
[Shion Yamabuki datang ke rumah Hakuya dan akan menginap berdua dalam satu kamar yang sama? selanjutnya apa yang akan terjadi??]
Yoi Ketsumatsu No Tame Ni Saisho Modoru
Eps 24 Flashback Arc Yamabuki - Salah Paham
Author: Hayusya
Malam nanti adalah malam yang bakalan menjadi peluru bagiku, kenapa aku bicara seperti itu, soalnya Yamabuki bilang dia akan menginap di rumahku, apalagi mama sendiri telah mengijinkan.
Hanya saja ada hal yang menggangguku saat ini, perkataan Yamabuki tentang "Kau boleh melakukan sesuatu padaku." itu sangat lah terdengar ambigu dan terkesan sangat misterius.
"Nee Hakuya-kun, boleh aku masuk?"
Yamabuki berbicara di pintu luar kamarku, saat ini tepatnya aku sedang di dalam kamar untuk merapikan tempat tidurku yang berantakan karena penuh dengan coretan kertas untuk menjawab misteri dua jiwa Yamabuki.
"Belum tunggu lah sebentar aku sedang merapikan kamar!"
"Hmpph lama!"
'Gadis sialan!!'
Karena semakin lama pintu itu digedor bukan diketuk oleh Yamabuki, aku lalu membuka pintu kamarku, dan parahnya lagi aku mendapat umpatan negatif Temari yang membuatku seketika terkena critical damage.
"Aniki bodoh! kau kalau mendapatkan kesempatan untuk tinggal bersama seorang gadis harusnya siap-siap!"
"Siap-siap apanya?"
Mata Temari menajam ke arahku, tidak hanya itu aku dapat mendengar suara hatinya yang berisi komentar negatif tentangku, ya aku tahu itu karena aku adalah kakaknya.
"Apa kau sudah membeli pengaman?"
Temari menempelkan bibirnya ke telingaku, ia membisikan kata yang membuatku seketika bingung.
"Pengaman apanya?"
"Hmmp apa kau ini bodoh? pengaman itu ya untuk melakukan suatu adegan maju mundur para pasangan alias...."
"A-apaaa!"
'Aku tidak menyangka bahwa adik ku sekotor ini, Kami-sama apa aku telah melakukan suatu kesalahan, karena tidak mendidik Temari dengan benar?'
"Lakukan ya aniki bodoh, jangan sia-siakan kesempatan itu, oh ya Yamabuki nee-san aku mau kau ke kamarku!"
"Ah, eh tunggu Temari!"
Yamabuki diseret oleh Temari dengan penuh semangat, aku bahkan tak dapat membayangkan betapa tertekan nya wajah Yamabuki saat diseret oleh Temari.
'Semoga kau kuat menjalaninya' batinku dengan pose penuh hormat.
Bicara soal itu, Temari tadi menginginkan aku untuk bersiap-siap membeli pengaman, ah itu pengaman pelindung pisang yang dapat menahan kebocoran cairan vanila.
Yang jadi masalah, dan memang masalah yang besar, apakah Yamabuki akan mau jika aku melakukan itu dengan nya, itu adalah perkataan dengan penuh tanda tanya besar.
Maka dari itu dengan segenap jiwa dan tenaga, aku dengan berani berbicara itu dengan Yamabuki. Yamabuki sendiri sedang bersama Temari dan mereka berdua sedang asik membuka album waktu aku masih anak-anak.
"Yamabuki kau sedang melihat fotoku ya?"
"Ah ya, aku tidak menyangka kau imut sekali waktu masih kecil, ahaha sungguh menggemaskan sekali!"
"Aniki! beraninya kau masuk tanpa mengetuk pintu dahulu."
"Tapi Temari-chan, pintu kamarmu terbuka kan?"
"Meskipun terbuka, bagiku itu sangat tidak sopan menyelonong masuk ke kamar adiknya sendiri tanpa izin dari adiknya!"
"Iya-iya maafkan aku, Ya-Yamabuki-san!"
"Ya?"
'Ini adalah tantangan, ini adalah tantangan!'
"Ap-apa kau yakin ingin melakukan 'itu' denganku?!"
Wajah Yamabuki menanggapi dengan biasa saja, raut mukanya seakan tidak berubah, sepertinya rasa malu Yamabuki sedang hilang untuk saat ini.
"Ya tentu saja kan, soalnya aku dapat ijin 'itu' dari Temari dan mamamu?"
"Se-serius kan, kau tidak sedang berbohong?"
"Aku mau jika kau yang lebih dulu mengambil inisiatif untuk melakukan, 'itu'?"
"Kalau begitu aku akan ke toko untuk membeli 'itu!' kau tunggu saja disini dengan Temari!"
Aku berlari dengan cepat dan mengambil sepedaku, dan pergi ke toko terdekat yang menyediakan pengaman yang dimaksud Temari.
[Sepertinya Hakuya sedang salah paham disini]
"I-iya, 'itu' maksudnya apa? nee Temari-chan kau tahu artinya....?"
'Hehe Aniki, kau berani juga ternyata'
"Temari-chan kau sedang menahan tawa ya? memang sih bahwa foto Aniki-mu ini imut."
"Temari-chan kenapa kau sekarang tersenyum aneh?"
