
[Fenomena aneh terjadi di hadapan Ketsu Hakuya.]
[Sindrom aneh yang benar-benar terjadi, manusia menghilang dan hanya menyisakan sedikit bukti.]
[Apakah kalian percaya adanya sindrom aneh ini?]
Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru
Eps 15 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - Ketakutan Hakuya
Author: Hayusya
Aku tidak mungkin salah melihat maupun berhalusinasi.
Saat itu aku sendiri menyaksikan, adanya Yamabuki yang seperti orang kebingungan.
Dan saat itulah firasatku menunjukkan kalau adanya hal yang tidak beres akan terjadi.
Aku benar-benar makin tidak paham, sebab saat itu hanya aku saja yang mengingat dirinya. Dan lainnya seakan-akan menjadi lupa ingatan.
Namun nama yang hanya masuk ke otakku saat itu hanyalah Shion. Ya, Shion tanpa nama depan yang jelas.
Suasana di kelas yang ku lihat hanyalah biasa, tanpa adanya perbedaan yang seharusnya mengarah ke murid baru.
Tapi sering kali aku menyadari kalau adanya keberadaan gadis itu, yang berada di sampingku dan mengikuti pembelajaran ini.
Aku pernah membaca sebuah teori, ya Quantum Superposition, itulah menurut ku yang sekarang, beda dengan ku yang dulu yang tidak paham dengan namanya teori seperti ini.
Jujur aku adalah laki yang sangat suka sekali dengan yang namanya teori. Karena bagiku itu sangat membuat ku selalu bersemangat dan ingin tahu kebenarannya. Hanya saja sebelum aku jadi orang penyendiri, aku tidak mengerti yang namanya teori yang sulit masuk ke otak itu.
Karena adanya fenemona aneh itu, aku jadi mulai belajar dengan namanya teori, sains dan juga sistem paradox. Hal itu membuatku menjadi pria yang dapat memecahkan misteri.
Jika teori Quantum Superposition itu beneran ada, berarti ada kemungkinan kalau Yamabuki ada di antara hidup dan mati.
Yang jadi masalah dimana kotak asal dia mengalami kejadian ini berada, itulah yang membuatku bertanya-tanya sampai sekarang, namun saat itu, aku sendiri tidak sengaja menemukannya.
[Dimanakah kotak yang membuat adanya fenomena aneh ini. Kita akan masuk ke sudut pandang Ketsu Hakuya waktu berumur 14 tahun.]
"Trengg... treng... trengg..."
"Yak pelajaran telah selesai kalian boleh pulang!"
"Arigato sensei!"
"Akhirnya selesai juga... oii Hakuya kau jadi kan ke karaoke bersama kami!"
"Ah maaf aku ada keperluan,"
"Eh, tidak seperti biasanya kau seperti itu. Ah lupakan, kapan-kapan saja ya!"
"Ya!"
Gomen semuanya, bukannya aku tidak mau pergi ke karaoke bersama kalian, hanya saja aku penasaran dengan adanya hal yang membuatku menjadi ingin tahu ini.
Aku harus menemukannya pokoknya harus, gadis itu asli dan bukanlah halusinasi.
[Pria ini berlarian dengan cepat sampai ke rumahnya.]
"Hah.. hah.. tadaima!"
"Okaeri..."
"Doushita no Hakuya?"
"Nan-nandemonai, hehe."
"Oh aniki sudah pulang, katanya mau pulang telat ada janjian dengan teman!"
"Maaf ada keperluan yang harus aku siapkan,"
"Ehhh...."
[Disini Hakuya masih memiliki imouto yang masih sehat, ialah Shion Temari.]
• Ketsu Temari\= Umur 12 tahun
[Adik dari Hakuya yang masih sehat dan belum terkena penyakit. Sifatnya kadang bikin Hakuya sampai kesal sendiri. Padahal masih kelas 6 SD tapi sifatnya sudah agak dewasa.]
"Tokk.. tokk.."
"Aniki aku boleh masuk!"
"Ada apa memangnya?"
"Mau tahu, makanya biarkan aku masuk!"
Dia dapat sifat dewasa ini dari mana sialan. Seharusnya imouto itu harus lebih kekanakan dan imut, hmm-hmm itu baru idaman.
[Sepertinya Hakuya tipe Siscon?]
"Anikii!"
"Ah iya,"
[Hakuya berlari dan membukakan pintunya.]
"Ada apa Temari?"
"Hmm-hmm hanya saja, aniki sedang ngapain?"
"Hanya belajar saja,"
"Hah belajar! aniki belajar, wuah harus dirayakan!"
Inilah kenapa aku benci dengan imouto sendiri!
"Kalau begitu aniki belajar lagi ya, biar aku yang membawakan makanannya,"
"Tolong... ya..."
"Haik!"
"Blamm!"
Ah rasanya pingin ku tampar muka nya yang ngeselin itu!
[Sepertinya bukan tipe penyayang adik?]
"Sudahlah kembali lagi di meja belajar,"
A-ahh gara-gara dia aku sampai lupa dimana tadi.
Ah benar disini, beruntung sekali aku mempunyai buku seperti ini.
