Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Tujuan Takumichi apa?



[Sebuah legenda ataupun mitos mengatakan, jika seorang laki-laki dan perempuan bersalaman di tengah Jembatan Nagao, mereka akan mendapatkan hal yang baik.]


[Ikatan takdir dan juga mitos yang belum diketahui kebenaranya, manakah yang akan menyatakan takdir aslinya.]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 9 Tujuan Takumichi apa?


Author: Hayusya



Apakah ikatan takdir itu ada?


Aku selalu bertanya-tanya seperti itu.


Jika ikatan takdir itu benar-benar nyata. Apakah takdir akan menyatakan kebenarannya.


[Hakuya sepertinya masih penasaran dengan maksud Takumichi. Saking penasaranya, Hakuya sampai menyandarkan kepalanya ke kaca mobil.]


"Aku pasangan Yamabuki?"


[Hakuya mengatakan itu dengan suara pelan, dia tidak mengira jika Yamabuki dapat mendengarnya.]


Ikatan takdir apa kau percaya dengan itu nee Hakuya. [Yamabuki]


"Nee Hakuya?"


[Hakuya yang mendengar suara Yamabuki, lalu menoleh ke arah Yamabuki.]


"Apa kau percaya dengan ikatan takdir?"


[Yamabuki bertanya dengan Hakuya, sepertinya Yamabuki benar-benar serius mengatakan itu. Tampak dari wajahnya yang mengatakan kejujuran.]


"Jika dibilang percaya, mungkin aku percaya, tapi aku juga tidak percaya,"


"Jadi yang mana!"


[Yamabuki kesal dan mencubit pipi kanan Hakuya.]


"Itaii! Yamabuki apa-apaan kau ini?"


[Muncul niat dari Takumichi, pria dewasa ini tersenyum dan sedikit tertawa. Mungkin dia sedang memikirkan sebuah rencana.]


"Fwittt fiuw..."


"Glek..." [Yamabuki | Hakuya]


"Cie ada yang berpacaran nih,"


[Yamabuki dan Hakuya yang mendengar itu, lalu saling memalingkan pandangan ke arah lain.]


"Ta.. Taku bisa tidak semenit jangan menganggu!"


[Hakuya sepertinya sedikit kesal.]


"Eh, sejak kapan aku menganggu,"


[Taku mengeluh sedikit lalu dia menginjak pedal gas dan langsung ngebut.]


"Brummm....."


[Hakuya yang kaget itu, lalu mengalami doki. Lalu ia memarahi Taku yang semakin ngebut.]


"Oii Taku apa-apaan kau ini, nyaris saja jantungku copot!"


"Maaf ya nak Hakuya, ada tempat yang harus kutunjukkan kepadamu,"


Eh, tempat? Memang tempat apa yang akan ia tunjukkan kepadaku.


[Mobil berjalan dengan cepat, Hakuya semakin pusing. Pusing bukan karena mabuk perjalanan, tapi pusing dengan perkataan Taku.]


Mobil ini semakin jauh dari 3 tempat yang kupikirkan, sebenarnya tempat apa yang akan ia tunjukkan.


[Belum selesai Hakuya berpikir, Yamabuki bertanya dengan supir pribadinya itu.]


"Taku kau serius?"


"Tentu saja serius nona, Hakuya harus melihat juga,"


"Lebih baik jangan Taku!"


"Maaf nona aku tidak bisa menolak ini,"


Ada apa sebenarnya? Kenapa Yamabuki menolak tujuan Taku. Pasti ada maksud tertentu. Mari kita pikirkan pelan-pelan.]


Kalau tidak salah tempat ini jauh dari perkotaan, dan semakin mendekati pedesaan. Sebentar pedesaan apa ya namanya?


"Hakuya ini salahmu!"


"Eh, Yamabuki?"


"Tidak itu bukan salahmu nak, aku hanya ingin menunjukkan nya juga kepadamu."


[Taku lalu tersenyum, seperti nya dia memiliki maksud yang lebih jauh.]


"Eh... Sungai Chirin?"


[Hakuya bergumam pelan, ia menatap sungai itu dengan serius.]


Sepertinya dia ingin menunjukkan aku sesuatu di desa ini ya, untung besok hari libur. Padahal udah jam segini, kira-kira 12 malam ya?


[Perjalanan menuju tempat yang dimaksud Taku semakin dekat.]


Ah naruhodo, akhirnya aku mengerti. Taku membawaku ke pedesaan Ochirin. Pedesaan yang konon ramalan tentang takdirnya, memiliki persentase 90% bahkan sering kali tidak meleset.


Bicara tentang tempat itu, jangan-jangan yang dimaksud Taku adalah...


[Hakuya yang semakin yakin akan pikiranya itu lalu berdiri dan memegangi bahu Taku.]


"Oe, Takumichi kau serius!"


"Oh kau paham juga ya nak Hakuya,"


"Yang namanya jodoh itu sudah diatur, percayalah nak Hakuya.Ramalan Ochirin itu tidak pernah meleset,"


"Nah kan bener!"


[Hakuya lalu heboh sendiri dan kembali duduk di tempatnya, bahkan Yamabuki menutup wajahnya dengan tanganya yang putih dan halus itu untuk menyembunyikan rasa malunya.]