"Tidak apa-apa!"
"Hah?"
[Dan begitulah Hakuya datang ke toko untuk membeli suatu yang disebut pengaman untuk melakukan hubungan yang 'itu' ya 'itu']
[Dan datang dengan plastik hitam yang berisi barang yang ia beli dari toko yang menyediakan 'pengaman']
'Se-selesai lebih baik barang ini aku sembunyikan dibawah bantalku' batinku sembari meletakan pengaman itu dibawah bantal.
Dan akhirnya Yamabuki jadi menginap di rumahku, ia ikut makan malam bersama keluargaku, sembari mengobrol tentang masa kecilku yang katanya Yamabuki aku ini anak menggemaskan, ya tentu saja soalnya aku masih kecil dan sangat polos.
Jujur saja waktu aku masih seumuran anak SD, aku adalah laki-laki cengeng dan penakut, bahkan rasa takut ku terhadap kepiting yang masih hidup terbayang sampai sekarang.
Waktu itu aku sedang berlibur di pantai bersama keluargaku, sedang bermain pasir pantai dan membuat istana pasir sederhana dengan Temari yang berusia empat tahun. Sialnya kepiting merah tanpa dosa berjalan di istana pasir yang sedang kubangun bersama Temari, jariku tercapit oleh kepiting dan membuatku menangis kuat.
Satu hal lagi saat aku ingin mencari kerang untuk menghiasi akuariumku, tidak sengaja aku menangkap kepiting dan berakhir tercepit lagi dan membuatku menangis kuat.
Intinya aku takut dengan kepiting yang masih hidup... meski sebenarnya aku juga takut untuk memakan daging kepiting yang dimasak istimewa oleh mama!
'Ke-kenapa hari ini makan kepiting, apakah mama sengaja membuka aib yang kubenci didepan Yamabuki?!'
"Hakuya-kun, kenapa wajahmu seperti ketakutan?"
Yamabuki menanyakan itu sembari tangan nya membuka cangkang kepiting.
Kresss!
"Yamabuki apa kau tahu, sebenarnya Hakuya ini takut dengan kepi-"
"Nah Yamabuki! kalau kau haus minum sirup ini ya! biar kutuangkan ini kedalam gelasmu!!"
Aku dengan cepat memotong kata mama, dan kebetulan karena aku duduk disamping kursi Yamabuki, aku dapat dengan cepat mengambil gelasnya dan menuangkan sirup.
'Hufft lega....' batinku sembari mengelap keringat di kening.
"Ara-ara, Hakuya malu...."
"Mama, apa kau juga haus, dengan senang hati aku akan menuangkan sirup ini kedalam gelasmu...."
"Sebenarnya Yamabuki nee-san, Aniki itu takut dengan kepi-"
"Temari kau sudah mengerjakan pr belum! kalau belum kerjakan sekarang!!"
"Kenapa kau langsung berubah mode orang tua seperti itu, menjijikan... ah benar! aku belum mengerjakan pr, terima kasih Aniki karena telah mengingatkanku!"
"Iya sama-sama, pergi sana!"
"Anuu Hakuya-kun, apa kau tidak suka makan kepiting?"
"Jadi Yamabuki-san, panjang ceritanya, selain cangkangnya yang keras, sebenarnya aku tidak suka makanan laut, terutama kepiting."
"Kenapa? bukankah daging kepiting ini enak, lihat dagingnya yang lezat ini pasti cocok dilidahmu!"
Yamabuki melanjutkan memakan daging kepiting yang dilumuri saus lada hitam, sebenarnya jika dibayangkan aku tahu itu enak, tapi rasa takutku terhadap kepiting masih tersimpan sampai sekarang.
'Sebenarnya itu lezat tapi aku tidak ingin mengingat trauma masa kecil ku!'
"Pstt-pstt Yamabuki...."
"Mama kalau mau bisik-bisik jangan sampai kedengeran orang lain."
"Hakuya sebenarnya takut dengan kepi-"
"Terimakasih makanan nya, ini sangat lezat! Hakuya-kun boleh aku duluan ke kamarmu, aku sudah ngantuk."
"Ah boleh dan itu membuatku lega."
"Hah? maksudnya??"
"Gak ada apa-apa, aku akan menyusul nanti...."
"Ah ya....?"
'Untung saja Yamabuki menyelesaikan makanan nya, berikutnya aku juga harus cepat!'
Aku lalu melanjutkan makan tapi kali ini dengan gerakan cepat, karena aku tahu Yamabuki sedang menunggu inisiatif dariku.
[Hakuya sudah salah paham, bahkan Yamabuki masih kebingungan]
[Di dalam kamar Hakuya, Yamabuki entah mengapa berhasil menemukan pengaman yang disembunyikan Hakuya di bawah bantal, dan membuat Yamabuki kaget dengan wajah merah padam]
'Mak-maksud 'itu' dari Hakuya adalah ini? bu-bukankah ini pengaman....'
[Dan Hakuya akhirnya selesai makan dan beranjak ke kamarnya, dan berikutnya kesalahahpahaman tentang hubungan 'itu' membuat titik yang tak disadari mereka berdua tumbuh seketika]
[Berikutnya akhir dari Flashback Arc Yamabuki!]
To Be Continue ~