juga..."
Lah kok aku malah jadi yang bingung sendiri ya?
[Mereka mengambil air segar nan suci di kuil ini.]
Waktunya membuka tutup kendi itu, lalu ciduk pakai gayung kayu ini.
[Hakuya meminum air kuil yang menyegarkan itu.]
"Ah energi ku perlahan membaik, selanjutnya tinggal..."
"Byurrr..."
"Ah segarrr!"
"Ka- kau gilaa Hakuya-kun, kau membasahi tubuhmu sendiri tahu!"
"Apa boleh buat, aku kepanasan,"
Aku tidak sadar kalau aku belum melepas bajuku.
"Bajumu jadi basah, baka!"
"Oh aku lupa,"
[Karena baju nya basah, Hakuya melepas pakaiannya, hanya saja ia tetap memakai celana walau agak basah. Malu tahu kalau burungnya nonjol dikit.]
"Srettt..."
[Hakuya memperas bajunya yang basah, lalu ia menenteng baju itu dan menjemurnya di batuan dekat pondok peristirahatan.]
"Yosh jemur saja dulu disini, disini sangat panas!"
"Aku tidak menyangka kalau kau sebenarnya pria ceroboh,"
"Ah..."
Dahlah, reputasikuuuu hancur!
[Hakuya terjatuh dan depresi, hanya saja ini hanya critical damage 45% dan tidak lebih seperti kata kasar adiknya sendiri yang melampaui 90%]
[5 menit berlalu, kelihatanya baju Hakuya sudah kering. Ya karena tempat ia menjemur itu sangat panas sekali.]
Kenakan kembali lalu jalan lagi.
[Sesaat mereka berdua memutuskan untuk berjalan, terdapat suara keresek di antara rerumputan panjang di dekat mereka.]
Aku barusan mendengar suara keresek dari arah sini.
[Hakuya mendekati sumber suara itu, dan ia membuka rerumputan panjang itu pelan-pelan.]
"Nyaongggg!"
Ne- nekoo!
[Catatan\= Neko adalah kucing, jadi agar lebih bagus lebih baik disebut Neko :> ]
"Ah kawaii Hakuya-kun, cepat tangkap dia,"
"Dia barusan mencakarku bodoh!"
[Kucing itu kaget dengan kemunculan Hakuya yang tiba-tiba.]
Matte... memangnya ada neko di kuil sini, ini bukan kuil khusus neko kan?
Jangan-jangan!
"Shion-san, kita kejar neko itu!"
"Nah gitu dong...."
[Hakuya mengejar neko yang mencakar tangannya tadi.]
"Dengar Shion-san, keluarlah dari dalam diriku, dan bantu aku mencari jejak neko itu!"
"Apa kau yakin?"
"Ah sudahlah kalau kau tak mau!"
Dimana neko itu tadi. Firasatku mengatakan kalau neko itu adalah pertanda baik yang akan kita jumpai.
[Hakuya mencari jejak kucing tadi, kira-kira pertanda apa yang akan ia jumpai.]
"Sudahlah Shion-san keluarlah dalam diriku, dan bantu aku mencari jejaknya..."
"Apa kau juga suka neko, Hakuya-kun. Ah kawaii!"
"Bukan gitu maksudku! hanya saja firasatku mengatakan kalau neko itu adalah, pengarah jalan menuju jiwa mu yang lainnya,"
"Ok aku mengerti, kalau begitu aku akan membawa neko itu, dengar Hakuya-kun, kalau kau menemukannya berteriaklah yang keras ya!"
"Iya-iya,"
"Brushhh..."
Dia keluar dari dalam diriku ya, entah kenapa tiba-tiba saja hatiku agak sakit begini.
"Baik Hakuya-kun, aku akan mencari ke arah sana, kau kesitu!"
Ia menunjukku tempat peristirahatan istemewa di kuil itu, dan bukankah disana ada pohon yang katanya angker, de- demi Shion-san akan kulakukan.
"Baik, ingat berteriak dengan keras ya!"
"Hmm!"
"Matte Shion-san, aku baru ingat bukankah kalau hatiku tidak tenang, aku tidak dapat mendengar suaramu?"
"Itu benar,"
"Kalau begitu, sia-sia ini kita lakukan,"
"Gak kok, kau hanya cukup mengingatku saja lalu biarkan hatimu setenang aliran air,"
[Jiwa Shion-san menunjuk hati Hakuya, kali ini wajah Hakuya memerah.]
"Hakuya-kun wajahmu memerah?"
"Hountou?"
"Hountou!"
"Mmm..."
"Ah baiklah, aku harap aku dapat mendengar suaramu nantinya, kalau begitu aku pergi dulu ya,"
"Hmm... hati-hati Hakuya-kun,"
"Ya kau juga!"
[Jiwa Shion-san melambaikan tangan ke Hakuya. Akankah mereka benar-benar akan berpisah?]
Baiklah saatnya untuk mencari neko itu.
[Kucing warna putih dan halus itu, sungguh sangat manis sekali, dan kelihatannya membawa keberuntungan.]
[Dan, Hakuya berlari ke arah timur sedangkan Shion-san ke arah barat. Mereka masing-masing mencari jejak dari neko putih.]