Sebenarnya ini semua karena aku niat. Padahal mau membacanya saja malas.
[Hakuya di umur ini lebih suka bermain bersama temannya, ia sering kali mendapat nilai buruk, makanya setiap ia pulang, ia sering kali disindir halus oleh imoutonya sendiri, Ketsu Temari.]
Sumpah dah, tulisan macam apa ini!
Tapi kenapa, kenapa. Rasanya aku harus melakukan ini semua.
[Saat Hakuya memikirkan itu, angin dan hawa aneh memasuki kamar Hakuya.]
"Trekk... wushhh..."
[Angin membuka korden kamar Hakuya, dan Hakuya sendiri merasakan hawa aneh ini.]
Perasaanku saja, atau selama ini aku dilihatin oleh seseorang.
[Wajah Hakuya seketika pucat karena ketakutan, ia menatap korden kamarnya yang tertiup angin itu. Lalu ia melihat sekeliling kamarnya.]
Kowaii, ini kowaii. Aku memang percaya sama hantu! Tapi tidak pernah menyangka kehadiranya itu benar-benar nyata sekali!
"Te... Temari bantu aniki mu ini..."
"Aniki aku membawakan makanan!"
"Temari..."
[Sekejap Hakuya yang ketakutan berlari dan memeluk badan imoutonya dengan erat. Temari sepertinya hanya menatap kosong anikinya ini.]
"Kimoiii..."
"Hiekk..."
[Ucapan sadis dari adik sendiri, membuat Hakuya tambah merinding.]
"Temari jangan mengatakan aku ini najis,"
"Kalau begitu lepaskan pelukan cabulmu ini!"
"Uhuk..."
"Bruk..."
"Kau.. adik yang kejam Temari..."
[Kena mental\= Critical damage 90%]
"Lagian aniki ini kenapa memeluk ku tiba-tiba?"
"Ah sepertinya jangan dibicarakan disini,"
"Jangan bilang, itu hal yang mesum. Ihh saiteee..."
Ampuni wahai diriku yang payah ini gusti.
"Saiteee..."
"Jangan diulang terus!"
Ngeri slurr... gak nyangka imouto ku sendiri berkata buruk ke diriku.
"Nih sushi buatan ibu, aku mau kembali!"
"Matte! Temari bantu aniki mu ini menghadapi ketakutanya,"
"Lepaskan aku aniki, atau mau ku rekam perbuatanmu ini, dan ku kirim hasilnya ke temanmu!"
"Kau pasti bercanda?"
"Ah bagaimana kalau mereka tahu kalau kau ini pria yang buruk, kimochi warui!"
Sakit sekali gusti! Kenapa aku harus menghadapi segala cobaan ini!
"Temari... bantulah diriku. Kumohon sekali saja!"
"Sekali saja ya, ja- jangan harap aku lakukan ini dengan kata hatiku! Humphh..."
"Ah ya..."
[Desakan Hakuya membuat Temari membantu kakaknya yang ketakutan itu disampingnya.]
Akhirnya Temari disampingku dengan begini aku tak kan ketakutan.
[Namun suara entah dari mana terdengar di telinga Hakuya.]
"Hakuya kun, kimoii..."
"Eh, Temari kau mengejekku ya!"
"Hah, sudah susah-susah aku mengkhawatirkanmu, kau bilang aku mengejekmu!"
"Barusan kau menyebutku kimoi kan!"
"Tidak, aku daritadi diam dan melihat apa yang kau lakukan itu,"
"Yang mengucap kimoi itu hanya kau di keluarga ini,"
"Hahh... kau ini sudah susah payah aku membantumu disini, aku kembali saja ke kamar, bye aniki bodoh!"
"Blammm!!"
"Jangan bilang kalau yang berbisik di telingaku itu.."
Anjerr... hantu, oni, setan. Bentar setan sama hantu kan sama. Tapi kenapa ini terjadi padaku!
Eitt bentar, dia bilang Hakuya-kun, emangnya Temari pernah menyebut namaku, tidak kan? Seumur hidup ia memanggilku aniki. Tidak ada sebutan lain.
Jangan bilang itu beneran han-hantuuu!!
Kowaiiii!!!
[Hakuya keluar dari kamarnya, ia berlari dan menuju kamarnya Temari.]
"Temari biarkan aniki mu masuk!"
"Dokkk! dokk!"
"Gak usah! gak perlu!"
[Jawab adiknya yang ngambek di dalam kamar.]
"Hakuya kenapa kau berisik!"
"Ah gak ada apa-apa mama, Temari buka pintunya woi!"
"Baik cuma sekali, hanya sekali. Jangan harap kau dapat melakukan apa-apa kepadaku!"
[Akhirnya Hakuya menenangkan diri di kamar Temari. Hanya saja ia tetap terkena semburan kata-kata menyakitkan dari adiknya sendiri.]
Duh gustiii tolong hambamu ini!
[Belum mengerti jalan pikiran orang lain, maklum dia bukanlah Hakuya yang sekarang.]
[Pria bodoh ini, akan menjadi pria yang pandai. Setidaknya dalam hal memecahkan misteri.]
To Be Continue ~