Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Flashback masa lalu= Arc Yamabuki - Terus mencari kotak



[Satu persatu cara telah dikerjakan oleh pria ini, Ketsu Hakuya.]


[Langkah yang ia buat dalam waktu 3 hari ini, akhirnya sampai disini.]


[Berikutnya, adalah pencarian kotaknya.]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 20 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - Terus mencari kotak


Author: Hayusya



Aku telah menemukan banyak cara, dan saat ini kemungkinan yang akan aku dapatkan adalah Menyatunya Shion-san kembali.


Jiwa seseorang tidak mungkin terpisah jauh, itulah yang aku temukan. Dengan kekutan supranatural milik Shion-san, aku dapat mengingat tempat dimana Shion-san ingat waktu itu.


Saat pulang sekolah maupun hari libur, aku mengajak Shion-san keluar dan mengajaknya jalan-jalan di sekitaran Hiroshima. Disitulah aku berpikir, jika cara ini adalah yang paling cepat untuk menyatukan kembali Shion-san.


Seperti halnya tentang Kucing Schrödinger yang berada dalam kotak itu, mengalami yang namanya antara hidup dan mati.


Jadi kotak dimana Shion-san bermula adalah satunya jalan keluar untuk menyatukan kembali dirinya, berarti ia antara hidup dan mati, sama halnya dengan kasus Kucing Schrödinger.


Kemungkinan yang dapat disimpulkan, jiwa lainnya yang bermula ada disana, entah itu ia masih ada disana, ataukah mengalami yang namanya kesadaran.


Tapi jika jiwa lain Shion-san mengalami kesadaran, seharusnya Shion-san yang ada dalam diriku ini mengalami yang namanya pertukaran jiwa. Tapi selama ini, Shion-san tetap sama, dan tidak ditemukan adanya tanda kalau dirinya sedang bertukar jiwa.


Seharusnya jika jiwa lain Shion-san sadar, Shion-san yang ada di dalam diriku pasti akan berubah ke sisi lain dari Shion-san yang belum pernah ku lihat.


Seperti misalnya ia menyuruhku untuk datang ke kotak, awal dimana ia mengalami sindrom aneh ini.


Andai Shion-san diibaratkan Kucing Schrödinger, ia berada antara hidup dan mati sekarang ini.


Berarti tinggal mencari kotak awal bermulanya sindrom 2 jiwa.


[Ketsu Hakuya keluar dari rumahnya dan mengajak Shion-san jalan keluar lagi.]


Aku telah mengingat 2 tempat, yang membuat wajah Shion-san seketika berubah, hanya saja...


Aku tidak yakin itu adalah kotaknya.


Sebab gadis ini adalah gadis asli Tokyo, jika aku mengajak nya keliling Hiroshima, yang ada ia pasti terpukau dengan keindahan pemandangan desa.


Tempat pertama adalah sawah bagian utara, yang kedua adalah bukit kecil di bagian barat. Hanya saja, mungkin ia hanya terpukau dan tidak ada kaitannya dengan kotaknya.


Ah terserah lah, yang penting akan ku ajak ia keliling tempat ini lagi.


[Hakuya mengayuh sepedanya, yang selesai diperbaiki lagi. Karena sepeda itu sudah rusak selama 3 kali, dan bukannya beli sepeda baru, Hakuya malah memilih merawat dan tetap menggunakan sepeda kesukaannya itu.]


"Kau mau mengajakku ke mana, Hakuya-kun?"


"Hehe, tebak saja sendiri.."


"Ih kok gitu..."


"Bukankah aku udah berjanji padamu, serahkan saja ini kepadaku... oh iya, dengar Shion-san, kalau kau melihat tempat yang pernah kamu kunjungi, katakan kepadaku!"


"Tempat yang pernah aku kunjungi?"


"Iya..."


[Di tempat pertama yang Hakuya kunjungi adalah sungai kecil yang memiliki air jernih itu.]


"Bagaimana apa kau pernah kemari?"


"Hmm... belum?"


"Kan aku nanya!"


"Aku tidak tahu, tapi aku kelihatannya belum pernah kemari,"


"Baiklah kita jalan lagi!"


"Eh?"


[Shion-san tidak mengerti langkah baru dari Hakuya.]


[Inilah tempat kedua yang Hakuya kunjungi bersama Shion-san lagi. Yaitu sawah bagian barat.]


"Hah.. hah.. sial panas sekali hari ini, kau sudah pernah kemari kan?"


"Hmm tidak pernah..."


"Hah!"


[Hakuya mengayuh lagi dan mengunjungi tempat lainnya lagi.]


"Pernah kemari!"


"Belum, kayaknya sih.."


"Kita lanjut lagi!"


[Terus menerus mencari tempat yang dikenali oleh Shion-san, hingga Hakuya mengalami yang namanya kelelahan.]


"Hah... hah... di- dimana sebenarnya ko- kotak itu..."


"Kotak apa yang kau maksud?"


"Sebentar biarkan aku minum air dulu,"


"Memangnya kau membawa air minum?"


"Hah!"


Sial aku lupa menaruhnya di sepeda! ceroboh kali diriku ini.


