Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Flashback masa lalu= Arc Yamabuki - Awal fenomena aneh terjadi



[Gadis cantik teman sekelas Hakuya waktu smp, yang mengalami kejadian aneh, dimana dirinya membelah menjadi 2 jiwa. Ialah Shion Yamabuki.]


[Perlahan tapi pasti, teka-teki permulaan antara hubungan mereka kan terungkap.]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 14 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - Awal fenomena aneh terjadi


Author: Hayusya



Pikiran yang entah bagaimana dapat muncul kembali di kepalaku.


Waktu itu Yamabuki mengatakan sendiri, kalau dialah gadis waktu smp itu. Didalam hidupku, aku tidak hanya mencari dimana keberadaan Hanabi, tapi juga orang yang menyelamatkanku waktu itu, seorang gadis dengan nama Shion.


Saat aku masuk ke SMU Michigahara, aku bertemu dengan Shion Hanabi, aku selalu mengira kalau dia adalah gadis yang selama ini aku cari. Tapi, ternyata dia bukanlah seorang yang menyelamatkanku waktu itu.


Dan kini aku tahu kebenaranya, gadis cantik bermarga Shion selain Hanabi, Shion Yamabuki.


[Kita akan kembali ke masa lalu mereka berdua.]


SMP Hiroshima


Tahun ajaran 2014


• Ketsu Hakuya\= umur 14 tahun


[Di umur 14 tahun, Hakuya berbeda dengan dirinya yang sekarang. Hakuya di umur ini, sangat senang untuk bersosialisasi dengan teman sekolah. Bahkan rambut Hakuya selalu tertata rapi di masa SMP.]


Saat itu aku berumur 14 tahun, dimasa itu aku masih senang bersosialisasi dengan siapa saja. Aku memiliki banyak teman, berbeda dengan ku di masa kelam itu.


Saat itu, aku melihat sensei memasuki kelas kami, dan membawa seorang gadis cantik yang membuatku terpesona di pandangan pertama.


Itu waktu aku smp. Berbeda denganku waktu smu dulu, yang cenderung masa bodoh dengan segala hal.


"Baiklah semuanya, kita kedatangan murid pindahan dari Tokyo!"


"Eh, Tokyo..."


"Akhirnya ada juga orang dari kota besar datang kemari,"


Namun sepertinya gadis ini sangat gugup, bahkan dia terasa seperti tidak ingin bersekolah di sini.


Gadis dengan senyum manis di wajahnya, namun memiliki wajah yang penuh kebohongan. Begitulah, kira-kira kesanku pertama terhadapnya, jika waktu itu aku dapat berpikir jauh... ya ini adalah pemikiranku yang sekarang.


"Kenalkan dirimu, Shion-san!"


"Haik... , perkenalkan semuanya, namae wa Shion Yamabuki desu. Kuharap kalian dapat berteman denganku,"


"Uwahhh, nama dari marga terkenal itu!"


Aku tidak paham apa yang terjadi, banyak sekali orang heboh yang memuja Yamabuki.


"Baiklah Shion-san, kau bisa duduk di..."


"Ah situ, kau bisa duduk di samping Hakuya-kun,"


"Haik..."


"Uwah, teme! Hakuya kau beruntung sekali kawan!"


"Haha, apaan sih!"


• Itou Namuro\= Umur 14 tahun


[Teman SMP Hakuya, pria ini sangat digandrungi banyak wanita. Wajahnya lumayan ganteng, itu bagi penilaiannya Hakuya.]


"Kau harusnya bersyukur duduk di samping, gadis itu..."


"Oh ya, benar juga aku tidak pernah merasa sebahagia ini,"


"Nah kan, mulai sekarang perlakukan dia dengan layak Hakuya, dan apa kau tahu..."


"Humm!"


Si bodoh Namuro itu, memberikanku sebuah kata yang sangat kotor. Dia membisik ke telingaku, dan berkata kalau bagian dada Yamabuki lumayan besar.


"Oee, apa-apaan kau ini,"


"Haha jangan begitu lah kawan, nikmati saja pemandangan itu, hahahaha."


"Drukk...."


"An-anoo, yoroshiku onegaishimasu!"


"Ah-ya..."


Selama ini aku tidak menyadari sesuatu, dan menganggap bahwa itu adalah hal biasa saja.


Padahal saat itu, aku sudah mengalami yang namanya cinta pertama kali.


Hanya saja dulu aku tidak mengerti apa itu cinta.


"Trengg... trengg..."


Waktu istirahat dimulai, gadis itu dikerubungi banyak orang. Salah satunya adalah Tomoe, gadis populer di kelasku dulu.


Tomoe, gadis populer yang disukai oleh Namuro. Hanya saja, karena sifat Namuro yang buruk itu, membuat Tomoe benci dengannya.


Wajar saja. Namuro adalah pria playboy yang membuatku muak jika memikirkannya juga.


"Oee Hakuya, kau lihat kemana hah, ayo kita istirahat keluar kawan!"


Saat itu aku, Namuro dan Kuuga keluar dan beristirahat di atap sekolah. Disana sudah terdapat pembatas jadi aman saja, lengkap dengan kursi panjang untuk beristirahat.