Sial dimana neko itu, masak menghilangnya cepat sekali, dia berlari ke arah sana. Seharusnya tinggal membelok ke arah ku atau Shion-san.
[Hakuya berjalan ke arah pohon besar di kuil, disana ia tidak sengaja menendang benda seperti kardus, yang ada di dalam semak-semak.]
"Duk..."
"Kardus?"
Matte... jangan-jangan? Baik saatnya memanggil Shion-san.
"SHION-SAN AKU MENEMUKAN KARDUS!!"
"Kau memanggilku?"
"Tentu saja aku memanggil-"
[Hakuya menengok kebelakang, ke arah sumber suara, dari belakang suara mirip Shion-san ini terdengar jelas di telinganya.]
Kenapa aku dapat mendengar jelas suaranya, apa hati ku benar-benar sudah tenang? Ah benar juga, gadis itu menyuruhku untuk terus mengingatnya.
"Bagus kalau begitu, lihat Shion-san ini adalah kardus yang kelihatannya tempat tidur neko itu,"
[Sambil menunjuk ke arah kardus itu, Hakuya merasakan perasaan yang aneh.]
Ada apa dengan firasat yang berubah jauh ini. Seakan-akan udara mengelilingi tempat ini, jangan-jangan! Tunggu itu tidak mungkin?
"Nah Shion-san, kau cek sendiri saja apa benar itu tempat neko tadi?"
"Itu memang benar tempat neko, yang kau maksud neko putih!"
"Yap..."
"Ah ternyata ada juga orang yang beruntung, tapi dengar ya, pergilah dari sini! aku tidak membutuhkan orang lain,"
"K- kau, apa maksudmu?"
"Aku membenci orang lain!"
"Doki!"
[Jantung Hakuya berdetak dengan keras, wajahnya berubah seakan-akan melihat penampakan.]
"Kau bukanlah Shion-san?"
"Apa maksudmu, aku adalah Shion-san,"
Aku memang tidak tahu wujudnya, hanya saja nada suara yang dikeluarkan setiap hari itu sungguh sangat berbeda.
"Apa kau jiwa lainnya dari Shion-san yang bersamaku!"
"Eh?"
[Tanpa basa-basi, pria ini langsung masuk ke inti masalah.]
"Dengar ya, selama ini kau hanyalah jiwa! kau tidak berwujud manusia, aku tidak tahu rupamu seperti apa, tapi aku terus membantu jiwa mu yang lainnya! Sekarang ikut aku, kau harus menyatu lagi dengan Shion-san!"
"Aku benci manusia yang ikut campur masalah orang lain!"
Benar, ini berbeda dengan Shion-san yang ku kenal, jadi inilah sisi lain dari sifat Shion-san.
Sekarang terjawab sudah, alasan kenapa Shion-san mengalami sindrom 2 jiwa, dan juga kenapa aku pernah kelepasan mengatakan nama aslinya.
Itu karena, adanya penyambung jiwa. Jadi karena itu keberadaan Shion-san disini membuatku tiba-tiba saja mengingat nama depannya.
Jangan bilang kalau jiwa lain Shion-san, sudah mengawasi kami, semenjak kami masuk ke kuil Aikoi?
[Kuil Aikoi, dimana tempat kotak itu berasal, akhirnya ditemukan. Dan pasnya, jiwa Shion-san lainnya datang dengan membawa kucing putih itu.]
"Aku menemukannya Hakuya-kun!"
"Nyaaaw," [Suara neko yang dibawa Shion-san]
"Kawaiii, ah lembut sekali rambut halus ini!"
"Shion-san!"
Eh aku dapat melihat wujud darinya.
Dan rupa dari sisi lain Shion-san ini.
"Hakuya-kun kau kenapa?"
"Tidak, hanya saja aku menemukan jiwa mu yang lainnya Shion-san. Ditambah lagi aku dapat melihat wujudmu sekarang ini!"
"Ah jadi begitu, eh.. kau dapat melihat diriku!"
"Benar dan tidak hanya itu..."
"Namamu adalah SHION YAMABUKI!"
"Eh?"
"Nyaaaw..."
"Itulah mengapa aku benci dengan orang yang ikut campur!" [Sisi lain Shion Yamabuki]
Ibaratkan Shion Yamabuki adalah kucing dalam kotak, dimana kasus yang sama dengan Kucing Schrödinger terjadi.
Antara ia hidup dan mati. Namun, sisi lainnya ini ternyata mengalami kesadaran, hanya saja mereka tidak bertukar jiwa.
[2 jiwa Shion-san berkumpul, wujud dari sisi lain Shion-san terlihat jelas. Yang satu sisi baik, menampakkan wajah imut dan cantik, dan satu lagi seperti putri sedingin es, dengan tatapan kebencian.]
[Shion Yamabuki, sudah jelas itu adalah orangnya. Orang yang katanya ditakdirkan bersama Hakuya ini pernah mengalami sebuah masalah!]
[Lantas masalah apa yang akan terlihat nanti, jawabannya hanya menunggu kelanjutannya.]
[Penyatuan Shion Yamabuki masih belum berhasil, karena adanya sisi lain Yamabuki yang seakan-akan membenci manusia, yang ikut campur dalam masalah orang lain.]
[Apakah mereka berdua dapat menyatu kembali?]
To Be Continue ~