
[Kisah berlanjut lagi, Yoi Ketsumatsu masih belum selesai.]
Yoi Ketsumatsu No Tame Ni Saisho Ni Modoru: REMAKE
CHAPTER 2 Isi Surat
Author: Hayusya
Shion Yamabuki, perempuan cantik nan misterius yang tiba saja memberikanku sebuah surat, aku memang belum membacanya sama sekali, karena aku takut jika surat ini bukan surat yang kuinginkan seperti surat cinta pada umumnya, melainkan sebuah surat berisi ancaman yang mungkin membuatku ketakutan, karena aura nya yang saat itu mengatakan ingin membunuhku terdengar mengerikan.
Hanya saja, nama Shion Yamabuki itu seperti pernah kudengar di suatu tempat, hanya saja aku lupa kapan mendengar nama itu, kemungkinan besar nama itu kudengar waktu pertama kali bertemu dengannya karena dia memiliki popularitas tinggi di kalangan para murid, hanya saja aku sangat tidak yakin, karena suatu perihal yang entah mengapa, perasaan ini mengatakan bahwa dia bukanlah orang yang tidak kukenal.
Shion, sepertinya aku pernah mendengar nama ini, tapi aku sudah lupa kapan aku mendengarnya.
...----------------...
Jam menunjukkan pukul enam pagi, dan ternyata setelah aku pergi ke kelas, kelas itu masih sepi, jadi aku benar-benar orang yang beruntung, karena dapat menjalankan piket kelas ini sendirian.
Di sekolah ini, ada aturan dimana jika tidak menjalankan piket sekolah, maka murid akan dihukum untuk membersihkan kolam renang sekolah atau gudang sekolah, dan semuanya harus bersih tanpa ada kotoran sedikitpun yang masih tersisa, jika masih ada, durasi hukuman akan bertambah satu hari, jadi aku tidak mau terkena hukuman yang menyedihkan itu, karena aku juga sangat malas jika disuruh-suruh.
"Huftt, cukup melelahkan." gumamku yang selesai menyapu, kemudian ku kembalikan tempat sapu itu ke tempat semula, yaitu di dalam loker belakang persis di belakang bangkuku.
Aku kemudian duduk di bangkuku dengan rileks dan santai sembari mengumpulkan keberanian untuk membuka surat dari Shion Yamabuki, kukeluarkan surat itu dari dalam tasku, kemudian kubuka mulai dari pita kupu-kupu yang aku khawatirkan berisi pesan rahasia.
'Ah kukira ada secarik kertas yang diselipkan disini' pikirku.
Setelah langkah pertama selesai, aku menarik perekat berbentuk hati itu dengan sangat pelan-pelan, dan surat pun berhasil dibuka, hanya saja keringat dingin di wajahku sama sekali tidak mau berhenti, ditambah lagi jantungku berdegup sangat kencang, isi dalam surat itu sudah mulai terlihat, yaitu sebuah kertas yang dilipat sedemikian rupa agar muat dalam amplop ukuran kecil.
'Apakah ini berisi pengakuan cinta atau hal lain yang dapat membuat kehidupanku nanti kelam selamanya? tenangkan dirimu Hakuya, perempuan cantik dan populer seperti dia, pasti memiliki hati yang sangat baik' batinku dengan penuh keyakinan.
Namun ketika kertas yang dilipat itu kubuka secara perlahan, aku melihat ada deretan kata yang membuat nyaliku menjadi ciut, seperti kata ancaman yang benar-benar mengerikan untuk ditunjukkan.
"Apa aku tidak salah baca?" gumamku dengan wajah pucat. "Kau ini seorang laki-laki Hakuya, jadi jangan takut akan ancaman perempuan, toh tidak mungkin jika dia serius ingin membunuhmu." gumamku kembali yang meyakinkan pada diri sendiri.
'Tapi tunggu, tunggu sebentar! bagaimana kalau dia benar-benar serius ingin membuatku hilang di dunia dalam artian kematian, ah aku takut, tolong aku Ayah-Ibu, Temari!'
Akhirnya setelah dua atau tiga kali percobaan untuk membuka surat dari Yamabuki, akhirnya aku berhasil membaca isi dalam surat ini.
...----------------...
Baca sampai selesai jika tidak mau mati
Jika kau tidak membaca sampai selesai dan tidak datang meskipun sudah kutunggu, hingga dapat membuatku marah, jangan harap kau dapat melihat masa depan lagi
......................
Namaku Shion Yamabuki, aku ada di Kelas 3D agak dekat dari kelasmu, kau ada di Kelas 3B kan? jadi aku akan mengatakan sesuatu sepulang sekolah nanti, datanglah ke atap sekolah, aku akan menunggumu disana
Jangan sampai kau pergi dan menghiraukan surat ini, karena kau bisa mati, mati, mati!!!
