
[Hakuya dan Yamabuki sekarang berhadapan, muka Yamabuki manis sekali. Yabai, yabai desu ne, Hakuya?]
Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru
Eps 12 Akhir dari pemandian air panas ini, peraturan baru! diladang untuk ...
Author: Hayusya
Byurrrr!
Ugh sial, Yama-Yamabukii... ak-aku melihatnya, aku benar-benar sudah melihatnya.
Body sempurna dari Yamabuki!
Ini bukan saatnya seperti ini, aku harus menjelaskan ini semua.
[Hakuya lalu berenang ke atas, dan memperlihatkan wajahnya, napasnya terengah-engah.]
"Hah... hah... Yamabuki aku bisa jelasin, percayalah denganku,"
[Yamabuki ternyata lebih dulu berdiri di dasar pemandian ini, jangan berpikiran macam-macam, Yamabuki menutupi gunungnya dengan tangan, dan untuk guanya tidak akan terlihat kan, kita ambil ini dari sudut pandang Hakuya.]
"Hakuya, aku tidak percaya ternyata kamu adalah pria yang berbahaya!"
"In-ini handukmu, tutupi itu dulu! dengan handuk ini!"
[Hakuya memberikan handuk milik Yamabuki, dia tidak sengaja menariknya tadi.]
[Yamabuki secepat kilat mengambil handuk itu, eitt ada yang salah nih.]
"Gluk,"
Untung aku tadi langsung menghindarinya, kalau tidak, aku dapat melihat gunung itu sekali lagi.
[Yamabuki selesai mengikat handuk ke seluruh tubuhnya.]
"Kau sudah menutupinya kan Yamabuki,"
[Hakuya berkata seperti itu tapi tidak berhadapan dengan Yamabuki.]
"Yama-bu, hieeee!"
[Yamabuki memasang muka tidak bersahabatan. Secara reflek, Hakuya tidak berani menatap wajah Yamabuki.]
"Oii oii, Yamabuki aku kan tidak sengaja tadi,"
"Tidak ada alasan, untuk orang mesum sepertimu, sepantasnya menerima hukuman dariku!"
[Bisik Yamabuki di telinga Hakuya.]
[Hakuya yang merasakan ancaman mendekat, tiba-tiba bulu kuduknya merinding sendiri, wajahnya mengeluarkan keringat dingin.]
"Nee Hakuya, kalau mengerti silakan menoleh ke aku!"
A-apa yang harus kulakukan, sial aku tidak sengaja kan, seharusnya aku tidak bersalah. Ini salah Yamabuki datang kemari.
Aku tidak percaya kalau dia ternyata memiliki tenaga seperti pegulat profesional.
"Hakuya, cepat lihat diriku!"
Tidak ada pilihan lain, lebih baik aku menoleh ke dirinya daripada dihajar habis-habisan.
[Walaupun begitu, Hakuya menoleh ke belakang dimana wajah Yamabuki sangat dekat dengannya, kira-kira berjarak 10 cm saja.]
"Kau terlalu dekat Yamabuki,"
"Nee Hakuya, aku menyukaimu."
[Hal yang tidak terduga menghampiri Hakuya. Yamabuki mencium Hakuya dan ia mengatakan perasaan sebenarnya.]
[Lagi-lagi ciuman mereka ini sudah kedua kalinya, akankah takdir akan mengikat cinta mereka.]
Yamabuki omae... Aku benar-benar tidak menyangka ini, kukira aku akan dihajar atau apa, tapi dia malah memberikanku sebuah ciuman.
[Ciuman romantis yang terjadi begitu saja, padahal tidak ada hubunganya diantara mereka berdua.]
[Yamabuki melepaskan ciuman nya, lalu ia tersenyum manis di hadapan Hakuya.]
Aku semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita ini, dia membuatku semakin kesulitan untuk memasang wajah biasa.
Oi ada apa dengan diriku, kenapa aku jadi senang seperti ini, bahkan hatiku berdebar dengan sangat keras.
"Shineee!"
"Uhuagghh!"
"Byurrrr!"
[Lah, Yamabuki memukul wajah Hakuya dengan keras, Hakuya terpental sejauh 2 meter.]
Aku semakin tidak paham dengan pikiran wanita ini, ah tidak, semua wanita itu memiliki otak yang agak konslet.
"Itu adalah janjiku tadi, bukankah aku akan menghajarmu, kau benar-benar pria lugu Hakuya,"
Anoo onaa! ingin sekali aku menghajarnya.
"Tapi walaupun begitu, itu membuatku mencintaimu,"
"Splasshh!"
[Wajah Hakuya sekejap berubah merah.]
"Hah... hah... kau membuatku malu Yamabuki,"
"Hmm-hmm, tapi emang itu kenyataannya kok,"
"Begitu ya,"
"Sudahlah jangan dipikirkan, aku tidak ingin membuatmu menunggu jawabanmu sendiri,"
[Yamabuki mengulurkan tanganya ke Hakuya.]
"Jangan remehkan aku, aku bisa berdiri sendiri!"
[Hakuya agak kesal dengan perkataan Yamabuki, ia menolak uluran tangan dari Yamabuki.]
"Dan anoo, kenapa kau tidak pergi Yamabuki,"
"Apa kau membenciku Hakuya,"
"Maksudku bukan itu! hadeh, bukankah kita berdua harus mandi dulu,"
[Yamabuki yang mendengar kata Hakuya hanya bisa tertawa kecil dan tersenyum.]
