Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Flashback masa lalu= Arc Yamabuki - Paradox Kucing Schrödinger



[Kemarin benar-benar hari yang sangat buruk bagi Hakuya, nyaris tertabrak truk, dipukuli Temari, itu karena Hakuya tidak mau mengakui semuanya pada adiknya itu.]


[Tapi jika begini, tidak ada kemajuanya, maka dari itu, inilah saatnya untuk mengatur cara agar Shion-san dapat menyatu lagi.]


[Dengan pemikiran hebat dari Ketsu Hakuya ini. Agaknya begitu.]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 19 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - *P**aradox Kucing Schrödinger*


Author: Hayusya



Aku menyadari cara terbaik, untuk dapat menyatukan Shion-san kembali, yang dibutuhkan hanyalah, sebuah komunikasi antar jiwa Shion-san.


Hanya saja, apa kah ia menyadari akan jiwa aslinya, yang masih belum terlihat itu, aku bahkan belum melihat sisi lain dari Shion-san.


Tapi pertanyaan nya adalah, bagaimana cara untuk dapat membuat komunikasi antar jiwa Shion-san dan jiwa Shion-san lainnya?


[Hakuya hari ini memiliki aktivitas klub seni, ia tidak fokus pada tugas menggambarnya, dan terus memikirkan cara agar dapat menjadikan komunikasi antar jiwa dari Shion-san.]


Jika aku mendapatkan sebuah petunjuk, misal seperti ciri pada detail lokasi. Aku dapat dengan mudah menemukan jiwa lainnya dari Shion-san.


Hanya saja aku benar-benar kesulitan untuk memikirkan caranya, oh benar juga ya, aku punya ide bagus.


"Kenapa kau melamun, Hakuya-kun?"


Aku tidak boleh berbicara seperti orang tidak waras, kalau begitu aku akan menuliskan sebuah kata di media kertas ini.


[Hakuya lalu menulis kata-kata, dari media kertas kosong warna putih yang vertikal itu. Sepertinya dia sengaja tidak mengerjakan tugasnya.]


Nah kalau begini, pasti mudah saling bertukar pikiran, aku pintar juga ternyata.


Shion-san, mari bertukar informasi...


[Catatan: Itu adalah tulisan yang di tulis di media kertas warna putih.]


"Eh?"


Dengan cara ini, aku tidak perlu berbicara, ditambah tulisan ini mudah dihapus.


"Hmm... pintar juga kamu Hakuya-kun,"


"Hehe,"


"Baik aku paham dengan caramu,"


Coba ingatlah, dimana kamu waktu itu.


"Maksudmu?"


Di- dia tidak mengerti, kalau dipikir-pikir, Shion-san juga pasti lupa dengan apa yang ia lakukan, saat dirinya terlibat sindrom aneh ini.


Maksudku, saat kamu mengalami sindrom aneh itu?


"Oh begitu ya, hmm... tapi sebelum itu apa kau sudah menyelesaikan tugasmu,"


[Tanpa bicara, Hakuya merespon dengan acungan jempol.]


"Wuow cepet banget,"


[Tanpa bicara lagi, Hakuya merespon dengan mensimbolkan jarinya dan menyatakan 'Ok'.]


"Sugoi..."


"Brakk... brakk..."


[Sensei yang merasa terganggu, melongo dan bicara dengan Hakuya.]


"Ha- Hakuya kamu kenapa?


"Ah tidak ada apa-apa,"


"Hountou..."


"Hountou sensei,"


"Baiklah semuanya, tinggal 15 menit lagi, tidak usah terlalu buru-buru!"


"Haik!" [Murid klub seni]


[Hakuya kesal dengan Shion-san yang menyiakan waktu penting itu. Lalu ia menuliskan kata lagi dengan kecepatan tangan, super cepat.]


Shion-san, fokuslah ke tulisanku ini!


"Ka- kau marah ya?"


Cepat! keburu 15 menit, jangan menyiakan waktu!!


"Haik-haik!"


"Aku sudah lupa itu, jika aku tahu, aku tidak mungkin meminta bantuanmu atau lebih baik aku mencari sendiri keberadaanku yang lainnya,"


Bicara tentang keberadaan, apakah sebenarnya jiwa mu yang asli, masih tetap ada. Dan yang hilang hanyalah keberadaanmu saja?


"Ah iya mungkin itu jawabannya,"


Naruhodo, sekarang aku mulai paham. Aku telah mempelajari teori Quantum Superposition/ kuantum super posisi.


Dan tentang paradox Kucing Schrödinger.


Skenario paradox ini adalah:


menyajikan kucing yang mungkin secara bersamaan berada baik dalam keadaan hidup maupun mati, sebuah kondisi yang dikenal sebagai superposisi kuantum, sebagai akibat dari hubungan dengan peristiwa subatomik acak yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi. 