Aku serius akan membuatmu tidak dapat melihat hari lagi jika kau menghiraukannya dan menganggap surat ini biasa saja
Aku akan mengatakan sesuatu yang bagus, seperti memperbaiki penyesalanmu, kurasa....
Ingat ya jangan sampai kau pergi dan tidak datang di atap sekolah sepulang nanti karena apa, kau sudah kutandai hari ini, Ketsu Hakuya :}
Shion Yamabuki
...----------------...
'Mengerikan apa dia benar-benar menuliskan ini?' batinku yang agak ngeri, ketika selesai membaca surat dari Shion Yamabuki.
Meskipun aku merasa agak terganggu dengan surat dari Shion Yamabuki, ada deretan kata dari tulisannya yang membuatku berpikir apa dari arti memperbaiki penyesalan yang ia tulis itu.
Selama ini kalau dilihat dari dalam, aku memang seperti orang yang memendam penyesalan yang sangat dalam, hanya saja aku tidak terlalu menyesali sekali, karena itu semua hanyalah rumor palsu.
'Kurasa sebaiknya aku menanyakan ini kepadanya' batinku sembari berdiri dari bangkuku, ketika mataku melihat kearah papan tulis, entah mengapa bayangan seorang perempuan itu melintas kembali di pikiranku, seperti orang yang sama dengan pakaian lusuh di trotoar tadi.
'Lagi-lagi bayangan ini, aku sudah muak untuk melihatnya' batinku, ketika ku kedipkan mata, hal yang lebih aneh terjadi, di papan tulis ada tulisan samar seperti bertuliskan 'Jangan menemuinya' tapi aku tahu bahwa itu hanya halusinasi belaka, maka dari itu aku tidak menggubrisnya sama sekali.
...----------------...
Aku keluar dari kelas sembari membawa surat dari Shion Yamabuki, aku ingin tahu alasan dia mengapa menuliskan surat ancaman yang mengerikan ini.
'Kelas dia Tiga D kan, akan aku hampiri sekarang' batinku sembari memasukkan tanganku ke dalam saku celana.
Ketika aku tengah berjalan dengan gestur yang keren, tidak sengaja aku bertabrakan dengan seorang perempuan dari kelas lain, mungkin anak kelas tiga lainnya, hanya saja ketika aku meminta maaf kepadanya, dia malah hanya memandangiku dengan wajah seolah-olah aku ini orang menjijikan.
Tanpa membalas kata maafku, perempuan itu pergi dengan mengibaskan bahunya seperti membersihkan dari kotoran debu yang menempel.
'Apa segitunya aku ini menjijikan, aku tidak percaya ada orang yang berangkat lebih awal juga hari ini, selain perempuan bernama Yamabu itu' batinku sembari berjalan ke arah kelas Tiga D.
Kelas Tiga D seperti yang dituliskan oleh Shion Yamabuki, merupakan kelas yang jaraknya tidak jauh dari kelasku, jadi jika suatu saat aku menemuinya, aku tidak perlu berjalan jauh.
'Ah pintu kelasnya terbuka, berarti ada orang didalam' pikirku.
"Shion Yamabuki ada?" kataku ketika aku berada di depan pintu kelas Tiga D atau kelas dimana Shion Yamabuki berada.
'Ah dia disana' batinku yang melihatnya dengan seksama.
Ternyata saat ini Shion Yamabuki berada di depan jendela ruangan kelas yang terbuka, diiringi hembusan angin sepoi yang menggerakkan rambut berwarna bunga sakuranya yang indah dan tergerai dengan sendirinya, sehingga memperlihatkan betapa indah bentuk telinganya dengan jelas, terutama ketika dia juga memegangi rambutnya yang bergerak karena hembusan angin itu, jujur saat ini aku merasa dia seperti perempuan cantik dalam lukisan, yang sangat indah untuk dipandang lama.
Aku bisa melihat punggungnya yang sepertinya nyaman jika kupeluk dari belakang, bahkan karena saat ini aku tersihir akan cantiknya Shion Yamabuki, aku secara tidak sadar berbicara, "Indahnya." dengan suara yang cukup keras untuk didengar.
Shion Yamabuki merasakan ada orang yang mengawasinya, maka ia menoleh ke arahku namun dengan posisi indah dimana dia masih memegangi rambut belakangnya.
"Ketsu Hakuya-san?" kata Yamabuki dengan suara lemah lembut.
"Ah ya ini aku." kataku dengan wajah memerah dan menunduk karena malu dilihat olehnya, bahkan aku menutupi mulutku yang tidak sengaja keceplosan mengatakan kata 'Indahnya' .
'Sial apa dia mendengar kataku tadi?' batinku gugup.
"Kau kenapa datang kesini, apa ada keperluan denganku?" tanya Yamabuki.
"Ah ya tentu saja ada, hanya saja kukira waktunya tidak pas untuk sekarang." jawabku yang masih dengan wajah menunduk.
"Kenapa kau dari tadi menunduk itu sangat aneh, kau tahu?" tanya Yamabuki yang mulai curiga kepadaku.