"Hakuya kau ingin ikut kami ke karaoke nantinya?"


"Boleh saja,"


• Ruji Kuuga\= Umur 15 tahun


[Teman kelas Hakuya dan sahabat dekat Namuro, pria ini juga playboy sama seperti Namuro.]


"Oh ya Namuro, apa disana ada banyak cewek?"


"Kalau itu serahkan saja kepadaku,"


"Haha, kau memang best friend Namuro!"


"Haha... kalian ternyata sama saja!"


"Tentu saja dong, kau mau ikutan kawanku!"


"Tidak-tidak lagipula aku tidak terlalu populer seperti kalian,"


"Ya elah, ah sudahlah yuk kita makan bekal kita!"


"Yoshhh!" [ Hakuya | Kuuga]


Saat itu aku melihat Yamabuki, dia berada di bawah seperti orang kebingungan. Hanya saja, aku sendiri juga merasa aneh.


"Anoo gomen, Namuro, Kuuga, aku duluan di kelas ya, ada keperluan sebentar!"


"Yoii kawan!"


"Memang ada apa man?"


"Kau ngapain kepo begitu Kuu, bisa saja dia sedang melirik gadis di bawah itu,"


"Maksudmu gadis sekolahan pindahan kita itu,"


"Yap itu benar!"


"Kalau begitu aku duluan ya!"


"Ya, titip salam, semoga beruntung kawan!" [ Namuro]


Entah mengapa, aku mendapatkan sebuah firasat buruk tentang dirinya. Dan anehnya tubuhku bergerak sendiri, dan berlari untuk menuju ke arahnya.


Hanya saja aku kehilangan jejaknya, padahal aku sangat yakin, ia tadi berdiri disini.


Aku lalu melihat ke arah lain, kesana-kemari. Mencari gadis itu. Tapi sia-sia saja aku tidak menemukannya, dan saat itulah waktu istirahat hampir selesai.


Saat itu aku berada di depan taman, dan memutuskan untuk kembali ke kelas, tapi gadis itu menepuk bahuku. Tentu saja aku menoleh ke dirinya.


Tapi yang aku temukan hanyalah sebuah bayangan orang yang samar. Aku menganggap kalau ini adalah ilusi.


Tapi, tangan nya yang menepuk bahuku itu terasa nyata sekali, dan saat bayangan samar itu menghilang, ia menjatuhkan sebuah kertas.


Kertas yang hanya bertuliskan sebuah nama saja, yaitu nama Shion, dan terusan dari tulisan itu seperti coretan orang yang iseng.


Tentu saja aku tidak bodoh, nama Shion yang ada saat itu hanyalah, Shion Yamabuki.


Hanya saja, keanehan itu dimulai saat aku mulai memasuki kelasku.


Tiba-tiba saja entah darimana, aku merasakan sebuah firasat yang jauh tidak enak.


Mataku terbalalak setelah merasa, kalau ada seorang yang lewat di depanku. Hanya saja, wujudnya tidak ada.


Saat itu aku sendiri tidak menganggap kalau itu adalah ulah hantu atau hanya ilusi ku sendiri.


Sebab, firasat ku sendiri mengatakan, kalau akan ada hal buruk dan aneh yang terjadi.


Saat itu suasana di kelas hanyalah biasa saja, seharusnya, dengan kehadiran murid baru dan kawan baru, harusnya dirayakan.


Keanehan bermula disini, gadis yang harusnya duduk di sampingku, dengan kursi yang sudah diisi itu, hanyalah kosong dan tidak terdapat apa-apa disana.


Saat itulah aku mengeluarkan keringat dingin, kepalaku mulai pusing akan kejadian ini. Karena itu, aku memandangi seluruh isi kelas, dan yang kutemukan hanyalah, semua orang yang bersikap biasa.


Aku mencoba berpikir positif, bisa saja gadis itu tidak enak badan dan dipulangkan dengan cepat.


Tapi saat pelajaran dimulai, tidak ada satupun guru yang membahas murid baru itu.


Padahal dia adalah guru yang disukai semua murid disini, jika ada murid baru, guru ini selalu merayakan dengan hal yang membuat murid baru betah dengan bersekolah disini. Tapi yang kudapatkan adalah hasil yang nihil.


Kejadian aneh yang menakutkan itu mulai terjadi padaku. Aku merasa, kalau murid baru itu adalah asli, dia bernama Shion.


Shion, Shion siapa ya? begitulah isi pikiranku waktu itu, aku benar-benar melupakan nama depan gadis itu.


Padahal, seharusnya nama seperti itu gampang diingat, namun fenomena aneh ini, membuat ku melupakan namanya.


Dan suasana kelas disini berjalan seperti biasanya, dan mereka merasa tidak ada hal aneh yang terjadi.


Shion Yamabuki, gadis cantik bermarga Shion. Seharusnya aku berkenalan saja dengannya waktu itu.


Tapi semua itu sudah terlambat.


[Akankah ini akan menjadi sebuah pertanda.]


[Kilas balik masa lalu, dimana fenomena keanehan terjadi di hadapan pria ini, Ketsu Hakuya.]


To Be Continue ~