Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Lubang berbahaya, akan membuat mereka semakin dekat



[Akankah ada hal romantis disini?]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 11 Lubang berbahaya, akan membuat mereka semakin dekat


Author: Hayusya



[Tidak membawa baju ganti, ingat kalian berdua tidak pergi ke pantai dan kolam musim panas.]


[Takumichi sepertinya mendatangi teriakan mereka tadi.]


"Sudah jelas kan, kalian tidak membawa baju ganti. Tenang kalau baju ganti, serahkan padaku!"


[Taku mengacungkan jempol, memperlihatkan gigi putihnya dengan sombong.]


Kok perasaanku tidak enak ya... [Yamabuki | Hakuya]


"Apa kita harus belanja dulu, Taku?"


"Nona ini gimana sih, sudah malam ini. Lagian toko itu jauh juga, kalau perlu aku akan menyiapkan pakaian untuk kalian berdua!"


Pasti ada maksud darinya. [Yamabuki]


[Takumichi pun keluar dan mengambil baju khas penginapan, uwiihh apa itu, apa itu. Sepertinya baju khas penginapan kan selalu itu.]


Apa yang akan ia bawakan, biasanya baju penginapan itu kan cuma kain putih seperti kimono.


Jangan bilang kita akan mengenakan itu.


"Ok ini dia baju ganti kalian!"


[Suara Taku mulai terdengar, mereka berdua semakin penasaran.]


"Taraaa! baju khas penginapan Ochirin, kimono untuk kalian berdua!"


Nah kan bener!!


"Eh, kimono handuk!"


"Tak-Taku kau serius,"


"Tentu saja nona, nah nak Hakuya aku rasa kau cocok mengenakanya,"


[Takumichi memberikan kimono handuk ke Hakuya.]


Kim-kimono handuk, benar-benar sangat berbahaya untuk dikenakan.


"Taku apa kau gila menyuruhku untuk memakai kimono ini, bersama serigala ecchi!"


"Aku dengar itu!"


[Mulut bergetar, kepala serasa pecah, itulah mungkin ilustrasi dari Hakuya sekarang.]


"Kalian harus mandi dulu, baru kenakan itu!"


[Takumichi kemungkinan serius nih.]


"Iya-ya kami tahu!"


"Baiklah aku pergi duluan Yamabuki,"


Hakuya... [Yamabuki]


"Nah nona, apa nona mau pergi ke ruangan nak Hakuya, beliau ada di kiri tempat mu nanti, kau bisa mengintipnya melalui lubang kecil di dekat bamboo mengalirkan air,"


"Aku tidak mungkin melakukan itu!"


[Bletakk! pukulan keras mendarat di perut Takumichi sekarang. Takumichi mental sejauh 3 meter menghantam tembok kamar.]


"Aku pergi dulu Taku!"


[Yamabuki lalu pergi ke pemandian air panas, akankah ada hal romantis disini?]


[Sesampainya disana Hakuya tidak mengenakan pakaian apa-apa, wajar saja ia akan mandi, hanya saja ia butuh handuk kecil untuk menutupi burung nya itu.]


"Cih apaan Takumpret itu! menyuruhku untuk tidur berdua dengan Yamabuki!"


Aku sudah memutuskan untuk bersama Hanabi.


"Eh, katanya disini bukan pemandian campuran kan. Loh kok, sepertinya ada dinding bambu familiar banget nih,"


[Gumamnya Hakuya pelan, jangan lupa ini, Hakuya ruang bagian kiri, sedangkan Yamabuki ada di kanan.]


[Hakuya yang penasaran itu lalu mencoba merapatkan telinganya di batas bambu itu.]


Apa disana pemandian perempuan.


Kriettt...


Eh, suara orang membuka pintu.


[Ini dia sebuah momen yang tidak dapat dilupakan oleh mereka berdua.]


Kata Taku, Hakuya ada di sebelah kiri itu, dekat bamboo mengalirkan air, terdapat lubang kecil yang dapat mengintip seseorang. [Yamabuki]


Jangan bilang kalau Hakuya juga dapat mengintipku. [Yamabuki]


Loh kok hening ya.


Tok.. tok... tok...


[Suara bambu mengetuk itu mengalirkan air, apa disitu ada lubang mengintip. Itu tidak baik untuk dilakukan, jadi jangan lakukan.]


[Yamabuki berjalan dengan pelan, dan mendekati bamboo itu.]


[Seperti yang kujelaskan sebelumnya, mungkin ini terlihat berbahaya untuk dijelaskan. Intinya sekarang mereka berdua tidak mengenakan pakaian sama sekali, dan hanya berbekal handuk untuk menutupi kemaluanya.]


[Lalu untuk Yamabuki, ia tidak mengikat handuk untuk menutupi kemaluanya, hanya saja ia mengenggam handuk itu untuk menutupi kemaluanya yang masih suci itu.]


[Yamabuki mencari lubang yang dijelaskan oleh Takumichi.]


Lubang mesum itu dimana dia? [Yamabuki]


Ah mungkin aku salah mengira, mana mungkin Yamabuki ada disana.


"Yahh! akhirnya aku bisa bersantai sejenak disini!"


[Teriakan Hakuya sampai ke telinga Yamabuki.]


Ha-Hakuya dia ada disana. [Yamabuki]


[Yamabuki melongo saja, dan ia juga mengalami perasaan doki-doki.]


Dan si mesum itu, suaranya terdengar di dekat pembatas ini, jangan bilang ia mencoba mengintipku. [Yamabuki]


"Eh lubang apa ini?"