"Itu karena aku malu." jawabku lirih dan aku juga masih menundukkan kepalaku.
Tanpa kuperhatikan Shion Yamabuki ternyata sudah berada di dekatku, ia membungkukkan tubuhnya dan menaruh kedua lengannya di punggung, wajah tersenyumnya melihat kearahku yang saat itu tengah menunduk, dengan spontan aku kaget karenanya.
"Kau mengagetkanku!" seru diriku yang kaget karena dia yang tiba-tiba berada di dekatku.
"Ah apa itu benar, justru aku yang kaget kenapa kau tiba ke sini?" balasnya tanpa ragu dengan wajah yang masih tersenyum.
"Itu karena aku ada keperluan denganmu, kenapa kau mengirimkan surat mengerikan ini kepadaku!"
Kutunjukkan kertas yang ditulis oleh Yamabuki kepada dirinya, tanpa ragu dan dengan penuh keberanian, berbeda saat aku memberanikan diri untuk mencoba membaca surat dari Shion Yamabuki.
"Jadi kau sudah membaca surat itu ya, pantas saja kau datang ke kelas ini, baguslah daripada menunggu lama, aku juga ingin melakukan perhitungan kepadamu."
"Per-perhitungan, emang aku punya masalah apa denganmu?"
"Ya kau punya masalah kepadaku, jadi aku harus membuat perhitungan kepadamu."
"Sialan, kukira kau ini perempuan baik hati ternyata tidak seperti yang kukira, kau membuat pandanganku kepada dirimu itu mulai berubah."
Saat itu Shion Yamabuki termenung diam, kukira aku salah bicara dan membuatnya marah, namun aku mendengar ia tertawa pelan diiringi mata kanan yang tertutup yang membuatnya terlihat cantik, sepintas aku mendengarkan dia mengatakan kata 'menggelikan' kepadaku.
"Orang yang mengatakan kata indah kepada perempuan yang ia perhatikan secara diam-diam, dengan suara cukup keras tidak pantas untuk mengatakan itu, benar bukan Ketsu Hakuya-san?" ucap Shion Yamabuki dengan suara lemah lembut namun terdengar jelas.
"A-apa?!"
'Jangan-jangan dia mendengarku mengatakannya?' pikirku.
"Saat ini mungkin kau berpikir begini, apa dia tadi mendengarku mengatakannya, benar kan Ketsu Hakuya-san?"
"Aku ketahuan!"
"Nah kan akhirnya kau berkata jujur, suara hati orang sepertimu memang mudah sekali ditebak."
"Hah jangan bercanda." sangkal diriku dengan wajah memerah.
"Siapa yang bercanda, aku serius mengatakan itu, lagipula kau memiliki perubahan wajah yang juga mudah sekali untuk ditebak, apa kau tidak dapat mengeluarkan Poker Face?"
"Kau menghinaku ya?"
"Tidak juga, dan lupakan itu karena membuang waktu saja."
"Kau sendiri yang memulainya kan?"
"Ketsu Hakuya-san, jam berapa sekarang?"
"Hah, kenapa kau sekarang menanyakan soal waktu?"
"Sudahlah jawab saja, tidak perlu banyak bertanya!"
Aku menaikkan lenganan seragamku yang panjang untuk melihat sudah pukul berapa sekarang, dan saat kulihat, jam menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit, aku tidak menyangka jika percakapanku dengan Shion Yamabuki cukup menguras waktu.
"Jam tujuh kurang sepuluh menit, kenapa memangnya?" tanya diriku ke Shion Yamabuki.
"Hmm, ternyata masih sempat ya." kata Shion Yamabuki tersenyum kepadaku.
"Sempat, maksudmu?"
"Mulai sekarang aku akan menjalankan sebuah rencana besar dan kau juga akan menjalani perannya, ikut aku Ketsu Hakuya-san!"
Shion Yamabuki menarik paksa tanganku, aku sendiri masih tidak paham akan kata rencana besar dan peran yang harus ku jalani, begitu aku berpikiran tentang hal itu, dia membawaku naik ke atas tangga, pijakan demi pijakan hingga pada puncak tangga atau dimana akses untuk memasuki atap sekolah berada, ya atap sekolah atau tempat terlarang untuk dinaiki murid yang tidak punya kepentingan, karena Shion Yamabuki merupakan anggota Osis, dia memperoleh akses untuk masuk ke atap sekolah, hanya saja orang biasa sepertiku seharusnya tidak boleh memasukinya.
"Yamabu-san, maksudku Shion Yamabuki, kau seriusan membawaku kesini?!"
Shion Yamabuki hanya menoleh saja dan tersenyum lebar ke arahku, sepertinya dia benar-benar menjalankan suatu rencana, sebuah rencana besar yang membuatku mungkin saja akan terkejut.
[Waktu yang masih lama untuk menjalankan rencana, apa yang dimaksud oleh Shion Yamabuki?]
To Be Continue ~