Saat ini aku merasakan sesuatu, bahwa kekuatan pikiranku jauh di rata-rata manusia. Mungkin karena adanya keberadaan Shion-san yang mendekatiku ini. Aku yakin sekali, kalau gadis ini memiliki kekuatan supranatural yang sangat rahasia.


Aku telah menghafalkan paradox ini, hanya saja , entah kenapa aku dapat menyimpan isi dari teori-teori gila dan juga paradox, yang juga aku hafalkan.


[Pikiran Hakuya sebenarnya tidak terlalu kuat, tapi Hakuya merasa kalau dirinya dapat mengingat apa pun dalam jangka waktu selama seminggu.]


[Pikiran sulit, seperti menghafalkan rumus matematika yang sulit, dan pengetahuan lainnya yang sangat sulit untuk diingat.]


[Kemampuan ini jelas tidak lah mudah untuk dipunyai seseorang, berarti kemungkinan besar, dengan menyatunya Shion-san dan Hakuya, menghasilkan kekuatan pikiran tingkat tinggi.]


Aku menyadari adanya kekuatan ingatanku yang tinggi ini, waktu Shion-san bersamaku selama 3 hari ini, sekarang sudah kelima harinya aku bersama Shion-san.


Ingatan sulit ini, sekarang tersimpan di otakku.


Isi ingatan sulit dari otak Hakuya:


Kucing Schrödinger: seekor kucing, sebotol racun, dan sebuah sumber radioaktif ditempatkan dalam kotak tertutup. Jika monitor internal (misalnya pencacah Geiger) mendeteksi radioaktivitas (ada atom yang meluruh), labu tersebut hancur, melepaskan racun, yang membunuh kucing itu. Interpretasi Kopenhagen tentang mekanika kuantum menyiratkan bahwa setelah beberapa saat, kucing itu berada dalam keadaan hidup dan mati secara serentak. Namun, ketika seseorang melihat ke dalam kotak, orang tersebut akan melihat kucing itu antara hidup atau mati bukan keduanya sekaligus, hidup dan mati. Hal ini menimbulkan pertanyaan kapan tepatnya superposisi kuantum berakhir dan realitas kolaps atau runtuh menjadi satu kemungkinan atau kemungkinan lainnya.


Aku menghafalkan ini dari Yoipedia, dan juga buku besar yang penuh akan teori gila.


Seperti inilah yang terjadi, catatan panjang itu seperti muncul saja di depanku.


Sebenarnya paradox gila itu, sangat sulit untuk dicerna dengan otak.


Tapi kesimpulannya, kucing yang berada di kotak itu, antara hidup dan mati.


Jadi aku dapat menyimpulkan sesuatu, bahwa jiwa Shion-san yang lainnya ada di suatu tempat. Dan terus menunggu jiwa satunya agar menyatu.


Sindrom aneh yang ada di dunia ini, bahkan aku sendiri tidak percaya, kalau dunia ini memiliki banyak sekali misteri yang belum dipecahkan oleh manusia.


Jawabannya hanyalah satu, dimana kotak awal semua itu terjadi. Jika aku dapat menemukan kotak yang memulai itu semua, aku dapat menyatukan Shion-san kembali.


Aku sudah selesai memikirkan semua, Shion-san, kau tunggu saja, aku kan menyelamatkanmu...


"Haku..ya-kun,"


Kau tidak perlu susah-susah mengingat dimana dirimu waktu itu, yang perlu kulakukan sekarang hanyalah mencari tahu jawaban itu sendiri.


"Hmm arigato.. Ha-Hakuya.. kun,"


[Shion-san menangis di dalam tubuh Hakuya, Hakuya merasakan itu, isak tangisan bahagia dan terharu berkumpul menjadi satu.]


Kenapa kau menangis, bodoh!


"Kau memang pria yang baik... aku beruntung bertemu denganmu, hikss... hikss.."


Hentikan saja tangisanmu, itu membuatku agak jijik denganmu!


"Ka- kau baka... Hakuya-kun no bakaa!"


"Haha, sisanya serahkan saja kepadaku,"


"Ya, serahkan apa Hakuya?" [Sensei]


"Tentu saja menyerahkan seluruh kemampuanku untuk menggambar, masih ada waktu kan sensei?"


"Ah iya tersisa 8 menit lagi,"


"Yosh, kalau begitu waktunya untuk ngebut,"


"Eh?" [Sensei]


[Sensei melongo melihat murid seperti Hakuya ini.]


Aku akan menggambar dengan cepat, dan juga kali ini adalah tema manusia ya. Kalau begitu apa boleh buat.


[Hakuya menggambar dengan cepat, kali ini temanya adalah manusia. Dengan begitu Hakuya dapat menaruh perasaan pada gambarnya.]


[Dan yang ia gambar adalah, sisi seorang gadis, yang kiri menangis dan satunya tersenyum.]


[Tema yang cocok untuk diberikan kepada Shion-san.]


[Sekarang tinggal menunggu langkah dari pria ini, Ketsu Hakuya.]


To Be Continue ~