"Shimatta! Shimatta!" [Hakuya]


"Baka.. baka.." [Yamabuki]


"Haha, anak muda jaman sekarang. Malu-malu tapi mau,"


[Bicara tentang Ochirin, desa ini sangat jauh dari perkotaan, makanya selama kau masuk ke pedesaan ini, sepi akan kendaraan yang lalu lalang di jalanan.]


[Lalu yang paling hebat dari desa ini adalah, ramalan dari pasangan yang memiliki umur panjang, umur mereka adalah 85 tahun dan 87 tahun. Konon mereka disebut sebagai Dewi Cupid dari Desa Ochirin.]


[Ramalan Ochirin adalah ramalan tentang jodoh dan juga ramalan masa depan dan persentase ramalanya diantada 75% - 90% ]


[Sepertinya Hakuya akan yakin. Jika membaca masa depan itu bisa dilakukan oleh manusia biasa. Walaupun itu hanya orang tertentu yang dapat melakukanya.]


[Oh ya, nama dari desa ini diambil dari nama pasangan Cupid itu sendiri. Yakni nenek Ochi dan kakek Rinto.]


[Mereka benar-benar sangat dihormati seluruh warga Ochirin, bicara tentang itu, waktunya kembali lagi ke keadaan Hakuya sekarang.]


Yabaiiii! Yabai desu ne? Takumpret bener-bener serius ingin membuat ku datang ke tempat ini!


"Nah nak Hakuya, nona Yamabuki kita sudah sampai,"


Anjer benar-benar serius ternyata. Tempat dari pasangan Cupid itu tinggal. Penginapan Ochirin!


[Taku lalu memarkirkan mobilnya, lalu ia keluar dan membukakan pintu bagian kiri yang di tempati Hakuya.]


"Baiklah orang yang akan menjadi suami dari Yamabuki silakan untuk keluar dengan terhormat,"


"Su-su-suami?"


"Jangan keluar bodoh! Kita diam saja disini, biarin saja Taku sendiri yang pergi,"


[Yamabuki menarik baju Hakuya dengan memalingkan pandanganya dari Hakuya dan tentu saja wajahnya memerah.]


[Sebenarnya dia malu-malu tapi mau.]


Ah benar juga ya, jika aku tidak ikut Taku, aku bisa tenang.


"Baik Taku sepertinya nonamu ingin aku disini, jadi bisakah kau pergi sendirian,"


"Eh-eh-eh benarkah nak Hakuya, benarkah."


Hah gak usah sampai segitunya kali.


"Iya benar,"


"Kalau begitu Taku pamit dulu ya,"


"Silahkan tidak masalah,"


"Jaga baik-baik Yamabuki ya,"


"Hmm!"


"Benarkah tidak mau keluar dari mobil,"


"Hmmm!"


"Hountou?"


"Hountou! Sudahlah pergi saja sendiri!"


[Hakuya lalu menutup pintu mobil dengan sangat keras.]


"Brakkk!"


"Hakuya itu terlalu kesar,"


"Ah gomen,"


Aku lupa kalau ini mobil bukan milikku, apa sih yang kulakukan tadi. Karena terlanjur kesal, aku sampai menutup pintu ini dengan keras.


"Nah Hakuya kau bisa ambil kunci mobil itu di depan,"


"Ah benar juga, aku paham dengan maksudmu,"


"Bentar ya,"


[Hakuya lalu mencari kunci mobil pribadi milik Yamabuki.]


"Loh kok nggak ada ya,"


"Masak sih,"


"Iya harusnya kunci nya kan tergantung disini,"


"Biar aku saja yang cari."


[Yamabuki lalu ikutan mencari kunci mobilnya.]


"Iya ya nggak ada,"


"Nah kan, kau gak percayaan sih,"


"Ya udah lah biarin, toh mendingan kita berdua disini dibanding harus diramal sama pasangan Cupid itu,"


"Udah jam setengah 12 loh, aku tidur dulu ya. Kau bisa menjagaku kan darling.."


[Yamabuki mengedipkan mata kanannya yang manis itu ke Hakuya. Tentu saja Hakuya semakin merasa malu.]


Malah bercanda segala, ngapain coba. Eh matte, ada yang salah disini.


Jika aku berdua dengan Yamabuki disini berarti. Kita akan tidur bersama!


"Yamabuki apa kau tidak mengerti,"


"Memang ada apa?"


"Kita telah dijebak sama Takumpret!"


"Maksudnya?"


"Kau gak paham dengan situasi ini?"


[Yamabuki tidak merespon Hakuya, tapi dia mengerti kalau ini adalah jebakan dari Taku.]


Hal yang membuat gawat adalah mobil ini diparkir kan kesini dan dengan suasana gelap seperti ini, it-itu bisa memicu skandal kan.


"Taku! Kau masih ada disana kan! Jawab woi!"


"Brakk... brakk... brakk..."


[Hakuya lalu menggedor-gedor kaca mobil pribadi milik Yamabuki.]


[Yamabuki tidak ikut melakukan hal yang seperti Hakuya lakukan, dia sudah mengerti maksud dari Hakuya.]


[Sepertinya akan ada hal menarik disini, tapi sayangnya cerita ini bersambung disini.]


[Mungkin kisah ini masih belum berakhir. Ramalan eh, apa kalian percaya dengan ramalan.]


To be continue ~