"Hihi, aku sampai melupakan itu, kalau begitu aku kembali ke tempatku dulu ya,"
"Iya."
[Dengan segera Yamabuki berjalan di pemandian itu, sebentar ada yang salah kan.]
"Ya,"
"Bagaimana caraku mandi kalau begini,"
[Ucap Yamabuki dengan suara kecil, dan mata berputar-putar.]
Aghh, aku lupa. Yamabuki merobohkan pembatas bambu itu!
"Kalau begitu, kau saja yang mandi duluan, aku akan menunggumu selesai di luar,"
"Kau kira ini sudah jam berapa,"
Benar juga ya, mungkin jam 12.15 atau setengah 1 an.
Bentar, jangan bilang kita akan mandi berdua.
Ya sudahlah terpaksa, tapi harus diberi peraturan yang layak.
"Kalau begitu, kita saling mandi bersama, tapi di tempat masing-masing. Dan peraturanya tidak boleh saling melihat!"
"Hmm, itu cara yang bagus, kalau begitu kita saling menghadap belakang,"
"Ya, jangan sampai melihat loh,"
"Iya bawel!"
"Ehh..."
"Hihi, kalau begitu aku akan kesana, oh iya kau harus menungguku sampai disana dulu, baru kau boleh mandi!"
"Hah! ah terserah kau saja,"
[Yamabuki berjalan ke tempat pemandian wanita itu, hanya saja pembatas dari bambu itu ambruk karena terjangan dari Yamabuki.]
[Selama dia berjalan dan kembali ke tempatnya, Yamabuki tersenyum sendiri, ia sedikit melirik ke arah Hakuya, Hakuya yang melihat lirikan Yamabuki itu semakin malu saja.]
"Woi! Yamabuki dilarang melihat!"
"Iya-iya aku kan hanya memastikan kau tidak melihatku, lalu kenapa kau melihatku juga,"
"Itu karena aku juga ingin memastikannya!"
"Hmm... terserah kau saja,"
Apaan wanita itu, ah sudahlah.
"Yamabuki kau sudah sampai disana belum sih?"
"Sabar aku juga ingin sampai ke pojokan!"
"Bagus kalau begitu,"
"Nah Hakuya kau boleh mandi sekarang!"
"Ya..."
[Hakuya dan Yamabuki lalu mandi bersama, itu karena pembatas itu tidak ada, hanya saja mereka saling memojok di batas pemandian itu. Tapi meskipun begitu, mereka melanggar peraturanya. Hakuya kadang melirik ke Yamabuki, begitu juga dengan Yamabuki yang melirik ke Hakuya.]
[Dan saat mereka saling menyadarinya, hati mereka merasakan doki-doki dengan sangat keras, bahkan mereka berdua dapat mendengar suara hatinya yang menjadi doki-doki.]
Sial hatiku tidak bisa tenang kalau begini, ini salah wanita itu.
Gawat, hatiku berdebar dengan sangat keras, ini salahmu Hakuya! [Yamabuki]
[Dan akhirnya mereka berdua mencapai klimaksnya, mereka saling menoleh dan saling melihat.]
Apa yang kau lakukan Yamabuki!
Hakuya sudah kuduga kau juga melihatku. [Yamabuki]
"Oii Yamabuki, peraturannya tidak boleh saling melihat!"
"Kau juga melihatku kan!"
"Aku hanya memastikanmu tidak melihatku!"
"Aku juga sama!"
Ah sudahlah, kalau kita saling berdebat tidak akan berakhir.
[Tapi walaupun begitu, walaupun begitu, walaupun begitu! mereka masih melanggar peraturan nya.]
"Yamabuki! kau keras kepala, sudah kubilang jangan melihatku!"
"Kau juga sama melihatku juga!"
"Aku hanya memastikanmu!"
"Aku juga!"
[Yak terulang seperti itu lagi.]
[Taku yang penasaran kenapa mereka sangat lama keluar dari pemandian, ternyata mendengar suara yang kelihatannya seru itu.]
Mungkin ini adalah pilihan yang tepat menjodohkan Hakuya dan juga Nona Yamabuki. [Takumichi]
[Di pemandian, mereka masih saja melanggar peraturan.]
"Peraturan baru! kita saling berhadapan saja, tapi tidak boleh memperlihatkan miliknya masing-masing!"
"Baik kalau begitu,"
[Mereka saling berhadapan dengan wajah memerah.]
"Yamabuki barusan kau melirik ke bawah kan!"
"Kau juga melirik ke dada ku!"
"Peraturan baru! selesaikan mandi lalu kita tidur!"
"Baik, kalau soal kecepatan, aku yang akan menang!"
"Ini bukan ajang perlombaan!"
"Iya-iya! cepat selesaikan, lalu kita tidur, Hakuya bodoh, wekk!"
"Hah! apa maksudmu mengeluarkan lidah, seperti mengejekku itu!"
"Shiranai!"
[Di luar, Taku semakin tidak mengerti.]
Kapan mereka berdua saling mengerti satu sama lain. [Takumichi]
[Cerita tentang pemandian air panas akhirnya selesai juga, berikutnya Hakuya dan Yamabuki akan tidur bersama.]
[Layaknya pasangan, mereka berdua sudah ditakdirkan, hanya saja menurut ramalan.]
To Be Continue ~