Hari ini panas sekali, ditambah aku tidak kuat mengayuh sepedaku lagi. Jika aku memutuskan untuk beristirahat sebentar, ini akan menghabiskan waktu.


Masih ada yang penting dibanding beristirahat, yaitu terus melangkah maju, dan mencari jawaban dimana kotak itu berasal.


"Baik.. Shion-san kita lanjut lagi,"


"Ka- kau serius, bukannya kau kelelahan,"


"Dengar ya, ditempat pedesaan ini, ada yang namanya kuil yang memiliki air menyegarkan, mari kita kesana,"


"Benar, aku sebenarnya butuh uang recehan..."


"Hihi..."


"Ah sudahlah, tidak apa-apa kalau hanya minta air,"


[Hakuya mengayuh sepedanya dengan sangat pelan, wajar ia sudah berada di ambang kelelahan.]


"Ughh harus bisa... harus sampai ke kuil,"


"Hakuya-kun, lebih baik kita istirahat sebentar,"


"Hehe, dengar Shion-san tempat itu dekat kok, mungkin kira-kira 8 km lagi,"


"Oh begitu ya, baik-baik... chotto, kau bilang 8 km lagi!"


"Iya..."


"Kau sudah kelelahan, tidak mungkin dapat mengayuh sepeda sampai 8 km!"


"Aku ini laki, dan aku ini kuat. 8 km itu hanya masalah kecil begitu,"


"Apa benar begitu?"


"Kau meremehkanku Shion-san, kutunjukkan ya..."


Hehe, aku ini laki jadi aku masih punya tenaga cadangan.


8 km saja itu mudah, matte... gue udah bicara seperti itu, ditambah kakiku tidak kuat untuk mengayuh lagi!


Si- sial sekali, padahal tinggal 8 km lagi, tapi kakimu malah k- kram!


"Mau tukeran denganku?"


"Ap- apa maksudmu Shion-san, 8 km itu sih kecil,"


"Sudah ayo gantian,"


[Sekejap Shion-san mengambil alih tubuh Hakuya.]


WOW seperti sihir, sepedaku bergerak sendiri, padahal aku sama sekali tidak menggerakkan badanku sedikitpun kali ini.


Jadi begitu ya, Shion-san mengambil alih tubuhku.


[8 km lagi adalah tempat menuju air menyegarkan, jangan menyerah dan teruslah berjalan ke sana. Shion-san dan juga Hakuya!]


"Trekk... trekk..."


"A- apa-apaan sepeda bobrok ini,"


"Kau bilang sepedaku bobrok!"


"Aku sampai harus membawa kesana kali ini,"


"Dengar ya, keluarlah dari pengalihan tubuhku, dan biarkan aku memperbaiki rantainya yang putus!"


Yah sial kali dah, padahal tinggal 4 km lagi kira-kira kita sampai, tapi malahan rantai nya putus.


[Sungguh malang nasib Hakuya.]


"Apa butuh bantuan Hakuya,"


"Tidak ada, aku bisa sendiri,"


"Benar begitu?"


"Kau tidak mau kotor kan, biarkan saja ini kepadaku,"


"Ah iya aku tidak mau kotor, tapi aku kan ada di dalam dirimu, hanya mengambil alih dirimu, dan kau tidak perlu bekerja,"


"Bukan begitu! Maksudku biarkan saja aku yang memperbaiki rantai ini,"


"Ok kalau begitu,"


[5 menit kemudian, tenaga cadangan Hakuya ini, berhasil menyambung rantai sepeda kembali.]


"Akhirnya selesai, baik lah Shion-san ayo lanjutkan lagi, hanya 4 km lagi kita sampai!"


"Haik!"


Shion-san mengambil alih diriku lagi, hah tanganku kotor karena penuh noda hitam dari rantai, sudahlah nanti juga akan hilang dengan membasuh nya di air.


[Akhirnya kuil tempat kotak dimana permulaan sindrom sekaligus dekatnya mereka berdua, berada di sini.]


[Terlihat kuil yang hanya mereka berdua yang ada disini, sekarang tinggal masuk dan jangan lupa berdoa dahulu.]


[Lalu....]


"Nah Yamabuki kita akhirnya sampai,"


"Eh, kau barusan memanggilku Yama apa tadi,"


"Benarkah, tunggu jangan-jangan... disini adalah jawabanya, dimana kotak itu menjadi permulaanya,"


"Kau dari tadi bicara kotak terus, memang ada apa sih?"


"Lihat saja, cepat kita ambil air dulu,"


"Eh?"


"Tanganku kotor, dan aku haus!"


"Oh... kirain apaan, dan Yama siapa yang kau maksud Hakuya-kun,"


"Entahlah, aku tidak sengaja mengatakannya,"


"Ehh...."


Disini adalah kotak dimana Shion-san mengalami sindrom aneh itu. Sisanya tinggal mencari cara untuk menyatukan kedua jiwa mereka, yang terpisah dengan fenomena yang tidak dapat dijelaskan dengan logika.


[Berikutnya, saatnya menyatukan kedua jiwa Shion-san ini.]


[Hanya Hakuya yang pantas membantu gadis dalam takdir.]


To Be Continue ~