[Upss, Hakuya menemukan sebuah lubang.]


"Aku intip sedikit lah,"


Jangan bakaa! [Yamabuki]


[Biar kujelaskan, masing-masing mereka sekarang ada di dekat lubang memalukan itu. Yamabuki ada di dekat bamboo itu, lalu Hakuya ada di dekat batuan. Dan uniknya dinding pembatas ini hanya dibuat dengan bambu.]


Ada apa dengan lubang ini.


[Bola mata Hakuya sepertinya mendekat ke lubang itu, lalu Yamabuki mencoba mendekati lubang itu juga, ini dia situasi berbahaya mereka berdua.]


Eh ada orang.


[Bola mata Hakuya melihat wajah Yamabuki yang memerah, begitu juga Yamabuki melihat bola mata Hakuya yang mengintipnya itu.]


"Ya-Yamabukiii!"


"Kyaaaaaaaaa!"


[Mereka semua mulai heboh, padahal ini sudah malam.]


"Hakuya no bakaaa! sudah kubilang jangan mencoba berani mengintipku!"


"Aku tidak tahu kau ada disini juga, jadi jangan menuduhku!"


"Lalu kenapa kau tahu kalau ada lubang memalukan itu disini!"


"Hah! jangan bilang kalau kau tahu lubang ini juga, oh aku tahu, kau berusaha mengintipku kan Yamabuki!"


"Untuk apa aku mencoba mengintip laki-laki seperti kamu!"


"Kau ngeselin juga ya lama-lama!"


"Kau lah yang ngeselin!"


"Cukup aku tidak mau berdebat denganmu lagi!"


[Hakuya sepertinya berjalan meninggalkan dinding pembatas itu, ia lalu menceburkan diri ke pemandian air panas itu.]


Drekkk!


Eh getaran apa ini.


Brakkk!


[Dinding pembatas kalah dengan tenaga wanita, mengerikan sekali.]


"Minta maaf dulu kau bloon!"


"Yamabukiiii!"


"Ahooo! ngapain kau kemari!"


[Teriakan histeris dari Hakuya.]


[Sekarang Yamabuki merusak dinding pembatas dari bambu itu, ia mengejar Hakuya dengan tinjuan mautnya. Eh...]


[Apa kalian sekarang mengerti, Hakuya melilitkan handuknya di kemaluanya ia hanya telanjang dada, dan Yamabuki hanya mengenggam handuk nya untuk menutupi kemaluanya.]


[Dan saat ini, Yamabuki mendaratkan pukulan ke Hakuya, ia melepaskan 1 tangan yang tidak mengenggam handuk itu. Lalu apa yang terjadi, sesuai pikiran kalian.]


"Yamabuki, tutupi gunungmu itu!"


"Kau melihatnya bakaaaaa!"


Kecipak-cipak....


[Yamabuki kesulitan untuk berlari di air, Hakuya juga ia sudah berada di tengah-tengah pemandian, jika ia kembali, bagaimana caranya.]


"Yamabuki dengarkan aku! aku tidak bermaksud begitu!"


[Hakuya juga sepertinya berlari untuk mencapai daratan berupa batuan itu.]


"Jelaskan kepadaku nanti, karena kau telah melihat milikku, aku tak kan mengampunimu!"


"Ini salahmu, salahmu jangan salahkan aku!"


[Yamabuki mengejar Hakuya dengan memaksimalkan tenaganya, sepertinya Hakuya kelelahan dan kesukitan berlari di air.]


Shi-shimattaaaa!


Brushhh!!


[Hakuya terpleset dan ia akhirnya terjatuh dan tenggelam ke air.]


Blub.. blub...


"Hah... hah.. tunggu Yamabuki aku bisa jelaskan itu,"


[Untuk menggambarkan mereka berdua, sekarang mereka saling berhadapan, Hakuya yang menongolkan kepalanya saja, ya tubuhnya itu masih di dalam air, sedangkan Yamabuki berdiri dan mencoba untuk mengeksekusi Hakuya.]


Tatapan Yamabuki benar-benar mengerikan!


[Yamabuki mendekati Hakuya, begitu juga dengan Hakuya mencoba untuk berdiri.]


Kecipak-cipak!


"Yama-buki, oi kau kenapa emosian hari ini,"


"Itu tidak ada kaitannya dengan situasi kita sekarang! Hakuya aku akan memberikanmu pelajaran hari ini!"


[Yamabuki bergerak ia memajukan tanganya seperti hendak menangkap Hakuya, sedangkan Hakuya mulai ketakutan.]


Eh, lagi-lagi ini.


[Tangan Yamabuki memang menangkap tangan kanan Hakuya, namun Hakuya lagi-lagi terpleset, ia menendang kaki kiri Yamabuki, dan menarik handuk dari Yamabuki.]


Shi-shimatttaaaaa!!!!


Brushhhh!


"Kyaaaaaaaaa!"


[Situasi ini terlalu berbahaya untuk Hakuya dan juga Yamabuki, ingat ini, handuk Yamabuki ditarik oleh Hakuya, karena itu ia reflek menutupi kemaluanya dengan tangannya, hanya saja kakinya tidak sengaja ditendang oleh Hakuya.]


[Jadi Yamabuki jatuh dengan reflek cepat menutupi kemaluanya itu, tapi tetap saja mereka berdua sama-sama tenggelam ke dalam air panas.]


[Yang jadi masalah hanyalah Hakuya saja.]


[Bagaimana cara Hakuya meminta maaf dengan Yamabuki?]


To Be Continue ~